Presiden Mahasiswa Impian

Presiden Mahasiswa Impian
98. Bertemu


__ADS_3

Sepertinya sudah cukup sekarang saatnya pulang terima kasih ya allah kau masih memberikanku kesempatan untuk menghirup udara yang tenang ini.


Ayah ibu rindu janji akan berusaha membahagiakan kalian rindu janji tidak akan mengecewakan kalian dan menyakiti perasaan kalian karena hanya kalian sosok yang paling rindu sayangi dan berharga dalam hidup rindu.


Di Villa


" Ni udah sore dan mau nunggu sore yang mana lagi sore besok maksud lu dahhh jalan aja dulu " ketus martin pada dandi.


" Betul tu dan gass sekarang ajalah lagian tu si alif udah duluan gak tau tu anak sekarang dimana ? " ujar satria.


" Yaudah ayo " ucap dandi.


" Eehhhh tang bintang kok malah cabut duluan sih sama aja tu anak kek si alif hobi banget ngilang " satria.


" Udahlah kitakan tau bintang itu orangnya ga sabaran, sombong, cuek, keras kepala dahhlah pokoknya dia yang paling bener dahh " ujar martin.


" Yaudah kita langsung cabut juga biar alif sama bintang kita temuin gue yakin gak bakalan tersesat di kampung kek gini dahh jalan " ucap dandi.


Akhirnya merekapun pergi menyusul bintang dan alif.


Lama-lama di villa bikin gue muak aja masih sama kek dirumah aja gitu gue tetap sendiri punya teman kek mereka semua ahhhhh.


Tapi seru juga sore-sore di kampung lebih adem dan nenangin sih ( batin bintang ).


Rindu terus berjalan menuju rumahnya tapi tiba-tiba saja terdengar suara tabrakan motor.


Bener saja ada yang tabrakan dan orangnya adalah bintang yang bertabrakan dengan motor berisi tumpukan rumput untung saja tabrakan tidak parah tetapi bintang mengalami luka di tangannya akibat terjatuh di aspal jalan.


Rindu berlari ke arah mereka.


" Pak pak gakpapa rindu bantu berdiri pak " ucapku pada bapak itu.


" Udah neng pak gakpapa neng tolongin dia aja neng " ujar pak itu.


" Iya pak akupun mendekatinya tapi sepertinya ia memang terluka tapi wajahnya ditutupi helm biar saya bantu berdiri " ucapku.

__ADS_1


" Dia akhirnya aku bisa bertemu dengan dia lagi ( batin bintang ) tidak perlu aku bisa berdiri sendiri " ketus bintang.


" Kenapa dia tidak mau ditolong dan nada bicaranya ketus seperti itu batinku ".


" Pak kalo bawa motor itu jangan bawa beban sebanyak ini pak taukan rumput-rumput pak ini ngehalangin jalan dan menuhin jalan udah tau jalanan ini sempit pak malah nyusahin orang lain pak ( membuka helmnya ) " ketus bintang pada pak itu.


" Kak bintang kok kakak bintang bisa ada disini aku sangat terkejut saat tau bahwa itu kak bintang ".


" Neng kenal sama dia neng " ujar pak itu.


" Kenal pak dia ini kakak kelas saya di kampus pak " jawabku.


" Ohhhh begitu neng tapi sebelumnya pak minta maaf kepada nak siapa tadi ya nak bintang atas kecelakaan ini tapi ini bukan penuh kesalahan pak nak.


Bukankah tadi nak bintang ini juga ngebut-ngebutan dijalan dan nak bintang yang nyerempet pak atuh nak " ujar pak itu.


" Nak nak saya ini bukan anak pak ya pokoknya yang salah itu tetap bapak gara-gara rumput-rumput pak ini saya jadi luka-luka gini " ujar bintang.


" Kak kak bintang udah jangan bentak paknya juga kak ini semuakan musibah jadi gak baik saling menyalahkan kak " ucapku.


" Heii kamu gak usah ikut-ikutan ya kamu mau ganti rugi motor dan luka saya ini ahhh kamu mau ganti rugi " gertak bintang.


" Kenapa kamu malah diam tidak sanggup bukan untuk mengganti ruginya jadi tidak perlu mengajari saya mengerti " ujar bintang pada rindu.


" Baiklah begini saja nak bapak akan ganti rugi semuanya berapa uang yang harus pak bayar nak ? " ujar pak itu kepada bintang.


" Tidak perlu saya tidak kekurangan uang saya hanya ingin dia mengobati luka saya saja sudah cukup " ujar bintang.


" Bagaimana neng apa neng rindu mau mengobati dia neng kalo tidak begini saja nak bintang benarkan namanya itu.


Kalo menurut pak bagaimana nak bintang di obati di puskesmas saja agar lebih baik pengobatannya " ujar pak itu.


" Sudah pak tidak apa-apa rindu akan mengobati dia tapi bagaimana dengan kondisi pak apakah pak bisa pulang sendiri dengan mengendarai motor ? " ucapku.


" Bisa atuh neng yasudah pak pulang sekarang ya neng nak bintang sekali lagi pak mohon maaf sama nak bintang sudah bikin nak bintang jadi luka begitu " ujar pak itu.

__ADS_1


" Iya pak " ujar bintang.


Akhirnya pak itupun pergi meninggalkan bintang dan rindu.


" Kak bintang motornya ? " ucapku padanya.


" Sudah biarkan saja motor itu yang terluka itu saya bukan motor itu kalopun motor itu rusak maka yang harus mengganti rugi itu kamu mengerti " ujar bintang.


" Tidak bisa begitu kak bintang bukankah bapak tadi ingin mengganti rugi tapi kak bintang bilang tidak perlu kenapa sekarang malah menyuruh saya yang ganti rugi kak.


Kak bintangkan tau untung mengganti rugi handphone kak bintang yang rusak saja rindu tidak mam...." ucapku terpotong oleh kak bintang.


" Kau tidak mampukan jadi cukup obati saja lukaku ini " ujar bintang.


" Tapi kak rindu tidak bisa mengobati luka itu rindu tidak punya apa-apa untuk mengobatinya bagaimana jika rindu antar kak bintang puskesmas saja tidak jauh dari sini kak bagaimana ? " ajakku pada kak bintang.


" Ahhh aku tidak mau kesana yasudah tidak perlu obati luka ini tapi sebagai gantinya nanti malam temani saya untuk jalan-jalan dikampung kamu ini " ketus bintang.


" Tidakkah bisa kak bintang bicara sedikit lembut " ucapku pelan.


" Kamu bilang apa barusan kamu pikir saya tidak mendengarnya " ujar bintang.


" Tidak kak rindu tidak bilang apa-apa tapi sebelumnya rindu ingin minta maaf kepada kakak bintang karena rindu tidak bisa menemani kak bintang untuk pergi nanti malam.


Bukankah kak bintang tahu ini di kampung jadi tidak baik untuk anak perempuan keluar malam-malam tapi rindu bisa menemani kak bintang saat pagi, siang atau sore seperti saat ini tapi untuk malam rindu tidak bisa kak " jelasku padanya.


" Peraturan seperti apa itu sungguh orang kampung apa masalahnya perempuan keluar malam bukankah di kota kamu bisa lihat semua orang bebas kemanapun bahkan cewe-cewe bebas keluar malam.


Kenapa di kampung ini terlalu banyak aturan memang orang kampungan pikiran yang masih terbelakang " ujar bintang dengan sombong.


" Memang kak bintang memang disini orang kampung aturan dan adat itu masih dipercaya jadi sekali lagi rindu minta maaf kak rindu tidak bisa " ucapku dengan baik padanya.


" Saya tidak mau tahu apapun alasan aturan atau adat yang kamu bicarakan itu saya tidak peduli saya bilang kamu harus menemani saya temani saya kamu mengertikan " ujar bintang.


" Tapi rindu tidak bisa kak rindu tidak bisa " ucapku menolaknya.

__ADS_1


Tetapi bintang malah menarik-narik tangan rindu dan disaat itu entah bagaimana mereka bisa datang secara bersamaan ya mereka adalah alif, martin, satria, dandi, reza dan bimo melihat bintang sedang menarik-narik rindu.


" Rindu " teriak reza dengan wajah marah.


__ADS_2