Presdir Bersalju

Presdir Bersalju
BAB 32


__ADS_3

di ruangan ansel ia masih marah lalu kemudian yg membeli makan itu pun akhinya tiba


"Akhirnya kau datang,berikan pada ku"gery merasa lega karna makann yg di pesan ansel datang "tuan ini makanan anda" gery memberinya pada ansel


"apa kah yg membeli makanan ini mati di jalan begitu lama ia baru sampai" ansel melonggarkan dasinya dan mulai makan


"Cuih makanan apa ini,sungguh tidak enak,ayok pergi ke restoran xx aku ingin makan di sana" ansel bangkit dan pergi meninggalkan gery dan kurir yg masih ngos*na dari tadi


"Ya tuhan jika dia bukan bos ku sudah ku bejek* ia" gemas gery


"apa kau berbicara sesuatu taun gery" ansel melirik mencekam


"Tidak tuan" gery menunduk


ansel menuju ke restoran xx untuk makan di sana ia melihat clarisa yg sedang berbincang dengan daniel seperti sangat akrab tanpa tunggu lama ansel langsung duduk di tengah* merka


"tuan SU apa anda tersesat" tanya daniel


"tentu tidak,di mana ada wanita ku di situ pasti ada aku" ucap ansel


"apa kau bilang" clarisa kesal


"apa kau keberatan clarisa.??" tanya ansel menakutkan clarisa hanya memalingkan wajahnya


semenjak ansel datang suasana menjafi hening hingga menunjukan waktu istirahat hanya tersisa 15 menit


"waktu nya habis saat nya bekerja kembali"ansel menarik clarisa

__ADS_1


"apa tunggu" ucap clarisa tergesa*


"tunggu nona clarisa,bisa kah kita maka bersama lai kali" ujar daniel


ansel pun berhenti begitupun clarisa


"tentu saja tuan daniel" ucap manis clarisa yg kemudian langsung di tarik ansel


"Gadis centil ini" ansel marah


mereka masuk ke mobi dan menuju kantor


"tuan SU kau ini apaan sih,ini kali keduanya kau mengacau ku makan bersama teman ku" ucap marah clarisa


"bisa kah kau tahan harga sedikit" ucap ansel


"apa maksudmu" clarisa makin marah


"apa urusan mu,lagi pula aku makan bersama teman hukan untuk berkencan" jawab clarisa memalingkan wajah


"bukan urusan ku,sekarang semua taunya kau kekasih ku,lalu apa yg mereka pikirkan jika melihat kau bersama laki* lain" ansel kesal


"mengapa harus perduli,toh kita tidak ada hubungan apa*" clarisa mengelak


"Kau," ansel menekan tubuh clarisa dan mendekat ke wajah clarisa


"dengarkan aku,mulai hati ini kau adalah wanita ku,aku tak memintamu menjawab setuju atau tidak menurut ku jawabannya sama kau adalah wanitaku,jangan coba* bermain dengan ku jika kau ingin selamat" ancam ansel

__ADS_1


jantung clarisa hanya bisa berdetak kencang dengan wajah yg merah merona


ansel bangun dari atas clarisa dan membenarkan dasi dam jasnya


"(perasaan apa ini mengapa jantungku berdetak sangat kencang,dan wajah ku terasa panas ahhh tidak ini tidak bole terjadi)" clarisa dengan lamunannya


Sesampainya di kantor


ansel bersiap rapat bersama dengan clarisa


di sana juga ada nindy yg ikut sebagai perwakilan ayah nya karna salah satu pemegang saham


Mereka rapat untuk membahas peluncuran produk ponsel keluaran terbaru dengan berbagai fitur canggih


saat di tengah rapat


"tunggu dulu,cincin berlian ku di mana vincin berlian ku" hesteris nindy yg sangat panik


"ada apa nona nindy" jun salah satu pemegang saham lainnya


"cincin berlian ku hilang tadi aku memakainya lalu saat aku ingat cincin itu sudah tidak ada huhuhu,itu hadiah ulamg tahun dari ayah ku tahun lalu" tangis nindy


"tapi apa kau yakin kau memakainya" jun memastikan


"ya aku sangat yakin,aku memakainya huhu" nindy nampak sedih


"tuan muda SU bagai mana di perusahaan SU ini bisa ada pencurian" tekan para pemegang saham

__ADS_1


"tenang,clarisa umumkan pada semua kariyawan berkumpul di lantai dasar tanpa terkecuali" perintah ansel


"baik tuan" clarisa menurut


__ADS_2