Presdir Bersalju

Presdir Bersalju
BAB 8


__ADS_3

"baiklah jika boleh aku ingin membantunya saja,aku merasa tidak enak tinggal di rumah sebagus ini dengan gratis" clarisa dengan wajah melasnya


"Baiklah jika nona memaksa" fengpun mengijinkannya


clarisa pun menuju dapur


"permisi apa aku boleh membantu.!" clarisa menyapa sang koki


"tidak perlu tidak usah repot* kau adalah tamu di rumah ini biar saya yg melayani anda" jawab koki itu dengan logat logat bulenya


"Ah aku ingin membantu sekalian belajar memasak" clarisa


"baik lah,jika anda memaksa" koki itu memgijinkan clarisa membantu


clarisa orang yg cepat belajar dngan bimbingan koki ia berhasil menyelesaikan masakannya dan menyajikan di meja makan


"Huh selesai," clarisa mengelap dahinya dengan pergelanga tangannya dan tidak lama kemudian ansel datang


clarisa kedaur dan membuatkan secangkir kopi untuk ansel

__ADS_1


"tuan ini kopi yg sudah saya buatkan untuk tuan sebagai permintaan maaf saya" meletakannya di depan ansel


"kau tau kau harus membayar itu" ansel nampak kesal


"apa yg harus aku lakukan,kejadian waktu itu saja aku belum tau harus membayar pakai apa dan kali ini aku harus membayar pakai apa"clarisa nampak tak berdaya


ansel mengambik kopi itu dan meminumnya perlahan


Pandagannya terasa kosong ia seolah di tarik ke kenangan masa lalu yg memeluknya erat


"apa ini buatan mu?" ansel kaget


"ya itu buatan ku" clarisa masih tak berdaya


"aku mencampurkan 2 sendok kopi dan satu sendok gula menambahkan air panas mengaduk ke arak kiri 4 kali dan arah kanan 4 kali mengendapkannya sebentar lalu di sajikan" clarisa ala ala mikir


"kau harus membayar kejadian tadi dengan membuat kanku kopi ini setiap hari" tegas ansel


"apa,,,!" clarisa kaget

__ADS_1


"Berani menolak" ansel pandangan sinis


" tidka tentu saja tidak" clarisa menggelengkan kepalanya


lalu clarisa pun duduk dan ikut sarapan


"Manusia ini sangat menyebalkan,ia memerintah semaunya ia bertindak semaunya dia sungguh dingin seolah hatinya tidak memiliki kehangatan kasih sayang,tapi jika di lihat* benar kata orang* dia itu sangat tampan,eh aduh clarisa apa yg kamu pikirin sih aduh" clarisa bergumam sambil sesekali melirik ansel


"Jangan berani mencuri* melirikku ketika sedang sarapan atau kau tau apa akibat nya" Ansel berhenti makan lalu bangkit


"Apa dia tau bagaimana dia tau kalau aku emmepehatikannya sebetulnya apa dia punya mata di tangannya sehingga tau yg dia sendiri tidak lihat" clarisa nampak sangat kaget


Jam menunjukan pukul 10 pagi cuaca yg bersahabat angin yg semilir menambah keindahan pemandangan di taman


"(clarisa menarik nafas panjang) andai ibu dan ayah ada di sini mereka pasti sangat bahagia pergi piknik dan makan bersama,aku snagat merindukan mereka coba menelponnya saja" clarisa pun menelpon orang tuanya


dari kamarnya ansel memperhatikan clarisa yg tertawa ketiak menelpon orang tua nya


"Aku sangat membenci wanita mau siapa pun itu,pengalaman belasan tahun lalu membuatku tidak bisa memandang baik wanita satupun tapi hanya satu wanita yg berbeda menurut ku kelinci kecil,tapi mengapa saat dekat dia aku merasa menemukan sesuatu yg hilang ia seolah menariku ke kenangan masa lalu yg aku sendiri tidak bisa mengingat nya" ansel trus memandangnya

__ADS_1


tiba tiba clarisa tersadar


"Manusia menyebalkan ini apa yg sedang ia pandang sampai tidak bergeming seperti itu" clarisa yg canggung lalu pergi ke tempat lain


__ADS_2