Presiden Mahasiswa Impian

Presiden Mahasiswa Impian
78. Kota


__ADS_3

Sekita 2 jam perjalanan aku merasa jika mobil ini sepertinya tidak berhenti-berhenti bahkan terus melaju ke arah depan, hal ini membuatku bertanya-tanya kemana tujuan mereka akupun memberanikan diri untuk bertanya.


Nyonya kenapa sepertinya mobil ini tidak berhenti-berhenti kemana tujuan nyonya apakah kembali ke kota.


" Iya tentu kita belum sampai ke tujuan kita karena kita akan kembali ke kota jadi butuh waktu lebih lama, kau tak perlu kaget dan heran begitu melihatku " nyonya.


Tidak kenapa bisa nyonya yang berasal dari kota menjadi pembeli atau orang yang menerima gadaian sawah ayah dan ibu nyonya, jauh sekali jarak yang harus di tempuh jangan-jangan nyonya ingin menjualku tidak nyonya aku mohon aku tidak ingin di jual nyonya ( ekspresi ketakutan ).


" Heii kau lebih baik diam dan tak perlu banyak bicara dan jangan berpikir yang aneh-aneh nyonya bukan orang yang seperti itu jadi lebih kau diam saja " ucap salah seorang bodyguard.


Akhirnya setelah beberapa jam perjalanan mobil ini berhenti di sebuah rumah mewah yang aku pikir hampir sama dengan mewahnya rumah kak bintang.


Kak bintang kenapa aku jadi teringat dia rindu kamu harus bisa melupakannya rindu ya lupakan dia rindu, tapi aku malah tidak bisa semakin aku lupakan semakin muncul perasaan itu.


" Turunlah dan ikut denganku " nyonya.


Di Dalam Rumah


Benar rumah ini sama mewahnya dengan rumah kak bintang bahkan aku rasa lebih mewah rumah ini, menurutku hidup nyonya itu sudah nyaman bahkan di hari tuanya seperti ini seandainya ayah dan ibu bisa menikmati hari tuanya seperti ini pasti mereka akan bahagia.


Di Rumah Rindu


" Ayah ibu maafkan kami " ucap kamil dan repi bergantian.


" Tidak kalian tidak perlu bicara lagi dengan kami sebelum kalian bawa kembali adik kalian rindu ke hadapan kami maka jangan panggil saya sebagai ayahmu sekarang kalian pergi pergi " bentak ayah.


" Ibu sungguh tidak menyangka kamil repi kalian tega melakukan ini apakah kalian tega melihat adik kalian dibawa oleh mereka, dimana perasaan kalian sebagai seorang kakak hiksssss hiksssss rindu rindu " ibu.


" Maafkan kamil bu " kamil.

__ADS_1


" Saya katakan kalian pergi pergi dan jangan injak rumah saya lagi sampai kalian membawa rindu kembali kesini pergi " ayah.


" Tapi ayah " repi.


" Sudahlah mas lebih baik kita pulang saja biarkan ayah dan ibu menenangkan dirinya kitapun tidak bisa melakukan apapun bukan " leni.


" Benar mas apa yang di katakan leni lebih baik kita semua pulang dulu biarkan ibu ayah menenangkan diri setidaknya masalah kita aman " ucap ayu.


" Baiklah ayah ibu kami permisi " kamil.


Orang tua rindupun masuk kembali ke dalam rumah itu dan mereka kembali membayangkan kejadian tadi, putri yang mereka sangat rindukan dan sayangi kembali pergi meninggalkan mereka bahkan dengan cara seperti ini.


" Ayah ibu tidak sanggup jika rindu tidak ada disini rindu maafkan ibu tidak bisa membantumu nak tapi sekarang ibu sangat mengkawatirkanmu rindu hiksssss hikssss pak ibu tidak kuat " ibu.


" Tenanglah bu kita pasti bisa melewatinya lebih baik sekarang kita memperbanyak doa saja dan terus berusaha untuk mencari uang sebagia tebusan rindu bu


Walaupun sebenarnya ayah juga sangat sedih atas kepergian rindu bu kita baru satu hari bertemu denganya, pagi ini kita berharap akan menikmati hari bersama dan menjadi awal bahagia setelah rindu pulang nyatanya digantikan dengan petaka.


Di Kota


" Bi bibi bi salma kemari sebentar " nyonya.


" Iya nyonya ada yang bisa bibi bantu nyonya " bi asma.


" Tolong urus kamar dan keperluan dia ya bi kalo begitu saya ke kamar dulu " nyonya.


" Mari non bibi antar " bi asma.


Maaf sebelumnya bi tidak perlu memanggil saya non karena saya yakin saya akan bekerja jadi pembantu seperti bibi.

__ADS_1


" Lebih baik kita mengobrol di belakang saja " bi salma.


Di Kamar


" Ini kamar non ya ohh ya nama non siapa ? " bibi.


Bi gak usah panggil non juga nama aku rindu bi jadi panggil rindu aja bi.


" Ohhh ya nak rindu kenapa sampai bisa di bawa sama nyonya ada masalah apa rin ? " bibi.


Akupun menceritakan apa yang telah terjadi bahkan aku menangis saat menceritakan itu semua.


" Bibi turut sedih ya nak tapi setahu bibi jika memang seseorang tidak bisa membayar uang pinjaman maka apa yang digadaikan itu di ambil atau memang di penjarakan.


Tapi kenapa sekarang bahkan baru kali ini dia membawa seseorang sebagai tebusan atau jaminannya nak, mungkin nyonya tertarik padamu karena jujur setahu nyonya tidak pernah membawa seseorangpun untuk jaminan tapi nak rindu tenang saja nyonya itu sebenarnya baik kok nak " bibi.


Jika memang nyonya itu baik kenapa dia tega melakukan ini pada rindu dan yang paling rindu takutkan bi adalah rindu akan berhenti kuliah jika seperti ini keadaanya bi hikssss hiksssss.


" Tenanglah nak bibi yakin akan ada jalan keluarnya ( memeluk rindu ) percayalah jika kamu anak yang baik jadi bibi yakin kebaikan juga akan hadir di hidupmu " bibi.


" Ternyata dia masih kuliah dan sepertinya dia sangat sedih saat mengatakan itu pada bibi, baiklah saya akan mempertimbangkan hal ini untukmu " nyonya.


Sedari tadi ternyata nyonya itu sudah memperhatikan rindu dan asma di kamar jadi saat mendengarkan rindu dan melihat ekspresinya nyonya itu merasa kasihan.


" Ya sudah bibi keluar dulu ya nak rindu nanti bibi kesini lagi karena bibi harus membeli pakaian untuk nak rindu " bibi.


Maaf ya bi rindu jadi merepotkan bibi karena harus membelikan pakaian rindu karena bibi tau sendiri kondisi rindu bagaimana tadi.


" Iya nak rindu tidak apa-apa bibi bahkan senang jika nak rindu ada disini menjadi teman bibi tapi bibi juga tau bagaimana perasaan nak rindu sekarang baiklah kalo begitu bibi keluar dulu ya nak rindu " bibi.

__ADS_1


Baik bi silahkan sekarang apa yang harus aku lakukan disini aku ingin menikmati hari libur dengan ayah dan ibu tapi kenapa takdir buruk kembali menghampiriku.


Bagaimana dengan ayah dan ibu sekarang, bagaimana dengan eja pasti dia sangat kawatir jika tau keadaanku. Kenapa kak kamil dan kak repi sangat jahat pada ayah ibu dan aku sungguh tidak sanggup untuk membayangkan hidup yang harus aku jalani sekarang bagaimana dengan kuliaku apakah ini semua memang sudah jadi takdir hidupku.


__ADS_2