
jam menunjukan pukul 9 malam tapi ansel mengalami panas tinggi hingga 39.7' clarisa dengan senantiasa mengompre ansel sambil ngengecek suhunya sesekali
setiap suhunya naik ansel selalu mengigau
"jangan pergi jangan tinggalkan aku,aku takut sendiri tolong jangan pergi" saat mengigau ansel memegang erat tangan clarisa dan clarisa pun memegang erat dengan kedua tangannya dan ansel berhentu mengigau jam trus berjalan hingga pukul 02:00,hingga suhu ansel kembali normal,tapi clarisa yg tidak bisa meninggalkan ansel tidur di sampingnya
Pagi hari ansle bangun dati tidurnya dan melihat clarisa tidur di smapingnya dengan tangan yg trus menggenggam
"Gadis ini,sedang apa dia di kamar ku (ansel memegang kepalanya dan mendapati kain untuk mengompres) ini apa kah dia yg sudah menjaga ku" ansel bingung
"tuan muda sudah bangun" feng datang membawa bubur untuk sarapan ansel
"feng,bagaimana gadis ini"ansel masih bingung
"ya tuan, nona clarisa menjaga anda semalaman ia ingin kembali kekamarnya tapi setiap badan anda panas anda selalu mengigau tidak ingin di tinggalkan" jelas feng
"berarti,,cih gadis ini sepertinya ada maksud terselubung" ansel menarik tangan dari genggaman clarisa
__ADS_1
"tidak tuan" feng coba menjelaskan tapi di potong ansel
" wanita itu mahluk yg paling menjijikan di muka bumi ini sifat munafiknya tersembunyi di bawah kepolosan yg sok suci" ansel nampak sangat membenci wanita
"Argggh" ansel kesakitan
clarisa terbangun dan melihat ansel yg ke sakitan
"Tuan SU apa yg terjadi apa kepala mu sakit kemari biar aku kompres" dengan refleks clarisa langsung mengkhawatirkan ansel
" lepas ,keluar dari kamarku janga pura* baik simpan kemunafikan mu untuk orang lain" ansel menepis tangan clarisa
"kau tidak mendnegarku aku bilang pergi" ansel marah
"Kau laki* yg tidak tau terimakasih" clarisa nampak sedih dan berlali ke kamarnya
"mengapa aku menangis,dia siapa ku aku baru mengenal dia akhir* ini tapi saat ia mengusirku dan bilang aku munafik kenapa rasanya sakit sekali di sini" claris memegang kuat dada sebelah kirinya dan menangis
__ADS_1
Satu jam kemudian clarisa keluar kamar dan bergegas pergi ke kantor
Sesampainya di kantor..
"Tunggu risa kau terlambat" ujar kang yg menghadang nya di depan
"tuan kang,mohon maaf ada maslah dalam perjalanan jadi saya terlambat" clarisa membungkukan banannya dan mengucapkan lantang sambil menutup matanya
"Apa kau tau gara* keterlambatan mu rapat dengan klien dari kota C gagal dan kita mengalami kerugian apa kau tau itu" tuan kang sangat marah
"maaf tuan tapi saya benar* mengalami kendala di perjalanan hingga menyebabkan saya terlambat" clarisa coba menjelaskan
"alasan mu terlalu klasik,karna alasan itu kita kehilangan klien,kau mau menanggung ganti ruginya" kang teriak* pada clarisa hingga satu kantor menonton "Gaji mu ku potong 30% sleama tiga bulan dan bagaimana pun kamu harus pergi ke kota C untuk membujuk klien yg di kecewakan oleh mu" kang yang sangat marah dan pergi meninggalkan clarisa
"30% Arhhggggg" clarisa yg pusing tidak mau menambah pusing pikirnanya dengan apa yg di bilang kang ia pun menuju mejanya
"Kau kena marah tuan kang" mira menghampiri clarisa
__ADS_1
"seperti yg kau lihat" clarisa langsung memainkan komputer di depannya
"jika di pikir* pantas tuan kang marah kau berangkat kerja telat selama 2 jam dan menyebankan kehilangan tender besar? aku aneh mengapa dia hanya memotong gaji mu bukan memecat mu" mira berfikir serius