Presdir Bersalju

Presdir Bersalju
BAB 25


__ADS_3

Keesokan harinya


"Ntah apa yg ku pikirkan kenapa bisa berurusan dengan manusia yg menyebalkan itu" clarisa mendumal masuk kantor


"Selamat pagi nona clarisa" beberpa orang berdiri nampak menunggu nya


"Ap ap apa apaan ini" clarisa terkejut


"nona clarisa tuan muda menunjuk anda sebagai sekertarisnya dan menemani kegiatan tuan muda" jelas riko


" APA..? la lalu kau?" clarisa kaget


"Aku akan menggantika tuan kang" ujar riko nampak baghagia "(akhirnya aku terlepas dari tuan muda yg mengerika itu)" gumam dalam hari riko


"ba bagai mana bisa ,aku tidak mau" clarisa menolak


"oh kadi berani menolak" tiba* datang ansel dengan setelan jas berwarna abu* bersepatu hitam mengkilat rambut yg tertata rpaih berdiri tegan dengan memasukan kedua lengannya ke dalam saku celana


"Ka kau" clarisa terkejut


"ikut aku kita harus menghadiri pertemuan di kantor xx" ajak ansel yg trus jalan menuju ruangan nya


" tenang nona,jauh di dalam lubuh hatinya tuan muda orang yg baik dan hangat" bisik riko pada clarisa

__ADS_1


"baik hangat gigi mu,orang dingin seperti salju itu mana punya perasaan seperti itu" claris maju dengan kesal nya


Di ruangan ansel


"ini dokumen yg harus kamu presentasikan di pertemuan rapat nanti" ansel memberikan setumpuk dokumen


"Ya tuhan,kenapa kau tida sekalian membunuh ku saja" clarisa keberatan dan mengeluh


"oh iya kenapa tak terpikirkan sebelumnya,jika kau mati bukan kah semua masalah akan selesai" ansel berlaga berfikir


"Arghh ,,kamu benar* menyebalkan" clarisa benar* kesal


setelah merapihkan beberapa dokumen dan riko juga menjelaskan beberapa point pentngnya clarisa dan ansel pergi menuju kota xx


"(huh mengapa aku harus ada di posisi seperti ini,baru saja terlepas dari cengkraman tuduhan penyalagunaan uang perusahaan,sekarang malah di sini berasamanya pura* menjadi kekasih nya,tuhan apa ada yg lebih sial dari ini)" gumam claris


Ansel melirik


"Aku tau aku tampan tapi cukup jangan trus meliriku,jika tidak kau akan jatuh cinta kepada ku" ansel masih memejamkan matanya


"Apa..!" clarisa kaget dan wajahnya memeraha "(ntah kepercayaan dari mana yg ia miliki)"


sesampainya di kota xx meraka rapat dengan lancar dan presentasi yg di berikan clarisa pun lumayan bagus karna sebelumnya telah di jelaskan oleh riko para anggota rapat tersebutpun keluar meninggalkan clarisa yg membereskan dokumen

__ADS_1


"Huft untung tuan riko menjelaskan secara detai tadi jika tidak,aku pasti akan sangat memalukan" ujar clarisa sambil merapihkan dokumen


"sa presentasi mu sangat menakjubkan" sapa tio yg ada juga di rapat tersebut


"eh ka tio,kaka terlalu memuji aku tidak sebagus itu" clarisa tertawa kecil


"mau makan siang bersama ?" tanya tio


"emph,,boleh" clarisa membereskan dokumennya dan pergi bersama tio ke restoran yg ada di bawah gedung tempatnya rapat


mereka berbincang bersama terlihat seru dan di iringi tawa* kecil dari kedua pihak


"Beraninya wanita ini" ansel memandang kesal sedari jauh


"iya ka,apa lagi pas si cowoknya nembak tapi taunya si ceweknya tidur ahaha ngakak banget sih itu ahahah" mereka membahas film yg belum lama ini mereka tonton bersama dengan mira juga


"iya ahaha" tio nampak sangat bahagia


"uhuk,,sepertinya aku menemukan meja kosong akhirnya setelah mencari lama" ansel duduk di sebelah clarisa


"Tuan muda su" tio sungkan


clarisa melirik ke arah cafe ada banyak bangku yg kosong dan malah yg di tempati ansel ada orangnya yaitu tio dan clarisa

__ADS_1


__ADS_2