
Malam hari di villa SU
"aku tidak pernah punya maslaah dengan siapa pun apalagi musuh lalu kenapa ada ancaman muncul seperti itu akankah itu hanya gertakan tapi apa salah ku" clarisa trus berpikir keras bahkan saat di meja makan ia hanya mengiris* daging di piringnya dengan tatapan kosong
"Ehem.." dehem ansel
"lalu siapa orang itu aku sungguh tidak mengerti maksud orang itu" claris atrus bergumam dalam hatinya ia tidak sadar jika sedari tadi ansel memperhatikannya
"Hei gadis bodoh apa yg kau lakukan jika kau terus seperti itu kamu akan membuat piring itu terbelah mejadi dua" ansel dengan tegas nya dan nada agak tinggi
"Ahh iya " clarisa kaget akan ucapan ansel dengan nada agak tinggi
"Aku sudah tak berselera makan" ansel mengelap mulutnya dan bangkit dari duduknya dan pergi
"apa*an manusia itu apa dia tidak selega karna aku ? memangnya aku salah apa " clarisa menatap bengong ansel
jam menunjukan pukul 21:30 clarisa membawakan kopi ke ruangan baca ansel
"Tok tok..permisi" ujar clarisa tanpa jawaban clarisa langsung masuk
terlihat ansel yg sedang sibuk dengan laptop,map,dan beberapa buku di mejanya
"Mau apa kau kesini?" ujar ansel tanpa menoleh
"Aku buatkan kopi,saat aku lewat depan ruangan ini kamu terlihat sangat sibuk,jadi aku ini memberikan kopi ini untuk mu" clarisa meletakan kopi di dekat ansel
__ADS_1
"kau mau membuat ku sulit tidur" ansel melirik tajam clarisa
"Aa tentu tidak,maaf baiklah akan aku bawa lagi kopi ini" clarisa mengambil kopi nya
"apa aku menyuruhmu untuk membawa kembali kopi itu?" ansel tetap dengan ekpresi dinginnya
"Ti tidak" clarisa terbata*
"Lalu.." ansel meletakan buku yg sedang di bacanya
"Lalu.." clarisa nampak berfikir keras
"tunggu apa lagi,cepat keluar" gentak ansel
"Tunggu bagai mana penyelidikan kamu" ansel menatap serius clarisa
clarisa pun berbalik "ah ia itu,aku masih belum bisa menemukan siapa dalang di balik semua ini tapi aku akan menemukan semua secepatnya" clarisa nampak tegang
"sepertinya kamu sangat tertekan apa yg membuat kamu cemas?" tanya ansel
"Tidak tidak (clarisa melambaikan tangan) aku hanya sedikit lelah,aku sepertinya harus segera beristirahat permisi tuan" clarisa membungkukan bafan lalu pergi meninggalakn ansel tapi ansel hanya menatap penuh curiga
"Uh dasar manusia menyebalkan itu ntah apa yg ada di pikiranya aku berbaik hati memberikan kopi untuknya tapi bukan berterimakasih ia malah bersikap seperti itu,dan masalah pengirim pesan misterius itu spertinya aku lebih baik mengurusnya sendir agar tidak menjadi rumit" clatisa ke kamar nya pergi tidur..
setiap hari clarisa selalu menerima pesan seolah ada yg mengawasi,selama sebulan lebih dengan data yg telah di kumpukan nya ia coba menarik kesimpulan yg ada
__ADS_1
Jam 10 di kantor pabrik produksi
"nona clarisa ada paket" seorang OB memberikan kotak berwarna hitam pada clarisa
"pake dari siapa ?" ujar clarisa
"kurang tau non,tadi pengirimnya hanya bilang ini untuk nona clarisa dan nama pengirimnya pun tak ada"OB itu memberika kotak pada clarisa
"terimakasih " clarisa menerima kotak itu "sepertinya aku tidak ingat akan menerima paket aku tidak memesan apapun" gumam dalam hati clarisa ia pun membuka paket
"Aaaaaa,," clarisa membuang kotak paket itu dengan ekpresi ketakutan teman kantornya menghampiri clarisa
"Kenapa kamu sa..?"
"apa itu.." orang kantor berkumpul di dekat clarisa
"Clarisa apa yg terjadi" Tio datang dan sangat khawatir
clarisa yg takut hanya memangis dengan badan gemetar dan mata melotot menatap kotak yg di buang nya tio menghampiri kotak itu dan melihat isi kotak itu ia mendapati boneka beruang yg lehernya hampir putus dan berlumur darah dengan sepucuk surat yg berisi
"Ini peringatan terakhir jika kamu tidak berhenti nasib mu akan sama seperti boneka beruang itu"
"sial perbuatan siapa ini" tio nampak kesal dan menghampiri clarisa dan memeluknya
"Kamu tenang ya sa ada aku,aku nggak akan ngebiarin terjadi sesuatu apapun" clarisa memeluk erat tio dan menangis tio dengan wajah kesal nya meremas kertas ancaman tersebut
__ADS_1