Presdir Bersalju

Presdir Bersalju
BAB 23


__ADS_3

"tunggu nona sepertinya anda salah paham,tuan muda baru tau beberpaa minggu ini,tapi kami berniat menangkap tuan kang dengan bukti yg benar* kuat agar bisa menjebloskannya tanpa sulit dan bukti yg kami miliki belum cukup jadi tuan memutuskan nona clarisa menyelidiki untuk memberikan banyak bukti dan saksi akurat di pengadilan nanti' riko


"Baiklah aku sudah tidak perduli,karna ini selesai jadi urusan ku dengan kasus ini selesai,nanti sore aku akan mengambil barang* ku dan pergi dari kediaman SU,terimakasih" clarisa menundukan badanny dan pergi meninggalkan ruangan ansel


"Ini menjadi semakin menarik" ansel tersenyum licik


"ini semua sudah berakhir tapi kenapa hati ini seolah tidak rela lepas dari kediaman SU, ah apa yg aku pikir kan semua nya akan jadi lebih baik mulai sekarang" clarisa menggeleng* kan kepalanya


"Risaaaa,aku sama ka tio mau ajak kamu makan siang bareng buat rayain kebebasan kamu dari tuduhan ini,dan katanya dia yg traktir loh" mira datang mengelendoti clarisa


"oh benar kan,? baiklah aku benar* lapar jadi aku pasti akan makan banyak nanti" clarisa semangat mereka pun berbincang dan menuju meja kerjanya


Setelah beberapa jam waktunya istirahat clarisa dan mira menunggu di depan kantor


"maaf ya nunggu lama" mobil berhenti di depan mereka


"nggak ko ka" mira nampak sangat sumringah menarik clarisa masuk ke mobil


mereka berlalu bersama mobik itu


dari ruangan ansel menatap mereka sedari tadi dengan wajah sinis


dua hari kemudian...

__ADS_1


"Ughh,,pekerjaan ini sangat melelahkan" jam 3 sore clarisa merentangkan badannya


"oh ternyata kekasih seorang ansel hanya kariyawan rendahan,cih pantas saja paman bilang padaku ansel hanya berbohong" seorang gadis dengan sombong nya berdiri di samping clarisa


"(gadis ini sepertinya tidak asing,apa sebelumnya aku pernah bertemu dengannya)" clarisa memandang gadis itu


"Hey bodoh apa yg kau lihat" ujar gadis itu medebrak meja clarisa


"oh ia kamu,wanita yg mengejar* tuan muda SU kan" clarisa bari ingat


"apa kau bilang" ternyata gadis itu adalah nindy ia nampak sangat kesal


"oh ia nona nindy,anda mencari saya apa ada leperluan dengan saya" clarisa tersenyum manis


"atau apa?" clarisa pura* bodoh


"atau kau tanggung sendiri akibat nya" nindy mengancam


"oh benarkah,lalu aku harus bagai mana tuan muda SU sangat mencintai aku apa yg aku bisa lakukan" clarisa meledek


"cih orang tidak tahu diri seperti mu,jangan kan jatuh cinta menoleh pun tidak akan" nindy dengan sombong nya


"kami pasangan kekasih yg saling mencintai haruskah terpisah hanya karna kerikil kecil" clarisa mendramatis keadaan

__ADS_1


"Kau.." nindy mengayunkan tangannya mencoba menampar clarisa clarisa menoleh dan memejamkan mata


"siapa yg berani menyakiti kekasih ku" tangan nindy di tahan ansel yg tiba* datang


"An,,ansel kau si sini" nindy berkeringat dingin


"(apa dia ,aduh apa dia mendengar semua percakapan ku dengan wanita ini,uh sial ini sanag memalukan)"clarisa mengintip dan bergumam


"beraninya kauenghina kekasih ku di kamtor ku" ansel menghempas tangan nindy


"ansel tunggu,ini bukan yg seperti kamu kira,wanita tidak tau malu ini sudah menghina ku" nindy membela diri


"pergi dari sini" ansel membenarkan jas nya


"tapi tapi tapi aku" nindy coba mendekati ansel dan ansel mengelak dan pergi


"jangan pernah datang lagi,dan jangan coba* menganggu kekasih ku" ansel menghentikan langkah nya "sayang bisakah kamu ke ruangan kua" ansel menoleh nakal ke arah clarisa


"Apa.." clarisa kaget


"mengapa jadi seperti ini " nindi duduk terkulai lemas " gadis kurang ajar tunggu saja pembalasan ku jika aku tidak bisa memiliki ansel,tak ada satu pun yg bisa memilikinya" nindy memandang sinis clarisa


clarisa yg melihat ekspresi nindy ketakutan

__ADS_1


"Aaa baik tuan muda su aku kesana" clarisa bangkit dari duduknya dan lari terbirit* menuju ruangan ansel


__ADS_2