
Hari ini adalah hari libur tentu hari ini menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi para mahasiswa, karena bisa sejenak melepas lelah setelah perkuliahan namun tidak dengan rindu hari ini dia harus mulai mencari pekerjaan yang bisa ia lakukan agar bisa mendapatkan tambahan uang untuk biaya kuliah.
Jadi pagi Ini rindu sudah bersiap-siap untuk mencari pekerjaan di sekitar kampus maupun kosannya.
Kayla aku pamit dulu yang seperti yang tadi malam aku katakan, Aku ingin mencari pekerjaan untuk menambah uang kuliahku.
( Terdiam ) Kayla akan selalu dukung rindu tapi rin kamu yakin mah kerja apa nanti tidak akan mengganggu kuliah.
" Rinduuuuu kayla bisa bantu untuk menanggung beberapa biaya kuliah rindu, dan kay ikhlas untuk membantu rindu jadi rindu gak usah kerja gitu " kayla.
Aku hanya tersenyum menatap kayla, tidak perlu kay rindu masih bisa bekerja dan tidak harus mengganggu dan merepitkan kamu. Lagian rindu sudah terbiasa seperti ini sejak kecil, kalaupun nanti memang ada biaya yang harus dibantu rindu janji akan minta bantuan ke kamu. Tapi selagi rindu bisa bekerja dan mendapatkan uang sendiri rindu akan tetap pakai uang rindu kay.
Oohhh ya kay mau ikut gak sekalian keliling-keliling lagiankan kita hari ini libur.
" Boleh juga rin tapi kayaknya aku gak bisa rin, aku mau istirahat aja deh lain kali aja aku ikut sama kamu atau pas nanti kamu udah dapet kerjaan aku janji bakalan main ya " kayla.
Yaudah kalo gitu aku pergi dulu assalamualaikum dahh.
( Kayla malah diam dan fokus pada handphonenya ).
Kayla assalamualaikum assalamualaikum kay.
" Ohh iya rin maaf aku lupa jawab salamnya waalaikumussalam hati-hati rindu dahhhhhhh.
Rindupun mulai menyusuri jalanan sekitar kosan dan kampusnya, namun tidak ada pekerjaan yang bisa ia dapatkan. iapun melanjutkan ke beberapa tempat dengan naik ojek, namun hasilnya nihil mungkin faktor utamanya karena rindu yang tidak berpenampilan menarik bahkan menggunakan hijab.
Tentu tidak mungkin dia bisa di terima untuk bekerja apalagi, di kafe-kafe atau restoran di kota ini. Tapi secara tiba-tiba rindu di terima bekerja di sebuah kafe, walaupun hanya di tempatkan sebagai pembantu bukan pelayan tetapi ia membersihkan semua ruangan dari depan sampai dapur.
__ADS_1
Alhamdulillah aku bisa di terima juga walaupun hanya menjadi pembantu, astaqfirullah kok malah jadi hina pekerjaan gini gak gak boleh harus bersyukur rindu.
" Ohh iya untuk waktu yang kamu katakan tadi kamu hanya bisa bekerja dari jam 4-8 malam, saya terima tetapi kamu harus tinggal disini tenang saja ada beberapa pelayan lainya yang tinggal disini juga apa kamu bersedia " kepala pelayan.
Mungkin buk takut jika saya harus pulang malam ya bu ?.
" Iya itu juga benar apalagi kamu perempuan, tapi yang paling saya takutkan jika kamu tidak menyelesaikan tugas kamu dengan baik itu lebih penting jadi bagaimana kamu bersedia atau tidak ? " kepala pelayan.
Ehhmm sepertinya ini selalu menjadi masalah tapi tidak apa-apa aku bisa dapet uang, dan aku bisa bantu ringanin beban ayah sama ibu di kampung batinku.
Iya buk saya bersedia saya akan ambil barang-barang saya dulu di kosan bu, besok saya akan segera kesini. ohh iya saya belum tau nama buk siapa ?.
" Saya ratih panggil saja bu ratih, ya sudah kalo begitu hari ini kamu mulai saja dulu besok pagi-pagi sekali kamu sudah sampai disini dan untuk hari ini sampai jam 6 sore saja kamu boleh pulang dan bersiap-siap untuk kesini pahamkan. " ratih
Paham bu sekali lagi saya ucapkan terima kasih buk.
" Emang cocok banget dia jadi pembantu, dandan aja bentukannya begitu sekarang masih ada cewe anak muda pake hijab kayak gitu. dia gak nyadar zaman udah modren gini seegaknya ya bolehlah berhijab tapi malah jatuhnya kayak ibu-ibu jelek amat dah " ucap pelayan senior.
" Tau tu mungkin dia ada kelainan mungkin, cewe sekarang malah mau jadi cantik dandanan cantik, putih, modis. lah dia kayak gak buka mata aja jadi cewe bahkan ni dia yang paling jelek di antara kita-kita " pelayan lainya.
" Uuhssss kenapa kalian jadi ngomongin tu anak baru sih kalo dia jelek atau gak bisa sama kayak kita, ya biarin aja ngapain di tanggapin sih udah lanjut kerja. " Tara pelayan cantik yang menyukai pemilik kafe ini.
Ya Allah kuat hamba menghadapi semua ini, lagian ini bukan pertama kalinya juga di hinakan kamu itu kuat rindu batinku menguatkan diriku.
" Rindu kita pergi aja dari sini kamu gak usah dengerin mereka ( menarik tangan rindu ) " pelayan.
Di halaman belakang kafe.
__ADS_1
" Maaf sebelumnya saya udah narik-narik kamu aja, tapi saya cuma gak suka ngeliat kamu di gituin tapi mereka emang gitu orangnya kamu yang sabar ya.
Kita belum kenal yaudah kenalan dulu kalo gitu ( mengulurkan salam ) namaku silvi panggil kak silvi aja namaku siapa ? " Silvi.
Iya gakpapa ( saling bersalaman ) nama aku rindu kak silvi tersenyum.
" Waahh nama kamu bagus dan unik, ohh ya ku denger-denger kamu masih kuliah ya aku gak sengaja denger pas kamu ngomong sama buk ratih tadi " silvi.
Iya kak aku bahkan baru jadi maba ni, tapi yang kakak pahamlah gimana kondisi aku kalo udah cari kerja kayak gini ya buat nutupin biaya kuliah sambil bantu orang tua kak.
" Iya kakak paham karena kakak juga ada di posisi itu tapi bedanya kak gak kuliah, yang memang gak ada biaya apalagi kak harus biayain hidup adek-adek kak setelah orang tua kak meninggal " curhatan silvi.
Innalilahi wainalillahirojiun maaf ya kak jadi ngobrol sampai bahas ini.
" Iya gakpapa lagian kak juga yang kebawa suasana ohh ya kamu berarti tinggal disinikan ? " silvi.
Iya kak aku tinggal disini ohh iya ini udah sore juga aku mau balik ke kosan dulu ya kak, sekalian ambil barang-barang aku buat besok kak. ohh ya kak tinggal disini juga atau bolak- balik dari rumahkan kak bilang punya adek-adek tadi ?.
" Iya kak bolak-balik dari rumah kesini, kalo kamu main ke rumah kakak boleh " silvi.
Boleh kak tapi kapan-kapan aja gitu kalo nanti ada waktunya rindu main ke rumah kak, yaudah rindu duluan ya kak asslamualaikum.
" Waalaikumussalam hati-hati ya rin " silvi.
Dari kaca ruangan atas seorang laki-laki berdiri mentap halaman depan, dan memperhatikan langkah rindu keluar menjauh dari kafe ini.
" Selamat datang di tempatku dan terima kasih atas partisipasimu sendiri yang mendatangiku, tapi apa yang aku katakan kemaren itu benar kau akan dapatkan sapaan dariku dan bisa di katakan kau terjebak sendiri dalam pilihanmu " senyum sinis laki-laki itu.
__ADS_1