
Hari Wisuda
Senyum bahagia terpancar disetiap wajah para wisudawan/i begitu juga para orang tua dan kerabat-kerabat mereka.
Orang tua rindu serta kakaknya telah hadir dipekarangan kampus berdampingan dengan mama eja mereka sudah sangat menanti memontum paling berkesan nan bahagia ini.
Rindu sudah siap dengan kebaya biru langitnya yang membuat tenang ketika melihatnya dengan paduan make up lembut membuat rindu semakin cantik.
Saat itu acara akan segera dimulai dan yang akan mendampingi rindu audiotorium adalah ibunya dan kamil sebagai kakak laki-laki tertua rindu.
" Kak ayu kakak yakin tetap melanjutkan rencana perjodohan rindu dan bimo ? " ujar leni kakak ipar rindu istri dari arepi.
" Yakin sangat yakin memangnya kenapa ada yang kamu ragukan len tentang hal ini ? " ujar ayu.
" Tentu saja kak ada keraguan bukankah ini adalah percobaan kali ketiga untuk membujuk rindu agar mau menerima bimo dan lamaranya itu.
Aku juga yakin kak jika ibu tau semua rencana ini dan aku yakin dia tidak akan membiarkan rindu menikah dengan bimo " ujar leni.
" Tenang saja itu akan menjadi urusan saya kamu cukup ikuti saja dan dukung rencana ini karna ini semua juga berdampak pada kita " ujar ayu dengan senyum liciknya.
Acara wisuda berjalan hikmat bahkan diiringi tetesan air mata penuh bahagia dari para mahasiswa/i serta jajaran para orang tua yang melihat putra putri mereka diwisuda.
" Kamil bukankah kau juga bisa melihat senyum bahagia adikmu rindu nak " ujar asih.
" Iya bu kamil bisa lihat itu rindu sangat bahagia namun juga terselip kesedihan dan rasa rindu pada almarhum ayah " ujar kamil.
" Ibu juga tau itu nak, kamil ibu hanya ingin berpesan padamu tolong jaga rindu baik-baik jika nanti ibu juga harus pergi meninggalkan kalian.
Dan ibu minta bahkan memohon padamu jangan berikan adikmu rindu beban penderitaan lagi, bukan saat itu sudah sangat menyakitkan nak tolong dengarkan ibu nak " ujar asih.
" Iya bu kamil tau dan ingat hal itu bahkan kamil memohon maaf serta ampun pada ibu atas kesalahan kamil dan repi bu " ujar kamil.
" Sejatinya ibu akan selalu memaafkan kesalahan anaknya meski kadang terluka dan kecewa atas apa yang dilakukan anak-anaknya.
__ADS_1
Tapi kali ini ibu mohon jaga dan lindungi rindu ibu berharap rindu bisa mendapatkan kebahgiaannya sendiri dengan cara yang ia sukai, jangan pernah bohongi dia bahkan memanfaatkan adikmu sendiri kamil tolong jangan lakukan itu nak demi ibu demi almarhum bapak " ujar asih.
" Tapi bu kamil juga punya hak untuk memberikan pilihan terbaik bagi rindu bu rindu itu adik kamil bu " ujar kamil.
" Memang rindu itu adikmu adik kandungmu ibu juga tidak melarang kamu membantunya atau memilihkan yang terbaik untuknya.
Tapi jika perkataan itu kamu gunakan untuk mendapatkan kebahagianan kamu sendiri itu salah nak, hidup bahagia bergelimang harta memang sangat membahagiakan tetapi tidak harus dengan cara memanfaatkan adikmu itu pesan ibu nak tolong dan ibu mohon jangan lakukan itu pada adikmu jika kamu benar-benar menyayanginya " ujar asih.
Kamilpun hanya terdiam dan mengerti setiap perkataan ibunya bahkan ia merasakan hal itu karna dia juga punya seorang putri yang harus ia jaga dan bahagiakan, bukan malah membuat dia menderita untuk kesenangan semata.
Setelah rangkaian acara selesai maka dilanjutkan dengan acara bersama orang tua dan keluarga masing-masing para wisudawan/i dengan penuh bahagia dan senyum sumringah.
Jika seandainya kamu dihadapkan oleh dua persimpangan dimana satu mengarah pada kehidupan hura-hura masa muda yang menyenangkan, kemudian satunya lagi mengarah pada perjuangan pendidikan S1.
Maka pilihlah persimpangan S1 mungkin sulit, penuh perjuangan dan pengorbanan masa muda untuk kebahagiaan semata.
Selesaikan S1 mu maka saat itu barulah nikmati hidupmu kemanapun kamu mau karna tidak ada hal membahagiakan melihat diujung sana orang tuamu tersenyum sumringah dan merasa bangga karna telah menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi.
Hari ini penuh bahagia dirasakan rindu bersama keluarganya beserta keluarga eja mereka sangat bahagia.
" Selamat rindu akhirnya kita wisuda juga hari ini rindu juga sangat cantik " ujar eja.
" Selamat juga untuk eja sepupu rindu paling ganteng, baik, perhatian pokoknya makasih buat eja " ucapku.
" Senyum kamu itu kenapa sih manis banget rin coba aja kalo kamu bukan sepupu aku tapi ya sudahlah setidaknya aku tetap bisa melihat dan berada didekat kamu rin " batin eja.
" Lah kok malah ngelamun sih ja eja " ucapku.
" Maaf rin maaf yaudah sekarang kita foto-foto dulu gimana habis itu baru deh kita pikirin mau kemana pokoknya hari ini hari yang paling bahagia buat kita semuanya " ujar eja.
" Iya ja kemana aja yang penting sama mereka ( melihat orang tuanya dan kerabat lainya ) " ucapku.
" Bener rin yaudah kita ke mereka " ujar eja.
__ADS_1
Hari itu rindu dan eja benar-benar merasakan kebahagiaan namun tetap saja rindu merasakan ada yang kurang yaitu tanpa sosok ayahnya.
...................................................
Setelah hari wisudanya rindu kembali ke kampungnya dan memutuskan untuk melamar sebagai guru disalah satu sekolahan di kampungnya.
Namun masalah kembali menghampirinya bimo seakan mendesak ayu untuk mempercepat perjodohannya dengan rindu, karna ia sudah menghabiskan waktu untuk menunggu rindu menyelesaikan kuliahnya.
" Kak kak ayu mana janji pernah kakak katakan waktu itu janji bahwa setelah rindu menyelesaikan kuliahnya maka tidak ada lagi alasan untuk dia menikah dengan saya bukankah begitu kak " ujar bimo.
" Ya benar kakak pernah mengatakan hal itu tapi memang sampai saat inipun kakak belum bisa membujuk ibu bahkan rindu, tapi secepatnya akan kakak usahakan tenang saja " ujar ayu.
" Selalu saja kakak katakan hal itu saya tunggu secepatnya jika sampai kakak gagal lagi maka jangan salahkan saya " ujar bimo.
" Tenang saja bim " ujar ayu.
" Ahhh sudahlah lakukan saja secepatnya saja " ujar bimo lalu pergi.
" Bagaimana ini membujuk rindu itu tidak mudah apalagi membujuk ibu itu adalah hal sulit bagaimana ini, tapi tenang saja ayu kamu pasti bisa melakukannya " batin ayu.
" Rindu ibu mau bicara nak " ujar asih.
" Iya bu, tapi sekarang ini rindu sangat bahagia bisa bersama dengan ibu selamanya di kampung lagi dan rindu juga bisa mengajar disini jadi guru bu " ucapku bahagia sambil memeluk ibu.
" Ibu tau nak ibu juga sangat bahagia bisa bersama putri ibu lagi tapi ada satu hal yang ingin ibu katakan pada rindu nak dengarkan ibu ya " ujar asih.
" Senyumku tiba-tiba memudar saat melihat raut wajah ibu dan perkataannya ( batin ).
Ibu maksud ibu apa bicara seperti itu pada rindu sepertinya ibu tidak bahagia rindu disini bersama ibu " ucapku.
" Tidak nak ibu sangat bahagia bisa bersama rindu tapi ada bahaya yang akan mengancam kamu jadi ibu tidak ingin itu terjadi nak " ujar asih.
" Bahaya bu maksud ibu ? " ucapku takut.
__ADS_1