Presiden Mahasiswa Impian

Presiden Mahasiswa Impian
29. Kabur


__ADS_3

Akupun mengikuti kak bintang tapi aku masih memikirkan tentang eja aku yakin dia pasti marah kepadaku, tapi aku juga tidak punya pilihan lain untuk menghadapi masalah ini.


" Aku gak bakal biarin kamu dijadiin pembantu sama kak bintang belagu itu, tenang aja rin aku akan bayar semua uang itu besok bagaimanapun caranya rindu aku akan dapetin uang itu " gerutu reza.


Kak kak bintang lukanya gak mau di bersihin dulu, biar rindu bantuin rindu ambil kotak p3k dulu.


" Apa aku tidak salah denger dia ingin membantuku siapa juga yang ingin menerima bantuannya, apakah dia tidak sadar jika lukaku ini karena dirinya hahh menyebalkan sekali " gerutu bintang.


Akupun mengambil kotak p3k ini dan kembali mendekati kak bintang yang sedang duduk di sofa ruang tamu, dan akupun mulai mengambil kapas untuk membersihkan luka pada sudut bibir kak bintang walaupun sedikit gemetar tapi saat aku mencoba membersihkan luka itu dia malah marah.


" Jangan berani-berani menyentuh saya ya kamu disini hanya pembantu, jadi bersikaplah seperti pembantu dan aku adalah majikan tuan kamu di rumah ini.


sebenarnya saya juga tidak mau membawa gadis seperti kamu ke rumah ini dasar miskin, buruk, dan sampah ya itulah kata yang bisa menggambarkan dirimu kau tau tidak ( tersenyum bangga ).


Kenapa kau diam dan hanya menunduk kau takut menatap wajahku, atau kau sedang menangis dalam tundukanmu itu sudah ku duga ahh sudahlah lebih baik kau bereskan rumah ini dan bersihkan semua halaman ( pergi menuju kamarnya meninggalkan rindu ). "


Ya Allah kenapa kau hadirkan perasaan cinta dan sayang kepada orang sepertinya di hati ini Ya Allah, apakah aku seburuk itu dimatanya apakah aku salah jika terlahir miskin dan tak secantik perempuan lainya.


Air mataku terus mengalir tanpa henti meskipun aku terus menghapusnya, ayah ibu rindu tidak sanggup jika harus begini apakah rindu berhenti saja dari kuliah ini dan rindu ingin meminta bantuan pada ayah dan ibu membayar uang ganti rugi untuk kak bintang.

__ADS_1


( Memperhatikan rindu dari lantai atas dekat kamarnya, bintang )


" Ahh selemah itukah dirinya bahkan air matanya tidak berhenti mengalir, tapi menurutku itu memang benar dan kenyataan hidup dia memang begitu jadi aku tidak salah apa-apa bukan " bintang.


Aku harus menjalankan semua tugasku dengan secepat mungkin, walaupun rasanya aku sangat lapar sekali karena belum sempat makan siang di kampuspun aku hanya makan snak di kantin.


Saat sore aku telah selesai menyiapkan semua tugasku bahkan aku telah selesai memasak, karena aku sangat lapar jadi aku makan duluan kak bintangpun masih betah di kamarnya entah apa yang ia lakukan.


" Wahhhwahhhh ada yang jadi maling ya sekarang, tidak tau sopan santun dan tidak sadar diri kenapa kau makan terlebih dulu ahhh kau tak ubahnya seorang maling ya " kejut bintang.


Akupun yang mendengar ucapan kak bintang langsung berhenti makan, maaf kak rindu sudah lancang makan duluan tapi rindu sangat lapar kak dari tadi sore sampai malam ini rindu belum makan kak sekali lagi rindu minta maaf kak.


Rasanya aku sudah tak sanggup lagi mendengar ucapan kak bintang, kak aku tau aku sudah lancang mengambil makanan tanpa izin pada pemiliknya tapi aku benar-benar lapar kak. baiklah aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi, tapi satu hal yang harus kakak tau jangan pernah kaitkan sikapku dengan pakaianku.


Aku tidak sebaik yang kakak kira tapi aku juga tidak seburuk yang kak bayangkan, karena kak hanya melihatku dari satu pandangan saja dan pandangan itu adalah harta ohh satu lagi dan kecantikan rupa.


Sepertinya aku tidak bisa lama-lama disini sebelum aku menjadi seorang pembunuh, karena disini ada manusia tetapi tidak memiliki hati dan perasaan kakak hati-hati ya tapi jangan sampai jadi pembunuh juga kak kalo gitu rindu permisi.


" Wawahhhh kamu sudah berani melawan saya ahhh kamu lupa saya ini siapa, rindu rindu dasar sampah ( dengan suara tinggi ) " bintang.

__ADS_1


Aku yang terus berjalan meninggalkan kak bintang terhenti ketika kata-kata sampah itu terucap lagi darinya, bagiku aku akan menerima semua hinaanya tapi dengan kata sampah itu membuat aku mengingat kejadian kelam aku dan orang tuaku.


Sabar rindu terus berjalan ke kamar dan yakinkah bahwa besok kamu harus keluar dari sini, dan kembali ke kosan masalah uang itu nanti dipikirkan atau aku meminjam pada kaila ya aku akan coba besok.


" Kurang ajar gadis sampah itu dia berani meninggalakanku liat saja apa yang akan kau terima setelah ini akan lebih parah dari apa yang telah kau dapatkan sekarang " bintang.


Malampun semakin larut orang-orangpun sudah tertidur dengan nyenyak dan nyaman.


Saat shubuh lea langsung sholat dan bersiap-siap untuk ke kampus tetapi sebelum itu ke kosan dan meletakkan barang-barangnya dari rumah bintang.


Aku harus pergi dari sini secepat mungkin karena aku sudah tidak sanggup lagi dua hari ini seperti, di siksa dalam penjara saja tapi apa mungkin gerbangnya terbuka karena ini terlalu pagi ahh ya sudahlah lebih baik aku keluar dulu dan nanti akan aku pikirkan cara keluar dari rumah ini.


Saat di luar aku melihat jika pos satpam kosong berarti memang belum bisa keluar, jadi aku harus bagaimana ini memanjat pagarpun tak mungkin pagar rumah ini saja menjulang ke langit mana bisa aku memanjatnya.


Saat terus berjalan mondar-mandir di gerbang aku menatap ke pos satpam jika ada kunci yang tergantung aku yakin ada kunci gerbang ini disana.


Aku mencoba satu persatu alhamdulillah bisa, akupun pergi secepat mungkin meninggalkan rumah mewah nan indah tapi hidup disana tak lebih seperti hidup di penjara.


Semoga saja kak bintang tidak marah, jikapun marah aku harus melawannya karena aku tidak ingin terus diinjak-injak harga diriku. bukankah kerusakan handphone itu juga dikarekan dia yang membantingnya sendiri jika hanya karenaku mungkin handphonenya masih bisa dipakai atau diperbaiki sedikit saja.

__ADS_1


Akhirnya akupun mendapatkan ojek dan menuju kosanku, ahh aku sangat senang sekali bisa kembali ke kosan ini disini lebih senang, nyaman, dan damai.


__ADS_2