
"Hallo" ansel
"Hallo tuan muda kamu kemana saja ada berita penting," riko sangat panik " tuan jadi selama ini clarisa mendapatkan teror dan yg paling parah kemarin dia di kirim boneka yg kepalanya hampir putus dengan lumuran darah dan surat ancaman sepertinya tersangak sudah mencurigai gerak gerik clarisa selama ini" riko khawatir
"oh jadi ini yg membuat gadis ini tertekan" gumam ansel dalam hati
"selidiki siapa dalang di balik semua ini" ansel
"baik tuan" ujar riko
ansel punenutup telponnya
"kurang aja,sepertinya dia sudah berani menggali kuburan untuk dirinya sendiri dengan menggunakan cara kotor seperti ini lihat saja siapa pun itu aku tak akan pernah melepaskanya" ansel nampak sangat maran
Tengah malam ansel masih trus menenmani claris yg tidak terbangun dari tidur nya yg hanya trus mengigau ketakutan
"jangan sakiti aku aku salah apa,aku tidka kenal kalian kalian siapa" clarisa mengigau lagi ansel yg panik menggenggam tangan clarisa
"tolong aku aku takut,jangan pergi tolong aku tuan SU tolong aku tidak salah apaa*" clarisa memegang kuat tangan ansel
"apa gadis ini menyebut nama ku ntah apa yg di mimpinya ia sepertinya sangat ketakutan,tenang aku tidak akan meninggalkan kamu kamu beristirahat lah" ansel naik ke sebelah clarisa dan tidur di sebelah clarisa dengan tanggan trus bergenggaman
Pagi hari...
__ADS_1
"em..ini sangat silau" clarisa menahan sinar mentari yg masuk dengan tangannya lalu duduk
"tunggu tangan siapa ini" ia melihat tangan yg masih memggenggam kuat tangannya
"Aaaa apa yg kau lakukan di sini" setelah mellihat ansel clarisa menarik selimut dan teriak
"kau sudah bangun? bagai mana keadaan mu?" ansel meregangkan badannya
"apa yg kau lakukan di sini" clarisa masih syok
"menurut mu" ansel memegang kepala clarisa "sepertinya kau sudah benar* sembuh sudah bisa berbicara sekeras biasanya" ansel bangkit dari tempat tidur
"hey tunggu aku bertanya,sedang apa kamu di sini" clariaa benar* kesal malu dan marah tapi ansel tidak menghiraukannya dan pergi keluar
"Hey manusia yg menyebalkan aku bertanya pada mu"clarisa
"nona kau sudah siuman" feng meletakan bubur di meja "ternyata taun muda menunggu anda sehari semalam tidak sia* ya" feng tersenyum
"apa maksud tuan feng?" clarisa bingung
"jadi kemarin nona demam megigau sambil menangis nona tidak bangun karna tuan muda khawatir jadi ia menjaga anda semalaman" feng menjelaskan sambil trus tersenyum
"apa ,,apa kah itu benar,tapi" clarisa melihat seluruh tubuh nya
__ADS_1
"tenanh tidak terjadi apa* tuan muda bukan lelaki yg seperti itu" ujar feng
"Huftt,,, syukurlah bajuku pun masih utuh" clarisa lega dan tersenyum pada feng
Setelah ia sarapan ia pun bergegas mandi dan berpakaian rapi dan bersiap pegi ke kantor
"mau. kemana kau" tanya ansel yg sedang meneguk teh di ruang tengah
"tuan SU,aku akan berangkat kerja tuan" raut wajah clarisa nampak memerah
"tidak usah masuk hari ini" ansel meletakan teh nya
"tapi tuan saya benar* sudah sehat anda tidak perlu mengkhawatirkannya" clarisa dengan pedenya
"kamu mau matipun aku tidak perdulu" celetuk ansel
"Apa.." clarisa kaget
"jam 10 temani aku,aku punya sesuatu yg penting yg harus aku hadiri" ansel menatap clarisa
"mangapa harus saya bukan kah itu tugas nya sekartaris anda tuan" clarisa
"kau menolak" tatapan tajam anse
__ADS_1
"Tentu saja tidak tidak tuan" clarisa berbalik dan menuju kamarnya lagi
"Bahkan aku mati tidak peduli Cih...semalam siapa yg menjaga ku,sepertinya tuan fengs alah lihat orang sekejam dan sedingin tuan muda SU mana mungkin mau merawat ku baru aku bersimpati kepadanya ternyata tuan feng hanya salah lihat" gumam clarisa menuju kamar nya