
di ruangan ansel
"Ternyata kekasih ku sudah datang:" pandnag tajam ansel pada clarisa yg baru datang
"(apa*an ini sepertinya dia mengdengar semuanya tadi,ahh bodoh sekali aku berani menantang gadis itu dengan berbicara seperti itu sampai terdengar oleh manusia menyebalkan ini)" gumam clarisa sambil manyun
"Sepertinya kau sangat senang dengan menganggap mu kekasih ku nona clarisa" ansel sinis
"Hei apa*an ini cukup,cih bahagia apa yg ada aku sengsara ntah apa yg akan di lakukan wanita itu pada ku kelak" clarisa marah campur gugup
"oh ya bukan kah kau yg bilang dengan lantai kalau aku sangat mencintai mu" lirik ansel
"ti ti tidak mana ada aku berbicara seperti itu" clarisa memalingkan muka dan gugup
"benar kah apa telinga ku bermasalah" ansel mengorek telinganya dengan jarinya "kita saling mencintai,uh memang sepertinya telingan ini yg bermasalah" ledek ansel
"Hey cukup apa yg kau bicarakan" clarisa mengamuk menggebrak meja ansel mereka pun berdebat layaknya kucing dan anjing
"Tuan muda,baru kali ini aku melihatnya yg begitu hangat pada seorang gadis" bisik riko
Setelah 20 menit perang mulut di antara ansel dan clarisa
mereka terduduk lemas
__ADS_1
"apa sudah selesai" ujar riko perlahan
"DIAM" ucap bersamaan clarisa dan ansel riko kaget dan langsung diam
"ehem,,ehem,," ansel merapihkan dasinya clarisa meliriknya
"karna kau sudah mengakui kita adalah sepasang kekasih" ujar ansel sok cool
"kapan aku bilang itu" clarisa membara lagi
"aku tidak perduli kau mengakui nya atau tidak,tapi yg terpenting adalah,kamu sudah menempatkan dirimu dalam masalah besar kamu hanya punya dua pilihan rasakan masalah yg sudah kau buat atau berkerja sama dengan ku" ansel dengan tenang nya
"apa aku tidak memiliki pilihan ke tiga" lirik clarisa
"cih dari pada harus bekerja sama dengan mu lebih baik aku menanggung semua nya sendiri" clarisa dengan sombongnya
"baiklah jika itu keputusan mu,setelah kau di keluarkan dari SU international ini,kamu tidak akan di terima kerja di mana pun di seluruh penjuru negri ini" ansel dengan santai nya
"Apa bagai mana bisa " clarisa terngaga
"ya,kau bukan hanya menyinggung nona nindy tau Tuan besar SU" jelas ansel
"tapi ap yg aku lakukan" clarisa menangis lirih
__ADS_1
"sepertinya aku tidak perlu menjelaskan nya lagi kau sudah tau masalah nya" ansel
"jika aku bekerja sama dengan mu apa yg harus aku lakukan?' ujar clarisa ragu*
"mudah saja kau jadi kekasih ku dan ikuti semua perintah ku" ansel memain kan pulpen nya
"apa dasar mesum" clarisa memeluk erat badannya
"Hey gadis bodoh siapa yg mau pada tubuh mu,wanita boncel" ansel kesal
"apa kau bilang wanita boncel" clarisa marah merkea pun beradu mulut lagi
"aduh mereka mulai lagi" riko nampak pusing melihat mereka berdua
setelah 10 menit adu mulut
"aku tidak suka perjodohan dan aku membenci wanita kebanyakan wanita hanya pura* lemah padahal ia licik" ujar ansel
"hey kau sedang berbicara dengan wanita" lirik clarisa sambil duduk lemas
"jika kau setuju kau akan dalam perlindungan ku,tpi jika tidak pun aku tidak akan memaksa" ansel santai
"Baiklah aku setuju" clarisa setuju dan mereka berjaba tangan
__ADS_1