
18:00
" Mi mami mami rindu itu papa sama mama pulang " teriak ciko girang.
" Iya-iya sekarang kita ke rumah papa sama mama ya " ucapku.
" Papa mama " ujar ciko.
" Hai jagoan papa dan mama " ujar eja.
" Hai sayang ( mengelus rambut ciko ) rin makasih ya udah jagain ciko sampai kita pulang kerja " ujar enzi.
" Gakpapa zi justru aku senang banget kalo ada ciko bahkan aku juga yang harus terima kasih sama kamu sama eja zi, udah mau bantuin aku udah mau jagain aku aku makasih sama kalian " ucapku.
" Udah rin ini semua juga udah jadi amanah dan tanggung jawab buat aku bantuin kamu rin jadi kamu gak perlu setiap saat makasih sama aku sama enzi rin " ujar eja.
" Benar rin, yasudah mau masuk dulu rin " tawar enzi.
" Seperti kalian duluan saja aku kembali ke rumah saja, ciko mami pamit pulang ya dadadhhhh " ucapku.
.................................................
Di Rumah Bintang
" Hai sayang mama sangat sangat merindukan kamu " ujar laura sambil memeluk bintang.
" Mama apa kabar baik-baik saja bukan " ujar bintang.
" Mama baik-baik saja, ohh iya mama sampai lupa untuk mengucapkan selamat buat anak mama yang satu ini selamat ya sayang kamu udah diangkat jadi manajer semoga kedepan bisa jauh lebih baik lagi sayang " ujar laura.
" Ya terima kasih ma ini semua berkat kerja keras bintang dan apa yang sudah mama papa lakukan demi bintang jadi bintang juga harus berusaha lebih baik lagi " ujar bintang.
" Ya benar sayang, kalo begitu mama ke kamar dulu mama mau bersih-bersih " ujar laura.
" Iya ma " ujar bintang.
Sepertinya sekarang ini memang bukan saat yang tepat untuk membicarkan tentang rindu bahkan membahas kapan bintang akan menemukan pasangannya apalagi kapan bintang akan menikah ( batin laura ).
__ADS_1
Keesokan Paginya
Sama halnya seperti biasa eja akan mengantar rindu bersama ciko ke sekolah dan setelah itu ia juga mengantar enzi ke butik miliknya.
Ia menuju kantor untuk menjalani aktivitas seperti biasa sebagai karyawan perusahaan.
" Za reza tolongin gue ya " ujar adam rekan kerja eja.
" Nolongin apaan dam gue juga baru aja sampe di kantor lu udah minta tolong aja sih ? " ujar eja.
" Sekali ini aja ja tolong anterin file ini ke ruangan manajer biasa minta tanda tangan, gue mau ke toilet ini udah kebelet lu anterin ya kalo nanti gue anterinnya telat ntar si manajer baru itu malah marah yaudah gue kebelakang dulu " ujar adam pergi meninggalkan eja dengan map file.
" Yaudah gakpapa juga sih sekalian liat si manajer itu soalnya kemaren gak sempat keliatan tu wajahnya " gumam eja.
Tok Tok Tok ( ketukan pintu )
" Masuk " ujar manajer alias bintang.
" Permisi pak ini ada file yang harus bapak tanda tangani " ujar eja.
" Iya silahkan taruh diatas meja ( posisi bintang sedang menunduk memperhatikan beberapa file juga ) " ujar bintang.
" Iya, tunggu tunggu dulu ada yang ingin saya tanyakan pada kamu ( mengangkat wajah dan melihat eja ) reza kamu reza bukan ? " ujar bintang.
" Kak bintang ( terkejut ), maksud saya pak bintang " ujar eja
" Ya saya bintang bagaimana kabarmu baik-baik saja bukan ? " ujar bintang.
" Ehhh kenapa tiba-tiba dia jadi baik seperti ini apa sudah berubah ya tapi itu urusan dia " batin eja dengan ekspresi wajah sedikit masam.
" Tak perlu menatap saya seperti itu saya ini atasanmu " ujar bintang.
" Ternyata masih sama saja dia tak pernah berubah " batin eja.
" Mungkin memang sulit dipercaya saya yang dulu dan saya yang sekarang tapi saya terus mencoba memperbaiki diri saya " ujar bintang.
" Iya itu terserah bapak saja saya juga tidak punya hak atas hal itu pak tugas saya bekerja disini, dan mengantar file tadi jadi kalo begitu saya permisi dulu " ujar eja.
__ADS_1
" Tunggu dulu saya masih ingin bicara dengan kamu ini tentang............. " ujar bintang ragu.
" Tentang apa pak bintang ? " ujar eja.
" Apakah aku harus benar-benar mengatakan ini tapi aku masih merasa takut dan egois tentang hal ini, tetapi jika semuanya tidak diselesaikan maka penyesalan itu selalu membayang-bayangi hidup saya " batin bintang.
" Baiklah sepertinya tidak ada yang ingin bapak sampaikan lagi pada saya kalo begitu saya permisi " ujar eja.
" Tunggu tunggu dulu eja saya ingin bertanya padamu tentang rindu ya rindu " ujar bintang tegas.
" Rindu ( untuk apa juga dia bertanya tentang rindu masih belum puas menyakiti rindu membuat hidup rindu menderita membatin ).
Maaf pak ini diluar pembicaraan kantor jadi saya mohon maaf tidak bisa menjawab dan membicarakan hal ini, tapi saya akan tetap memberitahu pak tentang rindu.
Rindu baik-baik saja sekarang dia jauh lebih bahagia bahkan sangat bahagia dengan kehidupannya jadi saya rasa apa yang saya sampaikan sudah cukup saya permisi dulu " ujar eja berjalan menuju pintu keluar.
" Tunggu tunggu dulu eja saya hanya ingin bertemu rindu sekali saja saya ingin meminta maaf padanya itu saja tolong beritahu saya dimana dia sekarang tolong saya mohon.
Saya hanya ingin meminta maaf padanya dan saya juga tak punya niat untuk menyakiti dia kembali dan jika memang dia sudah bahagia saya juga senang mendengarnya " ujar bintang.
" Rindu itu perempuan yang lembut dan baik jadi dia sudah memaafkan semua kesalahan ataupun hal yang tak sengaja kak bintang lakukan padanya dulu " ujar eja dan keluar menuju meja kerjanya.
Iya saya tau dia orang baik tapi saya ingin bertemu kembali padanya paling tidak melihatnya dan meminta maaf, karna kebodohan ego dan sifat sombong saya padanya dulu saya hanya ingin melihat dan bertemunya sekali saja ( gerutu bintang penuh sesal ).
Saat itu masuklah ob mengantarkan minuman dan saat itu juga bintang menyangka jika itu eja yang kembali ke ruangannya untuk memberitahu dimana rindu.
" Pak ini min " ujar ob terhenti.
" Dimana rindu dimana dia sekarang " ujar bintang langsung.
" Maaf pak saya ob bukan rindu " ujar ob.
" Iya-iya saya tau yasudah letakkan minumannya dan kembali ke tempatmu " ujar bintang.
" Permisi pak " ujar ob setelah meletakkan minuman.
" Ya " ujar bintang.
__ADS_1
Kenapa bisa-bisanya kak bintang yang jadi manajer baru disini dan sialnya lagi aku juga bekerja disini, bahkan tadi dia juga sempat bertanya tentang rindu tidak saya tidak akan membiarkan dia menyakiti rindu lagi.
Sudah cukup penderitaan yang dirasakan rindu dia juga berhak mendapatkan kebahagiaan dan cinta dia sendiri, dan lebih baiknya lagi aku tidak perlu memberitahu rindu tentang ini tentang aku yang bertemu dengan kak bintang bahkan dia yang menjadi manajerku ( batin eja ).