Presiden Mahasiswa Impian

Presiden Mahasiswa Impian
103. Sebelum Menuju Kota


__ADS_3

" Habis darimana tang " ujar dandi saat melihat bintang.


" Gue cuma cari-cari udara yang lebih seger aja sama liat-liat pemandangan aja yaudah gue mandi dulu " ujar bintang.


" Tumben banget si bintang mau jalan kaki sendirian malah liat-liat pemandangan tapi tunggu dulu gue yakin pasti dia gak sendiri pasti sama si rindu " batin dandi.


Beberapa hari kemudian tepatnya satu hari sebelum rindu ke kota bimo datang menghampiri rindu untuk mengajaknya jalan-jalan.


Bertemu di jalan tepatnya dipinggir sawah


" Rin aku denger besok kamu udah balik ke kota lagikan aku boleh ga ngajak kamu jalan-jalan aku traktir gitu " ujar bimo.


" Kayaknya rindu gak bisa bim maaf ya " ucapku.


" Udah rin soal yang diomongin kak ayu itu gak usah didengerin yang penting sekarang itu kamu ikhlas maafin aku dan aku mohon sama kamu temenin aku jalan kali ini aja mau ya rin " ujar bimo memohon.


" Sepertinya bimo memang sudah berubah menjadi lebih baik lagi atau memang bener soal itu hanya kak ayu saja yang merencanakannya batinku.


Yasudah bim rindu mau tapi jangan jauh-jauh ya bim soalnya rindu harus siap-siap buat ke kota besok " ucapku.


" Beneran kamu mau rin yaudah kita perginya nanti sore ya aku jemput oke buat tempatnya kamu aja yang pilih asalkan sama kamu " ujar bimo.


" Yaudah nanti sorekan rindu tunggu kalo gitu rindu duluan assalamualaikum " ucapku.


" Waalaikumussalam hati-hati rin tidak akan ada orang yang berani menolakku termasuk dirimu rindu aku tau kau memang tak secantik wanita sekarang ini.


Tapi asal kau tau kebaikan dan sikapmu yang lembut dan bahkan selalu mampu memberikan senyum pada orang yang berbuat jahat padamu itu sungguh luar biasa " batin bimo.


Di Villa


" Dan besokkan kita udah balik ke kota ni tapi perasaan gue lo belum ngajak buat ke tempat trek-trekan itu padahal kita udah bela-belain bawa motor tu " ujar martin pada dandi.


" Bener tu dan lo gimana sih " sahut satria.

__ADS_1


" Iya-iya maaf lagian kali anteng-anteng aja yaudah gimana kalo sekarang aja kita berangkatnya mau gak " ujar dandi.


" Yaudah sekarang aja tunggu dulu tanya bintang sama alif dulu " ujar satria.


" Tu anak berdua perasaan udah kek jarang ngomong sama ga akrab gitu apa gara-gara si rindu itu mereka marahan ya gak " ujar martin.


" Bisa jadi sih " ucap dandi.


Akhirnya merekapun pergi menuju tempat trek-trekan motor walaupun sikap bintang dan alif seperti menjaga jarak satu sama lainnya.


Saat sampai di tempat yang dituju saat itu mereka langsung mencoba medan trek-trekannya tapi saat itu alif dan dandi masih berada diatas motor dan saat itu dandi mengajak alif untuk bicara.


" Lif gue tau lu suka sama rindukan dan lu gak suka kalo bintang nyakitin atau ngebully si rindu tapi gue cuma mau pesan sama lu jangan rusak persahabatan kita juga terutama sikap lu ke bintang " ujar dandi pada alif.


" Gue itu cuma gak suka aja rindu itu disakitin apalagi di bully kita ini udah sama-sama dewasa masa iya masih suka ngebully gue juga gak ngerasa ngerusak persahabatan kita " ujar alif.


" Lif guekan udah bilang sikap lu sama bintang itu sama-sama dingin udah kayak orang pacaran berantem aja lu udah gak kayak dulu lagi lif alif yang biasanya ceria jadi penghibur di antara kita lif " ujar dandi.


" Heemmmm oke gue coba buat gak egois juga sama kalian dan bintang tapi asal lu tau dan gue gini semenjak acara petualangan alam waktu itu gue bener-bener gak suka sama sikap bintang ke rindu " ujar alif.


Akhirnya merekapun menikmati medan trek-trekan dengan motor mereka masing-masing.


Tak terasa terik matahari mulai terasa seperti biasa rindu akan mengantarkan makan siang untuk ayah dan ibunya di sawah.


" Ayah ibu nanti sore rindu mau minta izin ya yah ibu " ucapku.


" Rindu mau kemana nak " ujar ibu.


" Pergi sama siapa nak ? " ujar ayah.


" Rindu cuma pergi keliling kampung aja bu yah rindu perginya sama bimo " ucapku sedikit pelan.


" Apa sama bimo bimo anaknya pak kadeskan nak " ujar ibu.

__ADS_1


" Iya bu bimo anaknya pak kades jadi gimana ibu sama ayah ngizinin rindukan " ucapku.


" Sejak kapan kamu deket sama bimo anaknya pak kades itu nak ? " ujar ayah.


" Aku jawabnya gimana ya tapi syukurlah ayah sama ibu gak tau gimana dulu waktu sekolah bimo ngebully dan nyakitin aku membantin.


Kok ayah nanya kapan sih ayah lupa kalo dari SMP sampai SMA rindu itu satu sekolah sama bimo bahkan sekelas terus ayah. Ayah ibu bimo cuma ngajakin keliling kampung aja dia bilang ya karena bisa ketemu lagi karna udah lama gak ketemukan yah bu " ucapku.


" Yasudah ayah sama ibu izinin tapi ingat jangan pulang malam-malam ngertikan " ujar ayah.


" Siap yah ibu makasih udah izinin rindu pergi tapi yah ibu besok rindu udah balik ke kota lagi buat lanjut kuliah gimana kalo besok sebelum balik ke kota kita yang jalan-jalan ya yah ibu " ucapku.


" Iya nak " lirih ibu.


" Ibu kok malah nangis ibu jangan nangis rindu juga ikutan nangis ni akupun menghapus air mata ibu dan memeluknya rindu sayang sama ibu sama ayah rindu janji gak bakalan ngecewain ibu sama ayah " ucapku dalam pelukan ibu.


" Ayah yakin rindu bisa bahagiain ayah sama ibu dan juga hidup rindu bisa lebih baik dari ayah sama ibu nak " lirih ayah dengan menyembunyikan air matanya.


" Iya ayah rindu janji akupun memeluk ayah " ucapku.


Dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan rindu dan orang tuanya.


Ternyata memang benar tidak semua kebahagiaan itu uang percuma punya banyak uang dan hidup serba berkecukupan tapi aku tidak bisa merasakan hangatnya pelukan mama dan papa.


Aku tau mereka bekerja keras untuk kehidupan yang baik tapi apakah harus sampai menelantarkan anaknya aku juga sadar aku ini laki-laki tapi aku juga butuh kasih sayang mereka pelukan mereka dan waktu untuk dapat berkumpul bersama mereka.


Sosok yang sedang memperhatikan rindu dan orang tuanya adalah bintang.


#Author


Aku bukanlah sosok yang terlahir dari keluarga dengan kecukupan materi tapi aku juga ingin meresa hidup dengan materi yang cukup bahkan lebih dari itu.


Tapi aku lupa aku terlahir dari keluarga sederhana bahkan sering mengalami kekurangan dan lagi-lagi aku lupa untuk apa aku mengeluh karena tak terlahir dari keluarga berkecukupan.

__ADS_1


Bukankah sampai detik ini aku tetap bisa merasakan kebahagiaan dan rasa syukur yang diberikan tuhan untukku dan sampai detik ini aku selalu dapat merasakan yang namanya bahagia walaupun bukan dari yang namanya materi harta.


" Hidup miskin memang menyakitkan, tapi akan lebih menyakitkan lagi jika memaksakan diri untuk sesuatu kekayaan yang tak dimiliki " -yuni lorenza-.


__ADS_2