
Di Kosan
Alhamdulillah akhirnya sampai juga walaupun kadang capek, lelah, letihnya perkuliahan tapi demi ayah dan ibu dan masa depan aku juga harus kuat yakin rindu kamu pasti kuat.
Ditengah rindu berusaha memberi semangat untuk dirinya tiba-tiba telepon berdering ya dari oma khaira kembali menelpon rindu.
" Assalamualaikum " ujar si mbok.
" Waalaikumsalam ada apa oma, oma baik-baik sajakan oma " hawatirku.
" Maaf non ini si mbok " ujar mbok.
" Ohhh si mbok ada apa mbok ? " ucapku.
" Ini non si mbok mau kasih kabar kalau nyonya kaira sekarang lagi dirawat di rumah sakit karena penyakit dia kambuh lagi non.
Nyonya juga pesan non mau kalo non rindu besuk nonya ke rumah sakit sekarang non " ujar mbok.
" Ya ampun oma makasih mbok udah kasih tau rindu mbok sebelumnya rindu mau bilang ke mbok jangan panggil rindu non mbok panggil aja rindu atau nak rindu mbok " ucapku.
" Si mbok tau tapi si mbo suka dan senang kalo panggil dengan non rindu lagiakan sekarang non rindu udah diangkat cucu sama oma jadi si mbok harus panggilan non rindu " ujar mbok.
" Yaudah terserah si mbok aja kalo gitu rindu kesana sekarang mbo tapi rindu siap-siap dulu mbok " ucapku.
" Iya non kalo gitu si mbok tunggu nanti si mbok kirim juga alamatnya non ohhh iya non kesininya mau dijemput sopir nyonya gak non " ujar mbok.
" Ga usah mbok rindu kesananya naik ojek mbok rindu tidak mau merepotkan siapapun mbo selagi rindu bisa pergi sendiri rindu pergi sendiri saja mbok " ucapku.
" Yasudah hati-hati dijalan non " ujar mbok.
" Iya mbok " ucapku.
Aku tidak ingin ada hubungan atau kegiatan bersama mereka lagi aku takut terjadi masalah tapi bagaimanapun oma sudah baik kepadaku.
Yasudah semoga semuanya baik-baik saja aku juga tidak ingin terlalu mencampuri urusan keluarga mereka karna aku sadar akan posisiku ditengah mereka ( batinku ).
Setelah itupun rindu bersiap-siap untuk menuju rumah sakit dan memesan ojek.
" Habis nelpon siapa mbok ? " ujar bintang.
" Ohhh itu den habis nelpon non rindu karna nyonya besar mau non rindu datang kesini den " ujar mbok.
" Apa non rindu si mbok tidak salah mengatakan hal itu sejak kapan dia mendapatkan panggilan non itu terdengar tidak pantas " ujar bintang.
__ADS_1
" Maaf sebelumnya den itu perintah nyonya besar den bibi hanya mengikuti saja apa yang nyonya besar katakan den " ujar mbok.
" Yasudah terserah mbok saja ohhh iya kapan dia akan kesini atau mungkin dia berlagak seperti nona yang harus dijemput " ketus bintang.
" Tadinya si mbok sudah tawarankan itu den tapi non rindu menolaknya dia lebih memilih naik ojek karna tidak ingin merepotkan den " ujar mbok.
" Dia hanya pandai bermuka dua jadi si mbok jangan terlalu percaya padanya " ujar bintang.
" Kalo itu si mbok juga tak mengerti den tapi yang si mbok rasakan non rindu memiliki pribadi yang baik den " ujar mbok.
" Terserah si mbok saja " ujar bintang pergi meninggalkan si mbok.
" Den bintang den bintang sifatnya memang sama dengan namanya bintang sangat tinggi alias sombong " gerutu mbok dengan senyum tipisnya.
Sudah berusaha bersikap baik tetapi dia malah mencari gara-gara denganku lihat saja aku tidak akan membiarkan semua orang didekatku beralih padamu ( batin bintang ).
" Terima kasih pak ini uangnya pak " ucapku.
" Sama-sama neng " ujar kang ojek.
Sekarang aku harus mencari kamar inap oma ( ucapku ).
Saat berjalan menuju rumah sakit rindu tak sengaja melihat bintang.
Kau pikir aku tidak melihatmu aku tidak akan mempan dengan caramu menghindariku karna setiap kau ada disekitarku aku akan mengetahuinya ( batin bintang ).
Akhirnya rindupun masuk kedalam rumah sakit dan mencari kamar inap oma khaira.
Aku harus mulai darimana mencari tau kamar oma si mbokpun tidak memberitahuku aku telponpun tidak dijawab ohh iya tanya kebagian resepsionis saja ( batinku ).
Saat akan menuju bagian resepsionis rindu dikejutkan dengan suara seseorang siapa lagi kalo bukan bintang.
" Tak perlu menghindariku apa aku terlihat menakutkan " ujar bintang.
" Kak bintang maaf kak rindu tidak bermaksud menghindari kak bintang " ucapku.
" Ahh lucu sekali ucapanmu tidak bermaksud menghindar tetapi menghindar " ujar bintang.
" Sekali lagi rindu minta maaf kak kalo begitu rindu duluan kak " ucapku dan melangkah pergi.
" Kau mau kemana bukankah ingin bertemu oma kenapa malah mengarah kesana oma tidak ada disana " ujar bintang.
" Rindu ingin bertanya dimana kamar inap oma kak ke bagian resepsionis " ucapku sedikit takut.
__ADS_1
" Resepsionis kenapa harus kesana aku ada disini bukan aku cucu oma cucu kandungnya jadi aku tau dimana oma kau tak ingin pergi menemui oma " ujar bintang.
" Maksud kak bintang, kak bintang ingin pergi denganku ke kamar oma begitu kak " ucapku.
" Tak perlu aku jawab kau cukup ikuti aku saja bukan jika tidak mau kau cari saja sendiri " ujar bintang mulai melangkah pergi meninggalkan rindu.
" Baik kak rindu pergi bersama kak bintang saja " ucapku dan mulai mengikuti langkah kak bintang.
" Bagaimana mbok rindunya sudah dihubungi " ujar laura.
" Sudah nyonya mungkin sebentar lagi non rindu akan datang nyonya " ujar mbok.
" Apa non rindu sejak kapan si mbok memanggil rindu dengan sebutan non ? " heran laura.
" Ibu dan anak sama saja seperti tidak terima dengan panggilan non untuk rindu " batin mbok.
" Mbok si mbok kenapa malah diam saya sedang bertanya pada si mbok " ujar laura.
" Maaf nyonya masalah panggilan non untuk rindu itu karna permintaan nyonya besar nyonya " ujar mbok.
" Ohhh permintaan mama yasudah mbok " ujar laura.
" Iya nyonya kalo begitu sekalian mbok mau pamit pulang ke rumah nyonya karna masih ada yang harus dikerjakan nyonya " ujar mbok.
" Yasudah mbok silahkan lagian saya juga sudah ada disini bintang juga ada disini ohh iya mbok lihat bintang tidak ? " ujar laura.
" Den bintang tadi pergi keluar rumah sakit nyonya " ujar mbok.
" Yasudah mbok " ujar laura.
Saat mbok akan pergi keluar rindu dan bintang juga datang ke kamar inap merekapun berpapasan.
" Den bintang non rindu " ujar mbok.
" Hemmm " ujar bintang.
" Iya mbok " ucapku.
" Bintang rindu kenapa kalian bisa datang bersamaan ? " ujar laura.
" Sore tan tapi rindu kesininya sen " ucapku disela kak bintang.
" Dia kesini sama bintang ma biasa cucu angkat baru oma jadi harus dimanja sesuai perintah oma ma jadi harus diikuti ma " ujar bintang.
__ADS_1
Kenapa kak bintang malah bicara seperti itu apa maksudnya ( batinku menatap kak bintang ).