Presdir Bersalju

Presdir Bersalju
BAB 26


__ADS_3

"tuan muda sepertinya penglihatan anda bermasalah" clarisa sinis


"lalu apa kamu memiliki masalah" pandangan ansel tajam


"Mana bisa kami bermasalah dengan Tuan muda SU yg terhormat" clarisa tersenyum menahan kesal


"baiklah itu bagus" ansel santai


"(apa yg terjadi dengan manusia ini)"guman clarisa


mereka makan bersama suasana yg tadi asik berubah menjadi hening setelah ansel meneguk bebeapa kopi hitamnya ia bangkir dan menarik clarisa


"ayok kita masih banyak urusan" tarik ansel


"Tunggu kue ku" clarisa nampak sedih kue yg di pesannya belum habis


"aku bisa membelikan sepulu untuk mu jika kau masih mengingginkannya" uajar ansel


"benar* orang kaya yg sombong" clarisa manyun tio hanya bisa diam melihat kejadian itu


mereka menuju ke mobil

__ADS_1


"Huh apa*an ini aku seperti tahanan saja" dumal clarisa dalam mobil


"tok tok tok" suara jendela mobil yg di ketuk


"Ini tuan kue nyaa" salah satu ajudan ansel membawa 10 kue yg tadi di tinggalkan clarisa


"berikan ke gadis gila itu" ansel santai


"Apa gila" clarisa kesal


saat sedang kesal clarisa membuka kue nya dan memakannya clarisa terlihat sangat menikmatinya


"kau sertinya sangat menykai kue itu" lirik ansel


"Rindu..?" ansel seperti agak kesal


"yah rindu,dulu ibuku sangat suka membuat kue tapi karna ayahku memiliki penyakit diabetes 3 tahun belakangan ini kami benar* menjauhi makan manis,karna ayah tidak bisa memakannya jadi aku dan ibu memutuskan untuk ikut tidak makan manis apalagi yg ayah suka di depannya" Clarisa bercerita memandang kue seolah memutar kenangan kembali


"lalu kondisi ayah mu"tanya ansel


"ayah sekarang kondisi nya baik tapi untuk bekerja tidak memungkinkan karna ayah memiliki riwayat tensi tinggi juga sudah 2 tahun ini ia tidak berkerja hanya mengandalkan toko bunga saja bersama ibu,maka dari itu aku harus berkerja untuk kami jika hanya mengandalkan toki bunga aku merasa hanya pas bahkan bisa saja tidak cukup" cerita clarisa

__ADS_1


"oh seperti itu,baiklah aku akan menaikan gaji mu 50%" ansel dengan bangganya


"Apa,,! aku tidak butuh belas kasihan mu upah aku sesuai pekerjaan ku saja,lagi pula untuk apa juga aku bercerita pada mu" gumam clarisa


"sombong sekali kau tidak mau uang,bukan kah uang segalanya" ujar ansel


"siapa bilang uang segalanya ,tidak segala sesuatu bisa di beli oleh uang,seprti waktu orang tersayang sampai perasaan" jelas clarisa


"cih segala nya itu bisa di beli dengan uang" ansel sombongnya


"oh ya,jika seperti itu,aku ingin bertanya pada nu tuan muda SU,dengan yg kamu miliki saat ini perusahaan terbesar seasia apa kamu bahagia,tapi sepertinya aku melihat celah besar kekosongan di mata mu" pandang dalam clarisa


ansel tertegup mengingat masalalu yg pahit


"Ah kau sok tau" ansel mengelak


"benarkah itu,,?" ledek clarisa


"seprtinyabkau sudah terlalu berani pada ku gajih mu ku potong 10%" cetus ansel


"apa ,,apa salah ku" clarisa syok

__ADS_1


"berani komplein,aku tambah 5%" ucap ansel


"cukup cukup kau cukup merampok ku kali ini" clarisa kesam memakan kua nya beberpaa menit suasana hening lalu ansel melirik clarisa ia melihat krim yg ada di pinggir bibir clarisa


__ADS_2