Presiden Mahasiswa Impian

Presiden Mahasiswa Impian
155. Hari Bahagia


__ADS_3

Kota


" Silahkan masuk kak ini rumah rindu ".


" Benarkah rindu ini rumah kamu ? sungguh kakak sangat bangga pada kamu " ujar Kamil.


" Tidak juga kak ini semua bukan sepenuhnya milik rindu tetapi Reza kak ".


" Sudahlah rindu semua ini adalah kerja keras kamu aku hanya sedikit membantu " ujar Reza.


" Apapun yang terjadi dan kalian lalui kakak bangga kepada kalian berdua " ujar Kamil sembari merangkul Rindu dan Reza.


Merekapun masuk ke rumah dan beristirahat melepas lelah dan perbincangan yang tak henti-hentinya.


" Ohh iya kak kenalin ini istri reza dan ini putra kami Ciko " ujar Reza.


" Iya saya Kamil ini istri saya ayu dan mereka ini putra dan putri kami " ujar Kamil.


Merekapun berkenalan satu sama lainya sampai kehangatan keluarga begitu tampak antara mereka.


Kampung


Sore menjelang bimo datang ke rumah Kamil namun apa yang ia dapati tentu tidak ada lagi seseorang pun di rumah itu.


" Mereka kemana apa mungkin rindu berhasil menemukan mereka, aahhhhh sial aku terlambat dan terlalu ceroboh " gerutu Bimo.


" Sudahlah bimo rindu itu memang bukan jodohku kamu carilah perempuan lain dan jangan lakukan cara kotor dan jahat untuk mendapatkan suatu cinta karna tidak akan berakhir bahagia " ujar seorang laki-laki paruh baya.


Kota


" Assalamualaikum rindu bagaimana tentang kakak kamu ? " ujar Bintang melalui saluran telpon.


" Waalaikumussalam kak Alhamdulillah rindu sudah bertemu dengan kak Kamil tetapi tidak dengan kak Arepi ".


" Alhamdulillah kalo begitu tetapi kenapa tidak dengan kak Arepi rindu semuanya baik-baik saja bukan ? " ujar Bintang.


" Rindu juga tidak bisa jelaskan melalui telpon seperti ini kak lebih baiknys secara langsung saja kak ".


" Baiklah nanti kak dan yang lainnya akan berkunjung ke rumah kamu mengenalkan keluarga kita, sebelum acara lamaran kita dilangsungkan " Bintang.


" Baik kak ".


" Rindu sekali lagi terima kasih karna kamu sudah mau menerimaku setelah semua yang aku lakukan padamu " ujar Bintang.


" Tidak kak, kak bintang tidak perlu selalu meminta maaf pada rindu semua yang terjadi sudah rindu maafkan dan semoga sekarang ini menjadi awal yang baik untuk kita kedepannya ".


Esok harinya keluar bintang berkunjung ke rumah rindu untuk mengenalkan kakak rindu dan orang tua bintang.


Teng............ Teng..............

__ADS_1


" Assalamualaikum " ujar Bintang.


" Waalaikumussalam (membuka pintu) kak bintang, oma silahkan masuk ".


" Oma ingin memeluk cucu oma dulu " ujar Khaira.


" Boleh oma " memeluk oma.


" Apakah bintang boleh ikut berpelukan juga " ujar Bintang.


" Belum, belum boleh sebelum sah gak boleh peluk-pelukkan bukankah begitu rindu ? " ujar Khaira.


" Benar oma (tersenyum) ".


" Senyuman sangatlah manis rindu kenapa dulu aku tidak melihat semua ini tapi, aku beruntung bisa memiliki meski aku sadar aku punya banyak kesalahan padamu aku berjanji akan membahagiakan dan membuatmu selalu tersenyum seperti ini " batin Bintang.


" Kak..... kakak ".


" Iya ada apa rindu ? " ujar Kamil.


" Ada kak bintang dan omanya kak mereka datang kesini ".


" Baiklah kita kesana sekarang " Kamil.


" Kak bintang, oma kenalin ini kak Kamil kakak rindu dan ini kak ayu istrinya kak Kamil ".


" Tidak apa-apa kami mengerti, saya sebagai kakak dan walinya rindu mengucapkan terima kasih pada kamu bintang dan oma karna sudah mau menerima rindu di keluarga kalian " Kamil.


" Seharusnya kami yang berterima kasih kepada kamu nak karna telah mengizinkan adikmu ini menjadi bagian dari keluarga kami " Khaira.


Setelah beberapa menit kemudian akhirnya orang tua Bintang datang dan mereka juga saling kenal mengenal satu sama lainnya.


Seminggu sebelum lamaran diadakan semua persiapan disiapkan dengan baik dan setelah perlengkapan acara aman, dilanjutkan dengan pemilihan pakaian untuk lamaran.


Mereka semua datang kesalah satu butik milik sahabat Laura sahabat dari mama Bintang.


Setelah memutuskan pilihan pada pakaian dengan warna mint Rindu dan Bintang mencoba mengenakan pakaian tersebut.


Rindu begitu cantik dan lembut saat menggunakan kebaya mint dengan kerudung yang senada, begitu juga Bintang dengan kemeja batik yang senada dengan Rindu membuat mereka terlihat sebagai pasangan yang sangat cocok.


Semua keluarga tersenyum menatap mereka terlebih Bintang begitu merasa bahagia bisa memenangkan hati rindu, seseorang yang dulu pernah ia sakiti dengan buruk.


Namun dengan hadirnya cinta yang suci dan tulus berharap kepada Allah membuat mereka saling meyakinkan meski memiliki masa lalu yang kelam sekalipun.


" Karena denganmu itu sakit, tidak denganmu akan lebih sakit ".


...............................................


Sampailah akhirnya diacara yang ditunggu-tunggu senyum bahagia terukir jelas disetiap bibirnya, do'a tanpa henti diucapkan dan dipanjatkan kepada Allah.

__ADS_1


" Ya Allah terima kasih atas apa yang telah engkau berikan hamba hanya mampu terus berdo'a dan memohon perlindungan padamu disetiap kehidupan hamba ya Allah.


Semoga hari ini menjadi langkah awal yang baik dan bahagia bagi hamba dan pilihan yang telah hamba pilih dengan petunjukmu ya Allah ".


Rumah Bintang


" Putra mama sungguh tampan seperti pengeran yang ingin menemui putrinya, mama harap ini menjadi awal kebahagiaan kalian nak kamu dan rindu " ujar Laura.


" Terima kasih ma bintang mohon izin dan restu mama semoga bintang bisa menjadi sosok pendamping dan suami yang baik nantinya " Bintang.


" Tentu sayang mama akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk putra mama dan calon menantu mama rindu " Laura.


" Bintang mama ayo cepat turun kita akan segera pergi ke rumah rindu ayo cepat " ujar Hamdan.


" Iya pa kami segera turun " ujar Bintang.


" Wihhh ternyata memang ya adekku yang paling kecil ini tampan seperti pangeran, ohh iya semoga bahagia selalu bro dan jadi sosok terbaik untuk istri dan anak kamu nanti " ujar Brian.


" Makasih kak " ujar Bintang.


" Ohh iya bintang tadi Azzam menghubungi papa dia tidak bisa izin untuk hadir sekarang karena dia ada penugasan " ujar Hamdan.


" Iya pa semalam kak Azzam juga udah kabarin Bintang " Bintang.


Merekapun menuju rumah Rindu dan prosesi lamaranpun dimulai saat pemasangan cincin air mata haru membiru menyelimuti suasana lamaran.


" Alhamdulillah terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang engkau berikan pada hamba setelah lelah dan luka yang diderita " membatin.


" Terima kasih ya Allah hamba berjanji akan menjaganya sepenuh hati hamba sekali lagi hamba mengucap syukur atas apa yang engkau berikan ya tuhan" batin Bintang.


Banyak hati dalam diam yang ikut bahagia dan membahagiakan Rindu dan Bintang.


" Selamat rindu semoga bintang bisa menyinari hidupmu memberikan senyuman dan bahagia untukmu, tugasku selesai untuk menjagamu tetapi aku tak akan melepasmu kau akan tetap ku jaga dalam hati dan jiwa ini sekali lagi selamat Rindu " batin Reza.


" Yeehhhh selamat mama Rindu akhirnya om Bintang jadi papa Ciko, Ciko senang banget " ujar polos ciko.


" Ciko om Bintang belum jadi papa Ciko tapi baru lamaran sama mama Rindu sayang " ujar Enzi.


" Ciko gak ngerti mami tapi yang Ciko ngerti om Bintang udah jadi papa Ciko " Ciko.


" Ciko........... " Enzi.


" Udah zi gakpapa namanya juga anak-anak udah gakpapa ".


" Tante selamat ya " ujar para keponakan Rindu.


" Iya sayang terima kasih banyak atas ucapan ohh ya peluk tante mau gak peluk tante ? ".


" Mau dong tante kami sayang banget sama tante selamat bahagia tente " ujar keponakannya.

__ADS_1


__ADS_2