Presiden Mahasiswa Impian

Presiden Mahasiswa Impian
54. Pertengkaran


__ADS_3

Setelah senja menjelang bintang baru kembali ke cafe setelah menyelesaikan semua kegiatan yang akan diadakan minggu depan. Saat sampai di Cafe bintang langsung mencari keberadaan rindu saat pertama kali masuk ke dalam kafe bintang melihat tara.


" Heii kamu kesini " panggil bintang.


" Saya bos " tara.


" Iya kamu siapa lagi kalo bukan kamu saya ingin bertanya dimana pembantu itu ? " bintang.


" Pembantu maksud tuan rindu " tara.


" Iya siapa lagi kalau bukan dia " bintang.


" Sebelumnya saya minta maaf sama bos ya kalau menurut saya dia itu memang tidak baik karena tadi sore dia ke sini bersama seorang laki-laki dan rindu berkata jika dia ingin keluar dari pekerjaan ini bukankah itu namanya dia sudah sangat lancang dan berani sekali melawan peraturan yang bos buat " jelas tara.


" Apa dia keluar dari pekerjaan ini benar-benar lancang sekali dia ya memang tidak tahu diri dan tidak sadar akan dirinya sendiri untuk bisa diterima di sini saja seharusnya dia harus bersyukur bukan seperti ini. karena dia sudah membuat kemarahanku dan mempermainkan diriku lihat saja aku akan buat perhitungan denganmu " bintang langsung pergi meninggalkan kafe.


" Bos bos mau kemana apakah bos tidak ingin istirahat disini saja bos ( teriak tara namun bintang tidak menghiraukannya ) " tara.


lihat saja malam ini kamu tidak akan hidup dengan tenang berani sekali kamu mempermainkan diri saya, saya tidak pernah dipermainkan karena saya yang mempermainkan seseorang yang saya inginkan dengan mudah tapi kamu malah berani melawan saya akan saya akan buat perhitungan pada kamu " bintang.


Bintang mengendarai motornya menuju area kosan rindu tentu dia tidak bisa melakukan apa-apa karena di sini banyak perempuan lain juga tapi bintang tidak kehabisan akal untuk membuat rindu datang menemuinya.


Tok tok tok ya siapa silakan masuk Puput ada apa Put ?.


" Begini tadi aku habis dari luar dan tidak sengaja bertemu dengan reza dia bilang dia ingin menemuimu, dan dia menunggumu di ujung gang sana reza " jelas puput.


Tapi dia tidak menelpon ku atau memberi pesan padaku sepertinya aku tidak bisa menemuinya bukankah ujung gang itu agak sepi biar aku telepon eja dulu untuk beritahu bahwasanya aku tidak bisa menemuinya.

__ADS_1


" Jangan dia tadi bilang memang sengaja tidak memberitahumu atau memberi kabar mungkin dia ingin mengajakmu pergi silakan saja ini masih jam 7 kan gerbang biasanya ditutup jam 9 jadi kamu masih punya waktu untuk keluar " puput.


Baiklah kalau begitu aku akan menemui eja terima kasih sudah menyampaikan pesan reza put.


" Ya sama-sama rindu " puput.


Rindupun menuju gang untuk menemui reza dan dia tidak memikirkan apakah yang temannya sampaikan benar atau tidak, saat sampai di sana tidak ada siapa-siapa hanya gang sepi yang menambah rasa ketakutan rindu.


Saat terus mencoba mencari keberadaan reza tanpa sengaja rindu melihat motor bintang mendekatinya.


Tidak aku tidak ingin dia menyakiti aku lagi, langsung menelpon reza.


Untunglah dia membawa handphone digenggamannya, Halo ja ja tolong rindu ja tolong tolong tolong rindu ( ketakutan ).


" Kamu kenapa rin rindu rindu ? " reza.


Tolong ja kak bintang kak bintang aku ada di ujung gang kosan tolong ja.


Rezapun langsung menuju kosan rindh tanpa berpikir panjang saat itu bintang turun dari motornya, jalan sepi membuat bintang menjadi mudah untuk menyakiti rindu iapun menggenggam dengan keras tangan rindu.


" Kamu berani sekali sudah melawan ancamanku jangan pernah bermain-main dengan apa yang aku katakan " Bintang.


Kak lepasin tanganku aku tau kakak punya hak atas pekerjaan, dan benar aku memang keluar dari pekerjaan itu. Karena aku tidak ingin mengecewakan reza kak dia lebih penting daripada pekerjaanku itu kak, jika memang kak bintang marah aku minta maaf kak.


" Ternyata karena pacarmu itu kamu berani melawanku baiklah kita lihat siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah, sekarang ikut denganku ( menarik tangan rindu ) " bintang.


Tidak aku tidak mau kak lepaskan aku lepaskan aku ( memberontak dengan sekuat tenaga akhirnya aku bisa lepas dari genggamanya ).

__ADS_1


Tapi bintang seperti gelap mata dan berbuat kasar kepada rindu.


" Jangan coba-coba menghindar dariku karena aku yang akan menghancurkan hidupmu bintang, mendekatkan wajahnya ke wajah rindu " bintang.


Tiba-tiba saja mereka datang tepat waktu sebelum bintang melakukan hal yang tidak baik.


" Jangan kurang ajar sama perempuan kak ( langsung menonjok wajah bintang ) " reza.


Sudah cukup ja reza udah cukup jangan pukulin kak bintang lagi ja udah.


" Kenapa kamu masih kasian sama dia rindu udah jelas-jelas dia udah nyakitin kamu rindu " ucap reza.


Rindu tau ja tapi bukan berarti kak bintang harus kamu pukulin juga sampai segitunya udah ja ( menarik reza menjauhi bintang ).


" Saya tidak butuh belas kasihan dari seorang perempuan seperti kamu " ucap bintang.


" Sudah kita pergi kembali ke kosan kamu aku akan mengantarmu ingatkan jangan pernah sakiti dan mengancam rindu lagi ingat itu kak " reza.


Reza dan rindupun pergi bersama menuju kosan rindu.


Maaf rindu kak rindu gak bermaksud buat kak bintang sampai dipukulin reza separah itu ( Rindu merasa sangat sedih melihat bintang yang tergeletak di jalanan ).


" Sudah sampai cepat masuk dan tidak perlu lagi memikirkan kak bintang, aku pamit ke kosan dulu ingat jangan terlalu dipikirkan masalah itu itu akan menjadi urusan dan tanggung jawabku " ucap reza.


Terima kasih atas bantuannya ja rindu masuk dulu.


Saat menutup pagar kosan rindu merasa kenapa reza kembali ke tempat kak bintang tadi, bukankah jalan menuju kosannya bukan kesana jangan-jangan reza kembali memukuli kak bintang. Aku harus kembali kesana aku tidak ingin eja sampai memukuli kak bintang lagi.

__ADS_1


Saat sampai di tempat tadi dugaanku benar eja kenapa kamu sampai tega mukulin kak bintang, aku harus menolong kak bintang tapi tidak aku harus menunggu reza pergi dulu.


Rindu tak sanggup melihat reza dan bintang berkelahi diapun menutup matanya.


__ADS_2