
Keesokan harinya jam menunjukan pukul 7 pagi saat ansel selesai lari pagi ia mendemgar suara lirih dari kamar clarisa saat ia mau masuk ke kamar nya
"Jangan jangan sakiti aku apa salah ku kamu siapa !" suara clarisa
ansel yg penasaran coba melihat ke kamar claris ayg tidak terkunci bahkan terbuka sedikit
"jangan aku tidak salah apa*" terlihat clarisa yg masih tertidur nampak sangat ketakutan dengan mimpinya hingga terbawa ke dunia nyata menggeleng*kan kepalanya menangis bahkan berkeringat jagung
"Apa yg sebenarnya terjadi pada gadis ini akhir akhir ini kenapa sikap nya aneh" ansel memdekati clarisa dan duduk di sampingan
"Badannya sangat panas sepertinya dia demam" ansel memegang kepala clarisa ansel turun ke dapur mengambil air untuk mengompres
"Tuan muda apa yg kau lakukan?" tanya feng
"Gadis bodoh itu sepertinya demam badannya panas dan ia mengigau sambil menangis jadi mengambil air untuk mengompresnya,oh ia tuan feng tolong hubungi dokter suruh periksa gadis itu" jelas ansel sambil menunggu air yg keluar dari keran mengisi baskom yg di pegang nya
"Baik tuan,tapi biar saya saja yg urus nona clarisa" feng coba mengambil baskom nya
__ADS_1
"sudah biar aku saja,kau terjadi apa* pada gadis bodoh itu aku bisa di tuntut" ansel mengambil baskom nya dan pergi meninggalkan feng
"Tu tuan muda" feng nampak heran
setelah di kamar clarisa ia mengambila handuk kecil lalu mengompres nya dan memandang clarisa secara mendalam
"gadis ini cantik dan imut ia juga sangat pintar ,tapi apa yg sebenarnya terjadi sepertinya akhir* ini ia benar* memiliki tekanan besar hingga terbawa mimpi seperti ini" ansel trus memandang clarisa
"Ehem..tuan muda dokter sudah datang" Feng bersama dokter
dokter langsung memeriksanya
"Bagai mana keaadannya dok?" ansel khawatir
"dia hanya demam,apa akhir* ini ia berkerja terlalu keras atau ada sesuatu yg menekannya?" tanya dokter
"memang kenapa dok?" tanya ansel
__ADS_1
"sepertinya ia kelelahan dan ada sesuatu yg membuatnya tertekan hingga menjadi demam sampai mengigau demamnya pun cukup tinggi,berikan ia obat ini sehari 3 kali dan ia harus cukup beristirahat" dokter memberikan selembaran resep ke ansel
"terimakasih dok" ansel mengambil resep itu dan dokter itu pun pergi
ansel menyuruh feng membeli obat itu dan ia pergi mandi karna ia tidak ingineninggalkan clarisa ia mandi di kamar clarisa
"sebenarnya apa yg membuat gadis ini begitu tertekan pekerjaan yg ia lakukan di pabrik produksi pun terhitung tidak terlalu berat" ansel yg baru selesai mandi megosok* rambutnya dengan handuk dan menatap heran clarisa
"Tuan muda tafi dokter datang lagi katanya nona clarisa mungkin sulit untuk makan dan mium onat katna kondisimya jadi dokter memustukan memberi obat melalu infus sata tuan mandi ,dan ini baju tuan muda" feng datang dengan seorang pembantu membawa kan bajunya
"Taruh di situ" ansel menunjuk salah satu meja dan mereka meletakan di meja pembantu yg bersama feng langsung pergi
"Tuan muda telpon tuan,tadi tuan riko menelpon saya agar tuan muda mengaktifkan telpon tuan" feng memyodorkan handphone ansel
"Oh ia aku lupa sejak kemari telpon ini mati" ansel mengambil nya feng pun keluar
ansel menghidupkan handphone nampak banayak pesan yg masuk dan begitu pun peaan dari riko saat handphone nya baru saja di aktifkan langsung mendapat panggilan dari riko
__ADS_1