Posessive Husband

Posessive Husband
PH-28


__ADS_3

"Mmh.." gumam Satria saat Meisha tidak sengaja mengigit bibir bawahnya, Satria yang hilang kendali merasa bahwa istrinya menikmati perlakuannya.


"Ahhh... Pliss Sat. Stop it!"


Meisha mendorong tubuh Satria, namun ternyata tidak terjadi apa-apa malah Satria memperdalam kegiatan ciumannya mencari kepuasan tersendiri.


"Ahhh.. Mmhhh..."


Tangan Satria tidak tinggal diam, mencoba membuka kancing kemeja yang Meisha pakai. Mendapat perlakuan seperti itu, Meisha mendorong kuat Satria dan membuat ciuman panas keduanya terhenti.


Hiks


Hiks


"Aku gamau, Sat. Aku takut" ucap Meisha dibarengi sesegukan.


"Kamu bahagia ketika cowok lain meluk kamu dimuka umum, tapi giliran suami ngelakuin hal kayak gini takut. Sadar aku suami kamu Mei!" Ucap Satria membentak.


"Tap.. Tappi itu gak seperti yang kamu piki--"


"Udahlah, persetan!" Bentak Satria.


Dengan cepat Satria menindih tubuh istrinya dan membuka kaosnya sendiri, Meisha berusaha menjauhkan tangan Satria dari jangkauannya. Melihat hal itu, membuat Satria semakin menjadi dan menarik paksa kemeja Meisha


Srak


Meisha semakin menangis dan menutupi tubuh atasnya yang naked. Satria yang melihat bukit kembar milik istrinya, dengan segera meremasnya dan menjauhkan lengan istrinya.

__ADS_1


Kini Meisha pasrah, hanya ucapan penolakan yang dapat dilakukan Meisha. Saat Satria telah mengunci kedua lengannya diatas kepalanya.


Satria meraup bukit kembar istrinya.


"Ahh.. Stop---"


"Plis, Sat. Ahh.."


Meisha menggelengkan kepalanya, ketika tangan Satria mulai menyentuh tubuh bagian lain.


"Ahh.. Aku mohon Jangan Sat..."


Satria terus memberi kissmark pada bukit kembar dan leher istrinya, bahkan kini semua bagian tubuh Meisha telah penuh dengan kissmark Satria.


Meisha mulai panik ketika Satria membuka seluruh bajunya, sama halnya dengan dirinya yang sudah full naked. Meisha mencoba berdiri dan pergi dari sana, namun belum sampai tiga langkah Meisha telah ditarik dan didorong kasar keatas ranjang mereka.


Satria menindih tubuh Meisha dan mencium bibirnya paksa, Meisha terus menggelengkan kepalanya supaya ciuman itu terlepas. Satria semakin geram dengan Meisha, tanpa aba-aba Satria memasukkan miliknya pada Meisha.


"Auhhh Sakithh, Sat." Desah Meisha, karena miliknya belum sepenuhnya basah.


"Mmhh.. Shhh" geram Satria


Terhitung ini kedua kalinya mereka melakukan hal ini. Walaupun Meisha tidak utuh, tapi miliknya masih sangat legit dan sempit. Sehingga membuat Satria puas sepenuhnya, lain halnya dengan Meisha yang merasakan nyeri mendalam.


Dengan tidak sabar, kilatan mata yang sudah diselimuti kabut amarah. Satria memompa miliknya kepada Meisha.


"Ahh.. Ahh.. Ahh.. ahhh.... Ahhh" desah Meisha. Air matanya masih mengalir.

__ADS_1


"Mhhh" geram Satria saat miliknya terasa dijepit oleh Meisha.


Satria mencium bukit kembar istrinya, tanpa mengurangi laju hentakan pada tubuh Meisha.


Meisha merasa dirinya benar-benar layaknya jalang. Air mata Meisha kembali menetes namun tidak sekeras tadi.


"Ahkk... Ahhh... Auhhh.... Oh"


Meisha merasakan kelelahan dan pinggulnya mulai menurun, namun Satria menahan pinggul itu dan memeluknya.


"Ah...."


"Uhh..... Auhhh"


"Sathh.... Akuhhh mauhh"


"Bersama!"


Dihentakan kedua, mereka keluar bersama. Satria masih mendiamkan miliknya didalam tubuh Meisha.


Terhitung sudah tiga jam berlalu, Satria masih sibuk menjamah tubuh istrinya, sedangkan Meisha sudah mulai hilang kesadaran.


Setelah meluapkan semua amarahnya, Satria mencium kening Meisha dan menyelipkan tangannya pada pinggul istrinya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.


Satria mengelus puncak kepala Meisha, merapikan rambut yang mengganggu pemandangannya. Terlihat jelas jejak air mata Meisha, membuat Satria menyesali perbuatannya.


---

__ADS_1


Kira-kira apa penyebab Satria bisa jadi semarah itu?


Next yaa~


__ADS_2