Princess Narkolepsi

Princess Narkolepsi
sepaket dusta terbungkus cemburu


__ADS_3

sepaket dusta terbungkus cemburu”

__ADS_1


Setelah mama berteriak tidak terdengar, ayah memenggil Moscha dengan nama kesayangannya yang hanya orang tua GM dan Moscha yang tahu, “bomis ... bomis ... bomis .., palang dan malang datang neh... “ Moscha mencari suara itu, ternyata dari pintu kanan, Moscha tersenyum, sahabat-sahabatnya terkejut, karena baru kali ini Moscha tersenyum dan lesung pipitnya sampai terlihat, berlari dan melepas pelindung kepalanya, memeluk mama, dengan erat dan tanpa menunggu lama papa memeluk dan mengangkat badan Moscha yangkecil dan memutarnya, “om kangen sama bomis neh, lama nggak VC lagi, sayang,”, sambil mencium kening Moscha, mama juga menangis, dengan senyuman, “ya Tuhan kog bomis kita jago banget ya pa, sayang apa sakit pukulannya?”sambil memegang pipi Moscha yang memar, “nggak tante, nggak apa, oh iya bang Kevin yang gendut mana?Moscha kangen lho,” sambil melihat kanan-kiri dan mencari keluar pintu, dia melihat pak GM dengan gadis cantik, dan menyapanya, “eh pak es batu misterius ada disini, wih pacarnya cantik banget, cepat-cepat dinikahin pak, ntar kalo jatuh ke pia lain bapak tambah sangar ngajarnya,” sambil mencari seseorang, mama dan papa, melihat ke arah Moscha dan menghampirinya, “Mos, kamu cari siapa sambil melihat ke arah GM kesal dan mengacukan Rischa, “cari Kevin, tante, mana ya?” papa tersenyum dan menggoda Moscha, “serius ga mengenali Kevin?masa yang dulu tidur sama-sama lupa sama abangnya?” sambil merangkul mama, Moscha memiringkan kepalanya, mengangkat alisnya dan segera memaksa agar mama dan papa memberi tahu dimana Kevin, Rischa menghampiri Moscha dan berkata, “kamu Moscha ya, saya Rischa kekasihnya Priyoga,”sambil menyodorkan tangannya, namun Moscha seolah tidak melihat tangan Rischa dan berkata, “ok bu, semoga cocoksampai beranak dan berkembang biak,: hal ini membuat Rischa menurunkan tangannya dan kembali menghampiri GM dengan wajah kesal, mama menarik tangan GM dan membawanya ke depan Moscha yang masih terus bicara kepada papa GM sambil menceritakan masa kecil Mos dan Kevin, “Mos, ini siapa?”kata mama,Mos terkejut dan seolah cuek sambil berkata, “oh, tante kenal, ini guru Fisika kami tan, namanya pak Priyoga,”kemudian Mos menatap mama, sementara GM meletakan tangannya di dada berdiri dengan kaki terbuka, tubuhnya yang begitu proporsional membuatnya menghalangi pandangan Mos, Moscha memandang mama dengan bingung, “ada apa tan?”kembali fokus, “yang kamu panggil pak Pri adalah abangmu Kevin, yang baru setahun mengajar di SMUmu, karena tante yang minta,” mendengar hal tersebut Moscha tertawa, kemudian melihat Rischa dan menatap wajah GM sambil berkata, “oh rupanya kamu Kevin, bagus, ternyata kalian pintar bersandiwara, bagus, salut, lanjutin, berapa orang yang tahu kamu Kevin?orang tuaku tahu?Moscha memandang Gm seolah tidak percaya, GM adalah Kevin, sosok yang dulu pernah dekat dengannya, yang begitu lembek, cengeng, bahkan orang yang meskipun berusia jauh diatasnya selalu bercerita dengannya, yang tanpa ragu memeluknya jika dia bingung, sosok yang sekolahnya dirumah, tidak memiliki teman dan sekarang berubah menjadi guru Fisika honorer. “Mos, 5 menit lagi kamu maju, Martheen memanggil Moscha dengan lembut, Martheen melihat Moscha menatap GM dengan begitu tajam, dia bingung dan memperhatikan sosok wanita cantik yang berada disamping GM, tanpa berekspresi sedikitpun, Martheen seolah tahu telah terjadi sesuatu dan dia berkata, “permisi, om, tante, pak guru dan ibu gaje saya mau menjemput calon ibu dari anak-anak saya,”sambil tersenyum manis memandang pak GM, dia memegang pinggang Moscha dengan begitu lembut, Moscha terkejut dan berkata, “terima kasih,” tanpa berpamitan dengan orangtua GM, GM dan Rischa, Mosca meninggalkan mereka, mama ingin menarik Moscha namun papa menghalanginya, GM mengepal tangannya melihat Martheen memegang pinggang Moscha dengan begitu erat, sementara Rischa terus menyadarkan kepalanya dibahu GM.

__ADS_1


Rupanya, Moscha begitu kesal telah dibohongi oleh namboru dan amangborunya, ketika dia masuk ke tempat pertandingan, dia menghormat, saat wasit memberi aba\=aba, Moscha yang tidak pernah serius dengan seleksdi mengamuk, dia memukuli lawannya, menendangnya bahkan ketika lawannya sudah terjatuh, Moscha yang dikenal lembut berubah sangar, tendangan kuatnya membuat lawan tidak berkutik, Moscha bukan hanya menguasai Karate, dia juga menguasai Muathai dan Judo. Kali ini kawannya sampai mengeluarkan darah, wasit menghentikan pertandingan, dan dengan cepat menyatakan Moscha sebagai pemenangnya, sahabat Moscha terkejut, Mereka menolong lawan Moscha, bahkan Jono menelpon Tim untuk datang ke Yusenter, Jono menceritakan kejadian dengan begitu detail, Tim terkejut, dia melaju mobilnya menuju lokasi, empat puluh lima menit Tim sampai disana, dia mendatangi ruangan medis dan dengan cepat memeriksa lawan Moscha, Tim tidak menyangka tendangan Moscha begitu keras, dia memeriksa dan segera meminta Meiyanto menebus obat, memberikan surat medical cek up kepada lawan Moscha.

__ADS_1


Tim menarik tangan Moscha dan berkata, “kamu tahu peraturan nggak, tapi kamu beruntung lukanya tidak pada bagian tubuh yang dilarang, dengar, kenapa tiba-tiba kamu sebrutal itu?”sambil memegang tangan Moscha, didepan Jono, Meyanto, Martheen dan Nanang juga Irul, waktu menunjukan jam 16. 00 Wib, dia belum minum obatnya. Sahabat Moscha terkejut melihat Moscha menangis, ini pertama kali mereka melihat Moscha menangis. GM mendatangi Moscha, namun Moscha berteriak, “menjauh loe, brengsek!!!”sambil melempar pelindung dadanya, GM memegang tangan Moscha dengan kencang, namun kali ini Moscha menggunakan tenaganya dan menghempas tangan GM dengan keras, teman-teman Moscha melindungi Moscha, orang tua GM melihat, mama menangis menyesali perbuatannya, papa mengajak mama pulang, meninggalkan hadiah yang diberikan kepada Moscha kepada Irul, Moscha berteriak, dari belakang sahabatnya, “pak Pri yang terhormat jaga batasan bapak, ingat bapak hanya guru saya, tidak lebih, “ GM dengan keras membentak sahabat Moscha, “minggir kalian atau saya akan menghancurkan kalian, “ sambil mengarahkan tangannya ke Moscha dan menggapainya, namun mereka menghadang GM. Tiba-tiba Moscha tertidur, ketika Tim hendak memintanya meminum obatnya, Moscha terjatuh Tim menangkap tubuhnya, tubuhnya dingin sekali, air matanya terus jatuh, Tim menatap GM sambil menggendong Moscha dan meletakkan Moscha dipangkuan Irul, Tim mendorong GM, dia memukul GM, GM membalas pukulan Tim, sahabat Moscha memisahkannya, dengan lantang Tim berkata, “kamu, saya nggak tahu apa yang terjadi, tapi dia nggak akan menangis, sekali lagi kamu buat dia menangis kuhajar kamu,” Rischa berteriak dan membantu GM berdiri, sambil berkata “kalian gila, hanya karena perempuan sampai seperti ini,” Nanang meringis dengan sinis, sambil berkata, “eh ibu-ibu girang dengar baik-baik, perempuan yang anda bilang tersebut, berharga buat kami lelaki yang ada disini, bahkan mungkin laki-laki yang kamu bantu adalah salah satunya, apa saya perlu mengajari lalat, bahwa sampah buga lebih harum dari pada sampah?” Rischa mengarahkan tangannya ke arah Nanang namun Martheen menahan tamparan Rischa dengan berkata, “anda siapa bisa memukul dia?perempuan sok cantik yang bau tengik, bawa pacar anda dari sini atau kami akan memanggil keamanan, karena kalian hanya pengunjung yang mendatangi orang yang diidolakan, “ Martheen menunjukan pintu keluar kepada Rischa, sementara mereka sibuk berkelahi Tim kembali mengambil Moscha dari Irul, dia menggendong Moscha dengan begitu lembut, Irul mengikutinya dari belakang, sambil berpikir, “mbak Moscha, kenapa mbak bisa menangis sesedih itu, kenapa bisa marah sampai membuat lawannya terkilir dan memar, kenapa mbak?” 

__ADS_1


Sementara GM yang melihat Tim membawa Moscha begitu marah, dia menggenggam tangannya menahan amarahnya yang begitu besar. Dia mengikuti Tim dan Moscha namun sahabat-sahabat Moscha menghalangi dia, Tim tahu Moscha tertidur, dia membawanya ke dalam mobil, meminta Irul menjaganya dibelakang, “dek, kita kerumah Moscha ya,” kata Tim kepada Irul, dengan meletakan kepala Moscha dipangkuannya, Tim segera mengendarai mobilnya dan menuju rumah Irul, rupanya kawan-kawan Moscha mengikuti dari belakang sementara GM dan Rischa masuk mobil, GM hendak mempermalukan teman-teman Moscha dengan cara memperkenalkan dirinya kepada mereka dihadaan orang tua Moscha, namun dia menjaga perasaan wanita yang ada disebelahnya. Rischa segera membuka pertanyaan, “sejak kapan kamu yang dingin begitu perduli pada seorang perempuan?Moscha yang itu yang sering kamu ceritain ke aku?jangan bilang kamu suka sama dia, jawab Priyoga!!!” sambil berteriak dengan nyaring. Sementara GM hanya, terus menyetir dan mereka menuju sebuah mall ternama yang ada di Jakarta, mata Rischa bersinar, dia yakin GM akan membelikan apa saja yang dia inginkan, GM seolah mengenal Rischa dengan baik, Rischa membeli beberapa pakaian, parfum dan sepatu dengan kualitas yang sangat baik, sambil bergelandotan di bahu GM sesekali mencium pipi GM sebagai ucapan terima kasih. GM yang kesal membalas ciuman Rischa, tepat dibibirnya, Rischa begitu antusias karena kali ini dia menerima ciuman pertama GM.

__ADS_1


__ADS_2