Presdir Bersalju

Presdir Bersalju
BAB 31


__ADS_3

Di ruangan ansel ia nampak tidak nyaman


mengambil telpon yg ada di mejanya


"Buatkan aku kopi" ucap ansel lalu menutupntelpon itu lagi


setelah beberapa menit clarisa datang dengan kopinya


"ini kopinya tuan" clarisa datang membawa secangkir kopi


"cih kopi ini pahit sekali" ansel menyebur kopi yg di minumnya


"benarkah,aku membuat dengan yg takaran yg sama?" clarisa keheranan


"aku bilang pahit ya pahit,buat ulang" pinta ansel


clarisa pergi membawa kopi itu dan membuat kembali setelah beberapa lama clarisa kembali lagi


"ini" dan langsung membalikan nadan untuk pergi


"ini terlalu manis" ujar ansel


clarisa membuat lagi


"ini terlalu encer" ansel


clarisa membuat lagi


"ini terlalu kental"ansel


clarisa kembali

__ADS_1


"hey mana kopi ku" ansel kesal


clarisa menarik nafas panjang dan melepasnya lalu tersenyum


"Tuan muda SU yg terhormat,lihat ini kopi mu di kantor ini sudah habis karna mu" clarisa membawa toples tempat kopi


"Apa susahnya tinggal beli lagi" ansel memalingkan wajahnya


"ya kau benar tinggal beli saja,jika seperti itu aku akan pergi membelinya" clarisa tersenyum


"kau tidak marah seperri waktu itu" ansel melirik


"karna suasana hatiku sedang baik hari ini aku hanya bisa menurut saja" clarisa tersenyum manis


"Cih keluar kau" ansel kesal


"lalu kopi mu?" clarisa


"aku sudah tidak berselera minum kopi" ansel membuang muka sombong


"(tidak usah memperdulikan manusia itu kali ini,dia tidak akan bisa menghancurkan mood ku yg sedang baik ini)" clarisa keluar ruangan ansel dengan senyuman


"kenapa gadis itu,apa segitu bahagianya akan pergi makan bersama si daniel itu,apa hebatnya lebih hebat lagi aku" ansel dengan sombongnya


Jam makan siang


clarisa langsung tidak terlihat sepertinya langsung pergi makan bersama daniel


sedangkan ansel hanya memesan makanan siap saji


"Bodoh mana yg membelikan aku makanna yg aku minta" ansel marah*

__ADS_1


"tuan tapi anda baru memesan 2 menit yg lalu sedangkan jarak restoran yg menjual makanan yg ada inginkan membutuhkan waktu peling cepat 30 menit" ucap ragu* gery kariyawan perusahaan yg menjadi salah satu keprcayaan nya


"Bodoh kalian bodoh tidak kah kalian bisa lebih cepat aku lapar" ansel semakin marah


"kami akan menghubungi orang yg sedang pergi membeli makanna anda untuk cepat*" uiar gery mengeluarkan telponnya


"cepat,," bentak ansel


"orang* ini memang tidak berguna,betapa bodohnya aku bisa memeperkerja kan kalian" ansel melonggarkan dasinya


"Hey kau sedang apa masih di sini cepat keluar" bentak ansel mengusir gery


"baik tuan" gery keeingat dingin


"ya tuhan ntah apa yg terjadi pada tuan SU,seperti orang yg sedang patah hati" gery keluar dengan bergegas sambil mengelap keringatnya


"bodoh bodoh bodoh" ansel marah uring*an


mengambil telpon menghibungi


"Gery bodoh siapa suruh kau pergi kembali ke ruangan ku" teriak ansel pada telpon


"tapi tuan tadi" gery gugup


"berani membantah,pulang saja kau" ansel meletakan lagi telponnya


"Ya tuhan apa yg terjadi dengab tuan,lindungi aku tuhan" tangis gery yg bernasib tragis hari ini


Di restoran yg sudah di janjikan daniel


"Maaf membuat mu menunggu" clarisa menghampiri daniel yg sudah menunggu

__ADS_1


"Tidak aku juga baru saja datang" ujar daniel


Clarisa pun duduk dan berbincang* dengan daniel merka berbincang dengan asyiknya seperti kenal sudah lama


__ADS_2