Presdir Bersalju

Presdir Bersalju
BAB 11


__ADS_3

"ya tadi saat ia merasa kesakitan ia mencengram erat tanganku dengan kuat lalu ia pingsan" jelas clarisa


"tuan muda tidak dapat menahan sakitnya tapi karna rasa nyaman dan melindungi anda mungkin saja yg membuat tuan muda tenang dan pingsan" dokter nampak heran


"maksudnya aku tidka mengerti" clarisa namak bingung


"sudah ku bilang sebelumnya ini tidak termasuk murni alergi tapi tarauma ia butuh orang yg dia percaya saat ini dan mungkin ia percaya pada anda seharusnya keadaannya harus lebih cepat stabil" dokter coba menjelaskan "Baiklah aku harus kembali kerumah sakit,setelah ini ia mungkin demam harus ada yg menemaninya di sampingnya,dan aku harap anda bisa nona" dokter itu bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan mereka


sore hari clarisa senantiasa menemani ansel mengompresnya dan mengecek suhunya sesekali


" di balik sifat kejam dan dinginnya ia memiliki sesuatu yang tidak orang lain tau ntah trauma apa yg menyebabkan kandungan dalam kismis menyiksanya,ngomong* tuan SU sangat tampan saat tidur tidak salah semua wanita mengaguminya hihi" clarisa bergumam dalam hati..


tidak lama kemudian feng datang


" dia belum bangun " feng membawa nampan yg mengalasi mangkok yg berisi bubur


" belum tuan" clarisa mengganti kompresnya

__ADS_1


" jangan pergi..jangan pergi jangan tinggalkan aku sendiri jangan pergi" ansel mengigau dalam tidurnya dan mengenggam erat selimut tapi clarisa memberikan tangannya dan ansel pun berhenti mengigau


"Tuan muda" feng melihat itu dan cukup tetegup


"ini bubur tuan muda jika ia bangus tolong bantu ia makan ya nona clarisa" feng meletakan bubur di meja yg ada di samping yg tempat tidur ansel tapi perlahan ansel membuka matanya


"Kau sudah bangun"clarisa nampak sumringah


"tuan tuan kau sudah bangun" feng nampak senang


"tidak apa* bagaimana kondisi mu?" tanya clarisa feng yg melihat itu keluar dan membiarkan mereka berdua


"kepala ku sakit" ansel memegang kepalanya ia mencoba untuk duduk


"Hey jangan bergerak,berbaringlah kau perlu banyak istirahat" clarisa khawatir akhirnya ansel bisa duduk


"siapa kau mengatur*ku" ansel nampak kesal dengan clarisa

__ADS_1


"heh aku hari ini sedang libur aku bukan kariyawan di perusahaan mu kau tidak berhak memarahi ku mengaturku atau menolak keinginan ku" Clarisa dengan lantangnya


"Gadis bodoh ini Arghhh," ansel yg marah nampak kesakitan di bagian kepala


"hey hey apa kau baik* saja sudah lah kali ini kau menurut padaku aku menjagamu aku tidak akan pergi" clarisa mengangkat satu tangannya dan berjanji dengan lantang


"Degubbbb,,,perasan apa ini jantugku yg tadinya terasa lemah dan sesak tiba* merasa berdegup kencang seolah tidak berdegup sekencang ini sudah lama sekali" ansel memegang dada sebelah kirinya dan manpak terkejut


"sekarang kamu makan bubur dulu ya dari pagi perutmu belum masuk apapun kamu harus minum obat setelah ini" clarisa mengambil mangkuk di meja


"Tapi aku tidak lapar" tolak angkuh ansel


"tidak perduli kau lapar atau tidak penguasa rumah ini kali ini adalah aku tidka bole ada yg menolak permintaan ku kau paham" ancaman clarisa


Ntah apa yg terjadi ansel menurutinya walau makan hanya beberapa suap bubur..


setelah makan clarisa memberi ansel obat dan stelah beberpaa saat ansel tertidur lelap lagi selagi ansel terlelap saat ia tidur ia mengenggam tangan clarisa,clarisa ingin mandi dan salin baju selagi ia tidur,tapi genggaman ansel terasa kuat dan clarisa pun mengalah tidak jadi pergi

__ADS_1


__ADS_2