Presiden Mahasiswa Impian

Presiden Mahasiswa Impian
116. Belum Siap


__ADS_3

" Kak bintang kenapa kak bintang bisa ada disini ? " ucapku.


" Saya kesini karna saya ingin bertemu dengan mama saya dia sedang bertugas disini sebagai dokter dan kebetulan saya ingin membesuk kaila itu saja " ujar bintang.


" Tapi ini masih shubuh lo kak serius kak bintang mau ketemu mamanya kak bintang " ucapku sedikit heran.


" Memang ada yang salah dengan waktunya ahhh " ujar bintang.


Suara azan shubuhpun berkumandang.


" Yasudah kak kalo begitu rindu permisi dulu mau sholat permisi kak " ucapku.


" Heii tunggu dulu kenapa kau main pergi saja kau kira aku juga tidak sholat begitu " ujar bintang.


" Serius kak bintang mau sholat yasudah itu sangat baik untuk kak bintang kalo begitu kita maksud rindu kak bintang dan rindu bisa ke mushola sekarang " ucapku.


" Hemmmmm " ujar bintang.


Akhirnya merekapun ke musholla dan sholat berjamaah bersama setelah selesai sholat bintang menunggu rindu di depan mushola.


" Kak bintang belum balik duluan atau kak bintang nungguin rindu ya " ucapku.


" Gak usah kegeran saya cuma gak mau jalan sendiri aja ya saya harus disini dulu sampai ada yang mau jalan juga " ujar bintang.


" Emang sulit ya kak sulit banget cuma ngomong iya tapi yasudahlah " ucapku.


Saat berjalan menuju kembali ke ruangan kaila rindu sempat bertanya soal oma kaira ya omanya bintang.


" Kak rindu boleh nannya gak sama kak bintang " ucapku.


" Nanya soal apa ? " ujar bintang.


" Rindu cuma mau nanya soal oma kaira omanya kak bintang oma baik-baik ajakan kak " ucapku.


" Oma oma baik-baik saja ada apa kau menanyakan soal oma ahhh " ujar bintang.


" Tenang kak rindu gak pernah ada maksud buat ngerusak hubungan kak bintang sama oma atau malah jadi manfaatin oma rindu gak pernah kepikiran soal itu kak.


Rindu cuma lagi kangen ketemu oma aja bagaimanapun oma udah baik selama rindu ditinggal sama oma kak bintang.

__ADS_1


Pertama kali rindu harus ikut sama oma kak bintang pikiran yang terlitas dipikiran rindu itu rindu bakalan disiksa, dipukulin, atau mungkin dijual bahkan dibunuh dan diambil organ-organ tubuhnya gitu kak " ucapku.


" Makanya gak usah sok dramatis pikiran kamu tu mana mungkin juga oma lakuin hal itu kamu ada-ada aja sih ( senyum tipis ) " ujar bintang.


" Manis banget senyumnya baru kali ini aku liat kak bintang senyum karna aku aduh rindu rindu sadar ngapain jadi kesenangan gitu rin ( batinku ).


Bener sih kak oma kak bintang gak mungkin gitu tapikan waktu itu posisinya rindu gak kenal gimana oma kak bintang " ucapku.


" Maaf aku ya rin soalnya belum bisa dan siap buat nunjukin ke kamu kalo aku pengen minta maaf ke kamu soalnya hati ini masih dipenuhi rasa gengsi tapi aku sekarang janji gak bakalan jahatin, ngebully, dan nyakitin kamu lagi " batin bintang.


" Kak kak bintang kok malah bengong sih " ucapku.


" Iya kenapa " ujar bintang.


" Gak ada apa-apa sih kak cuma kak bintang tadi ngelamun ohh ya kak bintang mau ke ruangan kaila atau ketemu mamanya kak bintang ? " ucapku.


" Saya mau ketemu mama saya aka dulu nanti kalo masih ada waktu saya kesana kalo gitu saya duluan " ujar bintang.


" Yaudah silahkan kak " ucapku.


.......................................


Bintang saat itu tidak pergi menemui mamanya tetapi dia pergi dari rumah sakit.


Tak terasa waktu terus berjalan hingga siang kembali mendatangi dan saat itu kaila sudah selesai makan dan meminum obatnya diapun istirahat.


Dan saat itu oma kaila mencoba untuk memberikan tes terakhir kepada rindu untuk melihat seberapa baik sosok rindu.


" Bisa kita bicara sebentar tapi tidak disini ditaman rumah sakit saja " ujar oma kaila.


" Baik nyonya " ucapku.


Di Taman


" Baiklah langsung saja saya hanya ingin mengatakan jika saya mau kamu menjauhi cucu saya dan tenang saja saya akan berikan kamu sejumlah uang yang sangat banyak dan setelah itu pergilah dari hidup cucu saya " ujar oma kaila.


" Ternyata oma kaila memang benar-benar tidak suka padaku tapi itu wajar saja ahhh sudahlah rin kamu sudah sering menghadapinya batinku.


Baiklah nyonya saya akan melakukan apa yang nyonya mintak dan nyonya tidak perlu harus membayar saya dengan sejumlah uang yang begitu banyak saya punya uang nyonya walaupun saya sadar uang saya tidak sebanyak uang yang nyonya miliki.

__ADS_1


Tapi satu hal yang harus nyonya ketahui saya tidak ingin persahabatan saya dan kaila hanya dinilai dengan uang saya hanya ingin berteman dengan kaila dan saya tidak pernah berniat buruk kepada kaila apalagi memanfaatkan kaila nyonya.


Justru saya sangat berterima kasih kepada kaila nyonya karna dia mau berteman dengan saya ya dengan saya seorang gadis kampung miskin dan penuh kesederhanaan ini jika memang oma menginginkan saya tidak berteman dengan kaila baiklah saya bisa lakukan itu nyonya.


Dan saya katakan sekali lagi pada nyonya bahwa saya tidak perlu uang nyonya kalau begitu sayang permisi nyonya " ucapku.


Saat rindu pergi tiba-tiba oma kaila malah bertepuk tangan dan membuat rindu terkejut dan berbalik menatap oma kaila dan saat itu dia malah tersenyum dan merentangkan tangannya seperti orang ingin memeluk.


" Apa yang nyonya maksud ? " ucapku heran.


" Kamu lulus kamu lulus untuk bisa berteman bahkan bersahabat dengan cucu saya kemarilah " ujar oma kaila.


Rindupun mendekati oma dan merekapun berpelukan.


" Sekarang kamu juga tidak perlu memanggil saya dengan sebutan oma karna kamu boleh memanggil saya oma sama seperti kaila " ujar oma kaila.


Aku merasa sangat bahagia hari ini akupun kembali memeluk oma.


" Terima kasih ya oma " ucapku.


" Seharusnya oma yang mengucapkan terima kasih kepadamu karena kamu sudah berhasil menjadi sahabat yang baik untuk kaila dan mau menemani kaila dan oma juga minta maaf atas kesalahan oma kepada kamu.


Sekarang oma yakin kalau kamu bisa menjadi teman yang baik untuk kaila " ujar oma kaila.


Setelah itu mereka kembali ke ruangan kaila dan saat itu kaila sudah bangun kaila juga sempat kembali khawatir karena tidak melihat rindu dan omanya.


Oma rindu mereka kemana atau jangan-jangan oma malah menjahati rindu oma kenapa oma bisa sejahat itu sama rindu oma rindu itu gak salah apa-apa oma.


Tiba-tiba saja rindu dan oma datang dengan penuh senyuman dan tawa.


" Oma rindu kenapa kalian bisa tersenyum bersama " ujar kaila penuh heran.


" Tentu kai karna oma sudah memberi izin ya oma sudah membolehkan aku untuk berteman dengan cucu yang paling disayanginya ini yaitu kamu kai " ucapku.


" Serius serius oma " ujar kaila.


" Iya kai oma udah lihat kalau rindu benar-benar sahabat yang baik buat kamu karena dia bisa jaga kamu dia bisa beri semangat buat kamu dan oma yakin dia sosok yang baik buat cucu oma " ujar oma kaila.


" Syukurlah oma terima kasih banyak sudah mempercai rindu oma kaila sangat senang sekali oma " ujar kailam

__ADS_1


Akhirnya merekapun berpelukan dan wajah mereka dipenuhi senyuman dan tawa bahagia.


__ADS_2