
Brukkkk....nindy terjatuh
"Aaa apa yg kau lakukan nona clarisa" nindy dengan wajah memelas
" tapi tapi aku tidak melakukan apapun" clarisa tertegup
"aku tau ansel dan aku telah di jodohkan,tapi kami tidak bisa berbuat apa* karna ini permintaan orang tua kami,kenapa kau sangat membenci ku hingga ingin mencilakai ku hiks hiks" nindy dengan drama tangis nya
"ia aku dengar* dia sangat menyukai tuan muda SU sehingga trus mendekati tuan SU' bisik para tamu
"kaishan sekali nona nindy,padahal ia tunanga yg sah tapi gadis tak tau malu ini malah memperlakukan nya dengan buruk" bisik para tamu
"aku tidak melakukan apapun" Clarisa mundur perlahan dengan mata berkaca*
"(rasakan kau clarisa kau kira kau bisa melawan ku) hiks hiks" nindy..
banyak omongan yg tidak mengenakan yg di ucapka para tamu tiba* datang seseorang
"Nona nindy aku akan membantu mu" ternyata ia adalah daniel yg mengulurkan tangannya untuk nindy,tanpa pikir panjang nindy langsung meraih tangan daniel hingga berdiri
"nona nindy,laik kali jalan hati* gaun mu yg terlalu panjang mengganggu hills mu yg tinggi untuk melangkah,bisakan lain kali hati*" ujar daniel manis
"apa ia terhalang gaunnya sendiri bukan di dorong clarisa" bisik* para tamu
__ADS_1
"jangan membuat masalah di pesta ku jika kau tidak ingin terkena masalah" ujar daniel mendekati telinga nindy nindy hanya bisa terkaku dan keringat dingin
"Hey nona clarisa tenang lah nindy hanya terjatuh karna ulahnya sendiri" daniel dengan lembut nindy yg kesal pergi dengan menundukan wajah karna malu
"terimakasih tuan daniel" clarisa merasa lega
"sebagai ucapan terimakasih biasa kau kau nerdansa dengan ku" daniel mengulutkan tangan
"tapi aku tak bisa berdansa" clarisa ragu*
"tidak apa kau cukup ikuti irama nya saja" ujar daniel
"Ba baiklah" clarisa pun setuju dan mereka berdansa
"apa kau membawakan hadiah untuk ku" daniel sambil berdansa
"wah sayang sekali,bagaimana sebagai kadonya temani aku makan siang besok di restoran xx" bisik daniel
"emph baiklah wajah clarisa memerah merasa malu
setelah selesai berdansa
"gerakan mu cukup baik" ujar daniel
__ADS_1
"terimakasih,tapi aku tidak sebaik itu aku biasanya hanya berdansa dengan ayahku" clarisa merendah
"sudah selesai" ansel datang dengan wajah kesal
"ups tuan SU maaf aku lupa meminta ijin mengajak berdansa sekertari mu,tapi seperrinya itu tidak perlu" daniel tersenyum
"dia bukan hanya sekertaris ku tapi dia wanita ku" ujar ansel kesal dan menarik clarisa pergi..
mereka oun pergi dari pesta saat pesta belum selesai ke rumaha ansel
sesampinya di rumah ansel sepertinya marah clarisa hanya bisa mengabaikan dan menuju kamar yg sudah di siapkan oleh pelayan rumah ansel
di bawah gemercik air dari shower ansel berpikir keras
"perasaan sakit apa ini,apa aku cemburu,tapi mengapa aku cemburu siapa gadis itu hingga membuat aku seperti ingin meledak seperti ini" ansel berpikir dalam mandinya
Hari berikutnya
"ini kopi mu" clarisa memberikan kopi kesukaan ansel tapi ansel hanya diam dan mengoleskan selai ke rotinya dan memakannya
"Tuan muda,aku ingin meminta ijin mu" ujar clarisa perlahan ansel melirik dan menghentikan mengunyah
"aku ingin pergi makan siang sendiri siang nanti jadi aku harap kau tidak mencari ku" ujar clarisa
__ADS_1
"pergi ya pergi" ujar ansel
"(betul juga untuk apa aku meminta ijin dia,siapa dis)"gumam clarisa