
Sudah sebulan sejak kejadian itu, penyesalan masih melekat di hati Samudra yang sedang berjalan menyusuri koridor dengan semua orang memberikan hormat padanya. Dia sedang menerima predikat sebagai pahlawan yang telah memusnahkan sindikat si perawan yang ternyata adalah sekte pemujaan sesat yang berambisi untuk mengubah tatanan dunia sebagaimana mereka inginkan. Di luar, wartawan sudah berkumpul bersama para petinggi militer dan pemerintahan lainnya, tentu saja Marcus Callum yang dulu pernah dihajarnya di parlemen saat ketahuan korupsi juga hadir secara tidak langsung, dia menonton siaran ini di televisi umum di penjara bersama tahanan lainnya, ada juga beberapa orang dulunya seorang rekan juga hadir.
Siapa sangka Petra hadir di acara ini bersama kedua orang tuanya, siapa sangka Eve Oakrose sedang menyamar sebagai polisi di sini, siapa sangka Elish DeCapel juga hadir dengan seragam angkatan udaranya di sini, siapa juga yang menyangka bahwa komandan Januri kini ditahan seumur hidup karena anaknya adalah dalang dari si perawan.
Semua ketidaksangkaan itu berakhir ketika presiden menyematkan medali di dada kirinya, medali yang dikalungkan, surat-surat penghargaan, dan bahkan pernyataan resmi mengenai Samudra yang kini resmi diterima sebagai komandan di Fertena Republikian Te Acial Milita de Police, atau Satuan Polisi Militer Independen Republik Asia Serikat, sebuah organisasi militer yang baru didirikan untuk menumpas ******* sebagai tujuan utama.
Semua orang bertepuk tangan ketika presiden memberikan tangannya dan saling berjabat tangan menghadap kamera, semua orang di negeri ini akhirnya tahu, mereka kedatangan satu orang lagi pahlawan, dan lagi sangat muda, belum menginjak 20 tahun dia hidup di dunia ini.
Para pejabat beridiri memberikan tepuk tangan, Putri yang kini hidup di kursi roda dengan kaki palsunya harus pasrah karena tidak bisa ikut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah pada Samudra Safir yang termahsyur.
__ADS_1
Pemberian penghargaan ini bukan hanya untuk Samudra, namun juga untuk mendiang kakaknya. Tercatat dalam sejarah modern bahwa seorang pemuda jenius berumur 17 tahun telah mencegah dan menghabisi si perawan, juga berkontribusi pada ilmu pengetahuan tentang temuannya seperti senapan dematerialisasi yang akan meleburkan atom sasarannya, kamera nirkabel yang bisa menempel di mana saja, tameng kejut, Candela, dan lain-lain. Presiden berkata bahwa dia amat bangga dan takjub dengan pencapaian pria sederhana dan rendah hati ini.
Semua pernyataan yang dikatakan presiden disiarkan secara langsung di seluruh saluran tv nasional dan beberapa saluran tv internasional. Tentu saja, Vianji yang sedang menyapa pelanggannya di cabang Harphia juga turut bahagia ketika tunangannya mendapatkan penghargaan sedemikian hebat.
Kini restoran milik Langit sudah sangat besar hanya dalam waktu sebulan, meraih penghargaan pelayanan terbaik, kebersihan terbaik, Cout de Etude karena kehebatan kokinya, dan tentu saja karena semua itu, restoran ini mendapatkan sertifikasi bintang 6.
Semua berkat Langit yang menuliskan SOP perusahaan dengan rapi, dan matang.
"Hei, aku mendapatkan penghargaan dari presiden." adalah kalimat paling awal yang dia katakan kepada kakaknya, dia ingin pamer, namun tidak ada reaksi dingin dari kakaknya yang menghangatkan dirinya. Setelah itu dia berbicara sendiri hingga Putri datang.
__ADS_1
Tangannya cukup kuat untuk orang yang sedang menunggu jadwal operasi kaki sibernetik, sehingga dia bisa pergi kemari sendirian tanpa menggunakan bantuan mesin yang membuat roda di kursi itu berputar dengan sendirinya.
Putri tersenyum, Samudra tersenyum. Putri bertanya apakah rencana Samudra berikutnya setelah ini. Lawan bicaranya menjawab bahwa dia akan mencoba melupakan penyesalannya dan hidup dalam damai sebagai seorang komandan kepolisian militer independen. Putri hanya tertawa ketika mendengar jawaban dari Samudra, tapi mau bagaimana lagi, Samudra adalah gadis berhati murni, tidak banyak orang sepertinya yang cukup tegar untuk menjalani hidup. Setelah bertukar kabar, Samudra pergi meninggalkan Putri sendirian bersama Langit yang ada di tempat lain.
Putri memandang ke atas, dia memandangi langit yang begitu luas dengan awan sirus dan nimbus tipis, juga beberapa jejak pesawat jet di langit, membuatnya makin merasa damai ketika angin sejuk menghampiri tengkuknya. Sambil mengambil kotak makan siang di saku samping kursi rodanya, Putri memejamkan mata sambil menikmati angin di tengkuknya.
"Sampai bertemu lagi, Langit." Katanya berbicara sendiri sambil mengeluarkan Phyton yang pernah dia berikan pada Langit sebagai hadiah keluar dari rumah sakit.
Putri mengangkat pistol tersebut dan mengarahkannya ke kepalanya sendiri.
__ADS_1
Air mata menetes dari dagu Putri, suara tetesan air mata yang tidak terdengar itu sangat kontras dengan suara ledakan dari tangannya yang begitu keras.
"Hari yang indah untuk bertemu teman lama, bukan begitu, hm?"