
GM menggendong Moscha dan membaringkannya di sofa yang luas, ketika dia hendak meletakkan kepala Moscha tiba-tiba Moscha menahan tangannya dan membalikan posisi tubuhnya kearah GM, mama yang mendampingi GM memukul pundak anaknya dan berkata, “dampingi istrimu ya,” sambil tersenyum, karena letih GM tidur dengan lengan kanannya menjadi bantal bagi Moscha, rupanya GM sangat letih karena pekerjaannya yang begitu padat membuatnya seperti jin yang wajib berada di tiga tempat dalam tempo yang kadang diperlukan cepat, sehingga dia menyadari banyak kehilangan waktu bersama Moscha, Bonnie datang dan melihat semua tertidur, sementara dia membawa 6 kotak makanan dan 6 kopi hitam pahit, karena tidak tega membangunkan GM dia membangunkan ayahnya, bou dan amang bounya, mereka tersenyum melihat Moscha dan Kevin dan makan diruangan depan yang juga tertutup tanpa nyamuk, Bonnie membangunkan Moscha, dengan mengelitikinya, Moscha terkejut dan membuka matanya, dia melihat GM persis didepan wajahnya, Bonnie berbisik, “sudah datang 2 jam yang lalu kak,” Moscha dengan wajah memerah berkata, “ bagaimana aku bisa bangun kalau begini?” Bonnie berkata, “kutinggal kak, takut jadi nyamuk,” Bonnie berjalan berlalu meninggalkan Moscha, Moscha dengan wajah memerah berkata, “dasar pada sinetonist, teganya buat aku malu,” sambil berbisik, dia mulai memiringkan tubuhnya dan mencoba melewati GM dengan cara melebarkan kakinya, namun dia menyesal menggunakan long dress, tidak sengaja kakinya mengenai paha Kevin, sontak Kevin terbangun dan menangkap tubuh Moscha, “teganya aku jauh-jauh kamu injak lho”, GM berdiri dan pura-pura kesakitan, Moscha dengan cepat memegang paha GM dan berkata, “aku nggak sengaja, maaf lho,” GM semakin menjadi dan berkata, “kalo sama Tim dan Martheen kamu ga begini lho, aku kurang baik ya?” Moscha terdiam dan menatap tajam mata GM, GM seolah sadar Moscha mengetahui dramanya, “apa kabar sayang?” GM memeluk Moscha, dan Moschapun memeluknya sambil berkata, “terima kasih, kog ga pernah telpon aku,” GM dengan santai menjawab, “supaya rindunya seabreg-abreg,” Moscha terdiam, rupanya dia menghindari untuk dicium GM, GM hanya tersenyum rupanya 2 tahun membuat Moscha menjadi dingin, GM menyiapkan makanan dan kopi panas mereka makan di dalam menemani mama, GM berkata, “besok jam 07.00 wib kita ketemu ke Prof. Tobing, aku pasti disamping kamu,”wajah GM yang begitu tampan dan macho membuat Moscha merasa grogi dan hanya menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Jam 07. 00 Wib mama membuka matanya, bapak, bou, amang bou, Bonnie, Moscha dan GM yang saat itu disana mengelilingi mama, mama hanya tersenyum dan berkata, “terima kasih, abang, kakak. Kevin terima kasih,” mama GM hanya menangis, Moscha terlihat lusuh, Prof Tobing datang dan memanggil mereka semua untuk bicara di depan, bapak seolah kuatir, sementara Bonnie tinggal menemani mama dan menyuapinya agar bisa minum obat, GM dan papanya berdiri di belakang Moscha, Prof Tobing memulai pembicaraan, “berdasarkan hasil citiscan ditemukan ada benjolan dibagian dalam otak mama Moscha, sebesar kelereng, hanya ketika dia sedang meradang maka sakitnya akan membuat sipenderita merasakan sakit yang tidak bisa ditahan, semakin lama cairan dalam tubuhnya terhalang keluar dan mengakibatkan tubuhnya membesar,” Moscha, bapak dan bounya shock terdiam, Moscha merasa badannya tidak seimbang dan dia tiba-tiba terjatuh, GM menahannya, Moscha kembali berdiri, GM menyadari bahwa berita ini membuat mereka tidak jernih berpikir, “Prof apa yang harus kami lakukan, tindakan terbaik apa yang akan kami lakukan prof?” Moscha diam dan mengarahkan wajahnya ke dada GM, ada dua cara yang bisa diambil, namun keduanya juga memiliki resiko yang harus diketahui,” papa GM berkata karena Prof Tobingpun hanya terdiam, “Prof mohon berikan tindakan apa yang harus kami lakukan, saya bertanggung jawab atas senua biaya yang diperlukan,” sambil memeluk istriya yang tidak henti menangis, “tolong tahan tangisan kalian atau nanti Kemuning dengar,” papa GM berbisik membuat mama dan Moscha menangis tanpa suara dan membasahi pakaian GM dan papa, “jika kita menempuh jalur operasi perlu diketahui bahwa kita perlu membelah tengkorak kepala pasien, namun saya rasa kalian juga tahu diusia 50 tahun sulit mengalami proses kesembuhan dan menyatukan kembali kedua tempurung kepala menjadi satu, kemudian operasi tidak cukup dilakukan 2 atau 3 kali, saya juga tahu kalian pemilik Inernasional Hospital ini, namun perlu diingat setelah operasi dilakukan maka pasien akan mengalami kelumpuhan atau kasarnya seperti mayat hidup, dan ini buat saya opsi yang harus kalian pikirkan baik-baik, opsi kedua adalah melakukan rawat jalan, ketika si Pasien sakit maka harus segera dirawat dan kita bisa memberikan perawatan yang terbaik, sambil mencari informasi yang terbaik dalam proses kesembuhan, namun perlu diingat pasien juga berhak tahu mengenai sakit yang dideritanya, mungkin yang pantas membicarakannya adalah kamu pak Mos,” sambil berbicara dengan menarik nafas dan tanpa disadari Prof. Tobing menangis. Moscha bertanya, “kenapa nangis pung?persentase kehidupan mama berapa pung?”, sambil mengguncang tubuh opungnya dengan keras, GM memeluk pinggang Moscha dari belakang, “mamamu mungkin akan bertahan 3 bulan, namun perlu diingat medis hanya alat Tuhan Yesus yang berkuasa, jika Tuhan mau 3, 30, 300 tahun maka hal tersebut pasti terjadi,” Moscha jongkok dan menangis berat. “sebaiknya kalian sembunyikan air mata kalian mulai sekarang, kalian harus menahan diri agar Muning bisa kuat, dan tangguh!!!mengerti kalian!!!, aku akan datang setiap hari ke rumah kalian,” opung masuk ke dalam ruangan mama Moscha dan berkata, “apa kabar boru?Bon, kasih mamamu makan yang banyak, biar ga kaya ikan asin,” mama tertawa, Bonnie hanya berkata, “jangan pung, nanti dibilang tetangga kami menganiaya mama,” mereka tertawa. Mereka yang diluar segera mencari cara menghapus air mata, dengan mencuci muka, dengan menggerak-gerakan wajahnya, dan masuk bergantian, sepertinya mama GM orang yang terakhir masuk, karena dia tidak mampu menahan air matanya. Moscha masuk dengan GM sambil bergandengan, “sudah siap nikah sepertinya, jalannya bergandengan,” mama menggoda Moscha, “mau nya sih besok nantulang,” Bonnie menjawab, “jangan buru-buru bang, ntar dipikir kak Mos, tekdung wkwkwkkw,” sambil tertawa, mama mencubit Bonnie, opung dengan tertawa berkata, “cepat-cepatlah jangan sampai Tim tahu, soalnya dia adalah mahasiswa spesialis penyakit dalam terbaik di Jerman, apalagi si Martheen pengusaha ternama yang namanya opung lihat ada di majalah-majalah bisnis ternama di dunia, namun tetap saja Kevin masih ada di atas mereka, karena Kevin ada diperingkat pertama pengusaha dan Mahasiswa Indonesia terbaik di ASEAN, tapi kulihat banyak juga perempuan mengikuti dia bahkan jadi fans dia sampai mengikuti dia kemana-mana, tuh di depan ada yang cari Kevin perempuan-perempuan cantik, cari si Kevin,” Moscha melirik ke arah Kevin yang terlihat sangat santai dan menelpon bagian security untuk mengatakan Kevin pergi kembali ke lokasi. Kevin senyum ke arah Prof dan berkata, “awas ada yang merah mukanya,” tanpa ekspresi sedikitpun. Mama yang menyadari anak gadisnya menyukai Kevin berkata, “pulang sana istirahat, nanti balik lagi,” Moscha berkata, “iya ma, Mos pulang dulu,” sambil berlalu seperti orang gagap dan berjalan pelan, GM dengan cepat berkata, “nantulang mungkin esok aku kembali ke lokasi,” Moscha mendengarnya, dia menarik nafas dan berlalu, Bou dan amang bou yang melihat Moscha dengan wajah memerah dan menangis mengejar Moscha, “ada apa inang?” mama GM menghapus air mata Moscha, dengan cepat Moscha menjawab, “Kevin besok pergi bou,” papa Kevin tersenyum, “nanti papa ngomong ya supaya Kevin baliknya nanti saja, tunggu ada perintah dari Moscha, “ sambil tertawa, mama mencubit papa, “emang dasar si Kevin ga tahu orang lagi jatuh cinta,” Moscha merasa malu dan wajahnya memerah, “sudah pulang dululah nanti papa ngomong ke Kevin,” Moscha pulang setelah menerima banyak ciuman dari mama GM.
__ADS_1
Ciput dan Irul sampai dirumah Moscha dan melihat gerbang rumah Moscha terkunci dari luar, tetangganya yang hendak keluar rumah berkata, bahwa mama Moscha kemarin dibawa ke Internasional Hospital, mereka tahu karena ikut mengantar mama Moscha, karena bapak Moscha merupakan orang paling bersahabat dan peduli di kompleks tersebut, dengan cepat Citra menelpon sahabat-sahabatnya diluar negeri dan memberi tahu keadaan moscha. Corry yang baru sampai ke depan rumahnya terkejut dan bertanya, “kenapa nggak masuk kak?sambil menyandarkan motornya, tetangganya menceritakan kejadiannya pada Corry, tanpa basa-basi dia melajukan motornya dan menelpon Bonnie dengan handsfree, Bonnie kena damprat namun Bonnie menjelaskan dilarang menelpon Corry agar Corry fokus seleksi masuk perguruan tingginya, Corry marah dan mengancam akan memukulnya, benar saja sampai di rumah sakit Corry memukul bahu Bonnie, mama langsung berkata, “gimana hasil tesmu inang?” sambil memegang tangannya, “puji Tuhan yang diajarin kak Mos dan Ernest banyak yang keluar ma,” sambil mencium mamanya, “ah biasanya juga ngomong gitu ma, nah nanti kalau nggak lulus langsung nikahin aja ma, wkwkwwkkw”, bapak segera menjawab, “iya takut bapak Ernest itu kau pelet ya,” mereka tertawa termaksud orang tua GM dan GM, Ciput dan Irul yang hadirpun ikut tertawa dan Irul bertanya, “ibu, mbak Moscha mana ya?” sambil melihat sekitarnya, GM menjawab, “dia disuruh mama pulang, karena dari pertama masuk dia tidak mandi, tidak mengganti baju,” tiba-tiba papa dan mama GM berkata kepada GM, “kau, itu tadi Moscha jalan mukanya merah dan menangis, katanya kau bilang besok kau pulang, jangan awas ya” mamanya mengancamnya, GM tertawa, mama dan papa Moscha tersenyum, Papa GM berkata, “kita perlu bicara dek,” katanya ke bapak dan mama Moscha. Mama berkata, “kak, sekarang aku setuju apa yang Moscha setujui, aku hanya ingin agar Kevin jaga Moscha baik-baik, jangan disakiti, jangan dibuat nangis, kasihan dia, jangan diolok-olok kelemahannya.” Mama tertidur. Orang tua GM dan bapak sepakat mengadakan pernikahan GM dan Moscha 6 bulan lagi, dan mereka sudah menghubungi seeruh pihak even organizer dan seluruh keluarga dekat, orang tuaGM dan bapak sudah memantapkan tujuan mereka. Corry, Bonnie tersenyum mendengar kakak mereka yang tomboy akan menikah, Irul dan Ciput pamit karena melihat mama Moscha kelelahan, GM mengajak Bonnie pulang, “aku ke rumah Moscha ya pa, ma sama Bonnie, nanti malam kami kembali”, Corry bingung, “tapi kami tadi ke rumah kakak belum datang bang,” dengan cepat GM dan Bonnie jalan, bapak berkata, “kasih kabar ya amang,” Bonnie hanya mengangguk, Irul dan Ciput mencari tahu penyakit mama Moscha melalui opung Tobing, namun tidak diberikan oleh opung, mereka menelpon Tim namun tidak diangkat, menelpon Moscha namun tidak dijawab, dalam perjalanan GM meminta Bonnie menghubungi Moscha namun tidak dijawab, sementara itu Moscha yang kekenyangan makan bakmi terenak di Kelapa gading mandi, mengganti bajunya dan tertidur dengan rambut panjangnya yang basah, menyalakan pendingin ruangan di angka terdingin, mengunci kamarnya, Bonnie dan GM yang sampai rumah dengan cepat menelpon bahwa bapak, “pak, kak Mos dirumah,” GM menghubungi orang tuanya yang ternyata juga sudah ada di rumah, “ma, pa, istriku sudah ada di rumah,” papa GM hanya berkata, “jaga harga dirinya jangan kau rusak ya,” GM hanya berkata, “semoga ingat,” mama berteriak, “awas kau,” GM tertawa. Bonnie yang mendengarnya juga tertawa. Ketika GM dan Bonnie ke atas ternyata, kamar Moscha terkunci, Bonnie memberi kunci kamar Moscha dan mereka terkejut dengan kamar Moscha yang sangat dingin, Bonnie meninggalkan GM di kamar Moscha, GM mengambil handuk kering di lemari handuk Moscha dan mengeringkan rambut Moscha, dia mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru dibelinya bersama Bonnie, kemudian GM membiarkan pintu kamar Moscha terbuka sedikit, dia pun membaringkan diri di samping Moscha, gaya Moscha tidur yang seperti ninja membuat kakinya berada di atas kaki GM, tangannya dengan cepat meniban wajah Moscha, GM yangmenutup mata sambil tersenyum berkata, “kalau gini caranya aku yang kehilangan harga diri,” karena letihnya GM tertidur, Bonnie yang melihat pintu kamar Moscha terbuka melihat Moscha tertidur dengan gaya ninjanya, tertawa melihat posisi GM yang teraniaya. Bonnie berangkat ke rumah sakit lagi karena dia yakin GM adalah orang yang baik.
__ADS_1
Setelah 3 hari dirawat, mama kembali kerumah, kali ini warung mama dipegang oleh pegawai mama dan diatur managemennya oleh Bonnie, semenjak ada mbak Sumi di rumah, seluruh rumah begitu rapi, apalagi keluarga Moscha menganggap mbak Sumi sebagai keluarga, mbak Sumi begitu mengasihi keluarga tersebut. Setiap hari mama di periksa oleh Prof tobing, Moscha yang kuliah dengan banyak aktivitas, selalu memantau mama melalui VC. Moscha sadar bahwa sahabat-sahabatnya memiliki kesibukan yang begitu padat, dia tidak ingin mengganggu ataupun menambah beban mereka dengan menceritakan sakit yang dialami mamanya.
__ADS_1