
"Lalu bagai mana jika tuan SU mengancam seperti itu apa yg akan dia lakukan" clarisa panik
"tuan muda bisa saja melakukan hal apapun menghancurkan usaha orang lain mempersulit hidup orang lain atau bahkan membunuh nya,walau saat marah ia tidak meledak seperti bom tapi tindakan yg ia lakukan seperti manusia yg nerdarah dingin" feng sangat khawatir
"Apa dia sudah tidak waras" clarisa gemetar ketakutan
"menurutnya orang yg berani mengusiknya berarti dia sudah berani menggali kubur untuk dirinya sendiri" jelas feng
"Dia bukan manusia tapi dia moster" clarisa keringat dingin dan gemetar
"Aaaaaaaa..." Suara teriakan dari arah kamar ansel
"Tuan muda..!" feng dan clarisa plberlaru menuju kamar ansel
"Argh tolong aku fengbaku tidak kuat arghhhhh.." ansel meringkuk di lantai dengan memgang kuat kepalanya
"Tuan muda kau sudah minum obatnya" feng sangat panik
"obat sialan obat tak berguna arghhh feng tolong ini sangat sakit"ansel terlihat jelas kesakitan feng langsung menghubungi dokter
__ADS_1
clarisa yg melihat kondisi ansel nampak bingun ia sungguh mengasihani ansel yg begitu kesakitannya tapu ia juga gemetar takut mendengar penjelasan feng tadi
"Arghhh ini sangat sakit,arghhh " ansel trus teriak kesakitan
dengan rasa kasihan yg mengalahkan rasa takutnya clarisa mendekati ansel
"tuan muda tenang tuan muda,feng sedang memanggil dokter tuan muda sabar" clarisa nampak panik ntah kenapa ia menangis
ansel yg kesakitan mencengkram erat tanggan clarisa hingga mengeluarkan sedikit darah tapi clarisa menahannya dan tidak lama kemudian ia ansel pinsan
"Tuan feng tolong,tuan bangun tuan tuan bangun"clarisa menangis panik
Setelah beberapa saat dokter memeriksa ansel
"dokter dokter bagaimana dengan kondisi tuan SU" clarisa nampak sangat khawatir.
"kondisinya sejauh ini baik,tuan feng bukan nya aku sudah mengingatkan jangan sampai ia memakan kismis itu akan ber akibat buruk padanya" dokter dengan tegas
"maafkan saya dokter saya pun tidak tau jika di makanan yg dia makan mengandung kismis" feng merasa bersalah
__ADS_1
"tunggu nona lengan mu" dokter melihat luka di lengan clarisa
"Aku tidak apa* hanya luka kecil" clarisa pun tidak sadar tangannya terluka karna terlalu khawatir pada ansel
"kesini biar aku obati" dokter itu mengajak clarisa duduk di bangku dan mulai mengibati luka clarisa
"dokter sebenarnya apa yg terjadi dengan tuan SU?" clarisa tetap mengkhawatirkan ansel walau sesekali ia meringin menahan perih lukanya yg sedang di obati dokter
"Tuan muda memiliki trauma mendalam ketika kecil yg mempengaruhi pikirannya,dan salah satu kandungan yg berada di dalam kismis mengundang reaksi hebat pada tubuh nya kami pun belum tau apa alegi yg di alami sebenarnya oleh tuan muda,tapi kali ini menurutku reaksi kismis itu tidak terlalu parah biasanya ia sampai mimisan atau sesak nafas,ini adalah kali keduanya ia mengalami alergi kismis" penjelasan dokter
"apa separah itu..?Lalu bagaimana ia akan sembuh?" clarisa nampak sangat khawatir
"berikan ia obat nya,dalam waktu 10-20 hari ia akan membaik" dokter
"Apa selama itu?" ujar clarisa
"ya karna ia mengalami reaksi itu bukan murni alergi akan kismis tapi trauma yg mendalam di pikirannya,sudah selesai" sang dokter selesai mengobati luka clarisa dan memutupnya dengan kasa
"Apa ini luka karna cengkraman tuan muda?" dokter memberikan ekspresi berbeda
__ADS_1