Posessive Husband

Posessive Husband
PH-26


__ADS_3

"cerai dari Satria. Aku mau kamu cerai dari Satria." Ucap Queen. Sepertinya dia mengikutsertakan racun dalam ucapannya.


Hilang sudah hasratku untuk menjadi menyebalkan atau membuat dia jengkel. Karena aku sekarang sudah janggal duluan. Astaga, kenapa sih kaya cerai itu tidak pernah absen dari hidupku?


baru beberapa waktu yang lalu aku membahas masalah perceraian sialan itu dengan Satria. Dan sekarang, malah perempuan yang pernah ada hubungan sama Satria terang-terangan memintaku supaya cerai dari Satria. Kenapa deh, kayaknya masalah muter-muter disitu aja. Dan kenapa juga sih kayaknya hanya masalah itu yang bisa dibahas? cih.


Aku melipat tanganku di depan dada, mengangkat daguku dan menatap sinis padaku Queen. "Memangnya apa alasannya aku harus cerai sama Satria?" Tanyaku tenang.


Queen mengangkat bahunya santai, tampak biasa saja dengan respon ku. Dasar perempuan muka tembok, kulit beton. apa penolakan satriadi kolam renang terhadap dia waktu itu belum jelas juga?


"Karena enggak ada jaminan kamu bisa membuat Satria bahagia." Cih. Klise sekali itu alasan. "Dan lagi karena Satria masih mencintai aku." Lanjut Queen.


Tarik nafas, hembuskan. Tarik nafas.... Hembuskan. Masih mencintainya apaan? Orang Satria jelas-jelas bilang kalau dia mencintaiku kok.

__ADS_1


"Kamu tuh kenapa sih ngotot banget? Queen, lelaki di dunia ini bukan cuman Satria. Daripada kamu capek capek berusaha merebut Satria, mendingan kamu cari lelaki lain deh berhenti mengusik rumah tangga orang"


"Cowok emang banyak. Tapi aku cuman mau sama Satria. Kenapa nggak kamu aja cari cowok lain?"


Aku menghela nafas lalu benar-benar berasa menghadapi abege labil. "Nih ya, kamu sadar nggak sih memutus sebuah hubungan pernikahan itu nggak segampang kamu berkata 'putus' dengan pacarmu. Ada hukum dan ketentuannya. Dan buat apa aku cari lelaki lain sedangkan suamiku, sudah termasuk dalam kategori suami yang baik."


"Kamu ngerebut dia dari aku, ingat? Biar gimanapun kamu itu orang ketiga. Kamu juga harus ingat, bahwa Satria lebih dulu bertemu aku!" Queen mulai terlihat tidak tenang awal, terlihat sekali kekesalan pada salat matanya.


"kamu harus belajar mengerti dan menerima nggak semua yang kamu inginkan di dunia ini bisa kamu dapetin. Kenyataannya aku dan Satria berjodoh. Jodoh itu bukan tergantung siapa yang lebih dulu kita temui. tapi jodoh adalah tentang dua orang yang terikat dalam suatu takdir, dan bersatu dalam sebuah naungan yang bernama pernikahan. aku rasa kamu cukup punya harga diri dan punya otak untuk mengerti semua itu." Kelasku


"Aku mencintai Meisha. Iya hidupku sekarang, dan masa depanku. Kamu adalah masa laluku dan tidak semua masa lalu bisa aku bawa ke masa sekarang atau masa depanku. Dan kamu adalah masa lalu yang enggak mau aku bawa kemanapun"


Queen melongo mendengar pernyataan Satria. "Sat---" potong Queen

__ADS_1


"kamu masa lalu, itu cukup titik kamu harus mulai melihat bahwa aku punya hidupku sendiri sekarang. Begitu juga seharusnya kamu. Kamu layak hidup dan mencari duniamu sendiri. Dengan atau tanpa aku, hidupmu nggak akan berubah. Jadi, sekali lagi aku perjelas untuk menegaskan aku mencintai Meisha." Satria berhenti bicara, satu tangannya masih mencengkeram pergelangan tanganku ini yang tadi hampir menamparku. Eh? Kapan Satria tiba?


"Satria....." Suara Queen terdengar bergetar, matanya tidak lagi menggambarkan kemantapan. sekarang hanya ada kata terluka yang dapat menggambarkan sorot mata perempuan cantik itu.


"Aku kira urusan kamu udah selesai di sini. Nah, pintu keluar ada di sebelah sana." Ucap Satria, ia melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Queen dan merangkulku protektif.


Queen mendengus tidak percaya, "aku nggak pernah memperkirakan sebelumnya kalau aku bakal mendapati kata-kata itu langsung dari mulut kamu. Ya.... Mungkin memang kamu nggak layak untuk aku perjuangkan Sat." Ucap Queen.


Satria tersenyum tipis mendengar kalimat akhir Queen. Tidak layak untuk dia perjuangkan? Hah! Yang situ ingin perjuangkan itu suami orang, ya jelas tidak layak untuk diperjuangkan.


"Dan dengan senang hati aku menjadi seseorang yang nggak layak kamu perjuangkan."


Duh, sepertinya perkataan Satria jleb banget sampai membuat Queen langsung berbalik kesal, dan menyambar tasnya yang ada disofa tadi. Kemudian keluar dari rumahku diiringi suara bantingan pintu. Astaga, pintu aku.

__ADS_1


Aku mendengus memutar mataku melihat kelakuanku Queen. Aku jadi tidak habis pikir kenapa Satria bisa-bisanya pernah punya hubungan dengan perempuan seperti itu.


__ADS_2