Presdir Bersalju

Presdir Bersalju
BAB 22


__ADS_3

Jam pulang kerja tio mengajak clarisa ke sebuah cafe untuk berbincang* mereka duduk berdua minum coffee


clarisa berfikir tio akan kerumah nya ia pun tidak ingin kembali ke villa SU untuk saat ini jadi ia memutuskan memberi tau tio segalanya ia menceritakan segalanya


"Oh jadi seperti itu masalahnya" tio coba memahami yg telah di jelaskan clarisa


"yah,jadi aku berharap ka tio bisa merahasiakan pada ayah dan mama saat di rumah nanti,bilang saja ka tio menjemput ku dari tugas di luar kota itu" clarisa menunduk dan nampak sangat sedih


"baiklah aku akan membantu mu" tio memegamg kepala clarisa dan tersenyum


"Oh ia katanya ka tio mau ngomong sesuatu ka tio mau,membicarakan ap" clarisa mengangkat wajahnya


"Nggak ko nggak apap,nggak terlalu penting juga (di suasana hati kamu yg seperti ini tidak mungkin sepertinya aku bilang ini sekarang,baiklah masih banyak lain waktu)" gimam tio


mereka berbincang tertawa dan setelah beberpaa saat tio mengantar clarisa pulang ke kediaman orang tua nya


Di villa keluarga SU

__ADS_1


"Tuan ini cukup larut sepertinya nona clarisa tidak akan kembali ke rumah ini malam ini' Feng menghampiri ansel yg sedari tad kotai duduk di ruang tengah dengan bukunya


"aku tidak menunggunya" ujar ansel dengan wajah datar,lalu bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar nya


"Tuan muda" feng hanya bisa menghela nafas


Keesokan Harinya


"Risa..." teriak Wanita dari jauh menghampiri clarisa


"Welcome back cantik,aku udah dengers semuanya bahkah jadi gosip terhot sekantor,berani* nya si tua kang melakukan hal seperti itu pantas saja saat kamu terlambat dan membuat kita kehilangan klien besar dia hanya memindahkan tugas mu ke pabrib produksi ternyata memiliki masud tertentu,ya tentu saja dengan tempramen kang yg seperti itu dia bisa saja dengan mudah memecat kamu" ujar mira clarisa hanya tersenyum


"uhh tapi aku benar* bahagia kamu kembali lagi ke kantir ini semua terasa sepi" mira dan clarisa berpelukan hanya


"uhuk.." riko datang " nona clarisa tuan muda menunggua anda diruangannya"


"baik" clarisa melepaskan pelukan mira dan meninggalkan mira sambil saling melempar senyum pada mira

__ADS_1


"(ntah apa lagi yg di mau manusia yg amat meneybalkan ini)" guamam dalam hati


Clarisa dan riko pun sampai di ruangan ansel


clarisa berdiri dengan angkuh nya tanda ia masih kesal


"Nona,karna kasus ini sudah selesai jadi nona bisa kembali ke kantor untuk berkerja mulai hari ini,dan tuan akan menaikan gajih sebanyak 10% dan mengankat anda menjadi supervisor di kantor" jelas riko


"(naik jabatan dan naik gajih,ini sangat menguntungkan tapi kenapa aku tidak bahagia)" clarisa dalam hati


"Kenapa apa itu kurang" ujar ansel


"orang yg memiliki kedudukan memang luar biasa bisa mengkambing hitamkan seseorang dan bisa saja mengangkat dengan caranya sediri yg luar biasa" cetus clarisa


"bukan kan konpensasi yg ku berikan sudah sangat lebih dari yg terjadi,lagi pula siapa yg mengkambing hitamkan kamu,segalanya terungkap tanpa mencoreng namamu sedikit pun" ansel menatap tajam


"ya tapi teror yg menyerangku emmbuat mentalku benar* terganggu di tambah lagi waktu yg ku habiskan selama ini untuk menyelidiki kakus yg sebenarnya sudah terungkap" clarisa membuang muaknya dan membusungkan dada

__ADS_1


__ADS_2