Presiden Mahasiswa Impian

Presiden Mahasiswa Impian
143. Tujuan


__ADS_3

Sorepun menjelang rindu semakin didera rasa takut dan gelisah ketika ingin pergi bersama bintang namun bagaimanapun dia harus menepati janji yang telah ia ucapkan sendiri.


" Ma mama mau pergi kemana kok udah rapi aja mama mau ninggalin ciko sendiri ya soalnyakan mami sama papi belum pulang kerja ma " polos ciko.


" Benar juga apa yang ciko katakan eja dan enzi belum kembali jadi bagaimana dengan ciko apa harus aku bawa atau aku antar ke butik enzi " membatin.


" Ma mama rindu kok malah ngelamun sih " ujar ciko.


" Mama ada janji sama teman mama gimana kalo ciko mama antar ke butik mami enzi ya maukan ? " ucapku.


" Yaudah mau ma, ohh iya mama mau ketemu teman mama yang tadi ya om siapa namanya ciko lupa ma om siapa namanya ma ? " ujar ciko.


" Udah sekarang ciko siap-siap nanti omnya datang kesini lagi ciko bisa kenalan lagi ya udah cepet ganti bajunya mama tungguin " ucapku.


" Siap ma " ujar ciko.


Beberapa menit kemudian akhirnya bintang sampai di rumah rindu dengan tepat waktu bahkan lebih cepat dari waktu yang seharusnya.


" Assalamualaikum " salam bintang.


" Waalaikumussalam " ucapku.


" Bagaimana sudah bisa kita pergi ? "ujar bintang.


" Tunggu dulu kak " ucapku.


" Rindu boleh tidak jangan panggil aku kak panggil saja bintang atau ma........ " ujar bintang disela ciko.


" Mama " teriak ciko.


" Hai sayang udah siap yaudah kita pergi sekarang ya sama om bintang " ucapku.


" Ohhh iya nama omnya om bintang tapi kenapa mama baru bilang sekarang, tadi pas ciko lupa nama omnya mama gak mau kasih tau ciko sekarang ada om bintang disini mama baru kasih tau ciko cie cieeee mama " ujar ciko.


" Ciko gak boleh ngomong gitu " ucapku malu mendengar celoteh ciko.


" Benarkah mama kamu seperti ciko ? " ujar bintang.


" Bener om " ujar ciko.


Bintangpun tersenyum mendengar ucapan polos ciko tentang dirinya.


" Sudah-sudah sekarang kita pergi saja ya ciko udah siapkan ? " ucapku.

__ADS_1


" Udah ma " ciko.


" Ohhh ya ciko sama mama mau duduk di depan gak sama om ? " ujar bintang.


" Ciko mau om, ma mama maukan kita duduk didepan sama om bintang mau ya ma " ujar ciko.


" Mama gak bisa duduk didepan tapi kalo ciko mau duduk didepan yaudah gakpapa mama duduk dibelakang aja " ucapku.


" Yaudah deh ma " ujar ciko.


Akhirnya merekapun menuju sebuah restoran disepanjang perjalanan bintang terus melirik ke kaca mobilnya yang bisa melihat rindu tengah duduk dibangku belakang.


" Kak bintang kita anter ciko dulu ya " ucapku.


" Anter ciko emangnya ciko mau kemana ? bukannya dia ikut sama kita aja ke restoran aku gakpapa aku juga gak keberatan kalo kamu bawa ciko rin " ujar bintang.


" Wahhh mama sama om mau ke restoran ciko mau ikut sih tapi ciko mau ketemu mam... " ujar ciko disela rindu.


" Maksud ciko, ciko mau ketempat mamkan dibukti yakan ya mama sama om bintang anterin nanti mama jemput ciko kesana ya " ucapku.


" Ke tempat mam maksudnya ? " ujar bintang.


" Mam itu panggilan ciko ke temen aku kak dia punya butik jadi ciko aku titipin ke dia dulu lagiankan gak mungkin ciko aku bawa juga kak " ucapku.


" Iya sayang kita ketemu mam kok ciko tunggu aja ohh iya ciko bisa liat kedepan kesamping liat jalanan pemandangan yakan " ucapku mengalihkan ucapan ciko.


" Seperti ada yang aneh dengan sikap dan cara bicara rindu apa yang sebenarnya dia sembunyikan dan seperti menghalang-halangi ciko bicara " batin bintang.


Akhirnya mereka sampai dibutik enzi dan rindupun bergegas mengantar ciko bertemu enzi.


" Hai sayang mami " ujar enzi.


" Mami..... " teriak ciko.


" Enzi aku anter ciko ke kamu ya aku mau pergi sama teman aku sebentar kok nanti aku balik kesini lagi yaudah aku pergi ya zi " ucapku.


" Yaudah hati-hati rin " ujar enzi.


" Sekarang ciko ikut mami keruangan mami ya disana ciko bisa istirahat mami juga punya cemilan ciko maukan " ujar enzi.


" Mau mi " ujar ciko.


" Gak mau duduk didepan rin ? " ujar bintang.

__ADS_1


" Rindu duduk dibelakang aja kak " ucapku.


" Yasudah " ujar bintang sambil mengangguk.


Di Restoran


" Silahkan duduk " ujar bintang.


" Iya terima kasih kak " ucapku.


Saat itu bintang terus memandangi wajah rindu seakan ingin mengiba dan memohon maaf atas kesalahan yang ia lakukan pada rindu.


" Kak kak bintang ada apa ya atau ada yang salah dengan rindu ? " ucapku.


" Tidak tidak ada yang salah dengan dirimu rindu " ujar bintang.


" Baik yasudah, ohhh iya ada apa ya kak bintang ngajak ridnu ke restoran ini kalo soal ada yang mau dibicarakan dengan rindu. rindu rasa tidak ada yang perlu dibicarakan kak rindu yakin sekali " ucapku.


" Kamu yakin tidak ada yang harus dibicarakan mungkin kamu bisa menipu orang lain rin dan itu semua mungkin adalah kelebihanmu " ujar bintang.


" Maksud kak bintang rindu bisa menipu ? " ucapku heran.


" Baiklah akan aku jelaskan karna tak ada waktu untuk kita mengulang kesalahan seperti waktu dulu dan saya juga tidak ingin semakin merasa bersalah dan dihantui setiap langkah hidup saya akan kesalahan dan dosa pada diri kamu rindu " ujar bintang.


" Benarkah yang bicara itu semua adalah kak bintang aku masih belum yakin dan percaya seorang kak bintang bisa mengatakan itu semua ( batin ).


Maksud kak bintang apa ? rindu tidak pernah merasa jika kak bintang punya kesalahan pada rindu, jikapun itu ada bagi rindu itu bukan kesalahan kak bintang semua itu terjadi dengan sendirinya dan apa yang sudah ditakdirkan untuk masing-masing kita kak.


Jadi kak bintang tak perlu merasa bersalah pada rindu jikapun kak bintang memang ingin meminta maaf dari rindu, rindu sudah maafkan kak bintang jauh sebelum hari ini kak bintang katakan " ucapku.


" Baiklah jika apa yang sudah pernah saya lakukan pada kamu bukan suatu kesalahan maka saya ingin kau memaafkan saya " ujar bintang.


" Iya kak rindu akan maafkan kak bintang dan rindu juga minta maaf jika sudah melakukan kesalahan pada kak bintang " ucapku.


" Iya kita bisa saling memaafkan dan yang paling penting tujuan saya ada disini bersama dengan kamu bukan hanya sekedar permintaan maaf, yang sebenarnya sulit untuk memaafkannya tapi sikap kamu begitu baik, lembut dan mampu memaafkan diri saya.


Tapi saya punya maksud dan tujuan lain dan ini lebih penting dati segalanya saya ingin kamu menjadi is..... " ujar bintang disela rindu.


" Maaf kak sepertinya perbincangan kita cukup sampai disini saja rindu ucapkan terima kasih pada kak bintang dan sekali lagi rindu katakan rindu dengan ikhlas memaafkan kak bintang " ucapku dan berdiri.


" Tunggu dulu rindu kamu harus dengarkan dulu apa yang ingin saya katakan ini, saya ingin kamu menjadi sitri saya " ujar bintang.


Rindupun terkejut bukan kepalang mendengar ucapan ka bintang.

__ADS_1


__ADS_2