Presdir Bersalju

Presdir Bersalju
BAB 6


__ADS_3

setelah makan malam selesai clarisa menghadap laptopnya dan melakukan pekerjaan


"Tok..tok" suara ketukan pintu


"ia silahkan masuk" ucap klarisa


"nona tuan muda memanggil anda ke ruang kerja nya" ternyata adalah feng


"oh ia pak aku kesana" clarisa tanpa menoleh lalu feng pergi


setelah ia mematikan laptopnya ia pergi mencari ruang kerja ansel


"rumah ini snagat luas,aku mana tau letak tempat kerjanya si menyebalkan itu" clarisa mencari kesana kesini membuka satu persatu kamar tapi bukan ruang kerjanya


"Ahh tuhan,aku lelah untuk mencari ruang kerja manusia itu aku harus mengelilingi rumah ini sungguh melelahkan, eh tunggu apa itu?" ia masuk ke dalam ruangan


betapa terpesonanya clarisa melihat lukisan yg begitu indah,,


"ini menakjubkan karya yg luar biasa" ia menghampiri lukisan tersebut satu persatu tiba*


"nona clarisa anda di sini rupannya tuan muda sudah sangat marah sekali dari tadi menunggu anda" feng nampak cemas


" maaf tuan feng,aku tidak tau dimana ruangan tuan muda dan mencari nya ,aku sudah memutari seisi rumah tapi itu bukan ruangan nya" ucap clarisa kaget

__ADS_1


"baiklah ikuti aku" tuan feng menuntun clarisa menuju ruang kerja ansel


"kemana para pelayan tuan feng,apa mereka sudah tidur,dari tadi aku mengelilingi rumah ini tak ada orang satupun" clarisa heran


"para pelayan ada di ruangan tuan muda"jawab tuan feng


"Apa mereka sedang apa?" clarisa


"berjaga jaga saja jika mana tuan muda membutuhkan sesuatu" jawab lembut feng


"Cih ,,manusia menyebalkan itu hidupnya sungguh manja" clarisa nampak kesal "tunggu masih ada lorong lagi ke arah sana ya tuhan rumah ini sebesar apa,jika aku pemilik rumah ini aku akan membuat pangkalan ojol untuk mengantarkan aku dari kamar ke ruang kerja jaraknya sangat jauh" clarisa nampak takjub


Sesampai nya di ruangan ansel


"Gadis bodoh kau membuatku menunggu" ansel nampak kesal


"( apa gadis bodoh ) ,maafkan saya tuan muda,saya tersesat mencari ruangan anda" ucap clarisa memelas


"dasar bodoh di dalam rumah saja tersesat" ansel trus memainkan laptop nya


"Sungguh dia manusia yg sangat menyebalkan,rumahmu yg terlalu besar sehingga aku bingung berada di dalamnya" dumal clarisa dalam hati


"Hay gadis bodoh harusnya kau tau apa maksudku memanggilmu kesini,lalu kenapa kau diam?" ujar ansel

__ADS_1


"aku sendiri tidak tau kenapa aku di panggil ke sini" clarisa memalingkan wajahnya


"kau benar* gadis bodoh gadis yg sangat bodoh" ansel kesal


"tapi aku memang tidak mengerti mengapa aku di panggil ke sini" clarisa coba berfikir keras


"kuhitung sampai sepuluh,jika kau tidak ingat enyah saja kau dari muka bumi ini" ansel benar* kesal


"Satu dua.." ansel trus menghitung


"tutunggu..(ayok clarisa mikir mikir kenapa kau di panggil kesini ayok mikir) tbtb tersirat perkataan riko (kau harus melapor setiap harinya)" clarisa berfikir keras


"Tujuh ,,,de" ansel


"tunggu tunggu aku ingat" clarisa memotong hitungan ansel


" Baiklah,kalian semua keluar" perintah ansel


"Baik tuan muda" semua pembantu dan feng keluar menyisakan clarisa dan ansel


"Duduk lah apa kau akan terus berdiri di situ" ansel memandang tajam clarisa


tanpa basa basi clarisa tangsung menghampiri meja dan duduk di bangku yg ada di hadapan ansel

__ADS_1


__ADS_2