Princess Narkolepsi

Princess Narkolepsi
Meteor Panas


__ADS_3

Sampai di rumah Moscha disambut hangat oleh keluarganya, Corry dan Bonnie tahu pasti hari ini akan terjadi “hujan meteor” dirumah ini, orang tua Moscha heran ketika Moscha masuk kerumah denganwajah dingin dan tanpa ekspresi, dia segera meminta Bonnie membawa barang-barangnya ke atas dan tanpa menoleh ke belakang dia berkata, “aku mau bicara penting, jadi tolong mama dan bapak, tunggu sebentar.” Mama dengan segera memberitahu Corry menjaga toko, jika Moscha berkata demikian pasti akan ada perdebatan seru, Bonnie yang mengetahui dari Corry mengenai foto tersebut seolah enggan bertanya kepada kakaknya, dengan cepat dia meninggalkan kamar Moscha dan berlari turun kali ini dia pamit akan menuju toko menyusul Corry. Setelah Moscha selesai mandi dia turun dan membawa hp nya sambil berkata, “bapak rupanya ga semua yang namanya pariban itu kelakuannya baik, buktinya laki-laki yang belum lama ini ke rumah ini dan berlutut dihadapanku mengemis diberi kesempatan memiliki kelakuan seperti seekor kutu busuk!!!” mama dengan berlahan berkata, “kenapa bicara macam itu inang?” Bapak segera menyerahkan amplop berisi 50% saham RS diberikan kepada Moscha, dengan cepat Moscha melempar amplop coklat jauh, bapak terkrrrrejut dan marah, “kamu sepertinya tidak menghargai kejujuran mereka,” mama dengan cepat memegang tangan bapak, karena jika keduanya mulai berkelahi maka biasanya Moscha akan membalas dengan perih apa yang dia rasakan, Moscha dengan santai membuka hp nya dan menunjukan foto-foto GM dan Rischa yang tidak senonoh, bapak terkejut, rupanya emosi Moscha terpindah ke bapak, mama yang merupakan orang yang begitu lembut langsung berdiri, “kau lihat sekarang kelakuan beremu, laki-laki yang kamu pikir bisa membuat anakmu bahagia hanya akan membuatnya terluka!detik ini juga kamu bertanggung jawab atas apa yang terjadi! Mama hanya menangis dan tertunduk. Bapak hanya terduduk dan terdiam, segera dia berkata, “mulai detik ini jika dia hadir, jangan bukakan pintu, dan sekarang juga bapak akan kembalikan harta yang tidak senonoh ini kepada mereka,”dengan cepat bapak keluar dari rumah dan melajukan mobilnya, sementara Moscha berangkat sekolah dan berkata, “ma, biar aja Mos kan belum nikah, jadi jangan menangis, Mos, kan jalannya masih panjang ma, mama ga usah sedih, “sambil menghapus air mata mama dan pergi. Di rumah GM, bapak masuk dan duduk di serambi rumah GM ketika IRT memintanya masuk bapak tidak mau. Orang tua GM keluar dan seolah merasa pasti ada sesuatu, mama GM keluar dan bersalaman dengan adiknya, “ada apa hasian?masuklah,” sambil menarik tangan adiknya, namun bapak menolak dan berkata, “kami kembalikan semua yang bukan hak kami, dan sekali lagi kami minta maaf, jangan datang lagi ke rumah kami, dan tolong jangan lagi anakmu datang atau menampakkan dirinya ke depan kami terutama Moscha, permisi,” dengan cepat berlari meninggalkan rumah GM.” Mama GM berlari mengejar adiknya, “dek ... dek ... dek ...” sambil menangis, namun bapak Moscha tidak memperdulikannya bahkan dia lebih cepat berlari dan melajukan mobilnya tanpa menoleh sedikitpun, mama berteriak dengan nyaring, “Priyoga ... Kevin Priyoga ... Kevin ...” papa berlari dan bertanya, “ada apa ma?kenapa sayang?” mama memegang tangan papa dan berkata, “lihat, adikku memulangkan semua ini dan berharap kita jangan muncul lagi di depannya apalagi Moscha, dia ... adikku satu-satunya ... apa yang terjadi pa?” GM berlari dari atas dan dengan cepat menemui orang tuanya, “kenapa ma?sambil berdiri dan terlihat bingung, “ mama dengan cepat menjawab, “kamu, apa yang sudah kamu lakukan Kevin?” mama memukul dada GM dan mendorongnya, “mulai sekarang jangan lagi dekati mama,” mama berjalan ke kamarnya sambil memegang dadanya sambil menangis. GM memandang papanya, “Kenapa pah?aku nggak ngerti, sumpah aku nggak ngerti,” sambil memandang ayahnya dan terduduk di sofa dengan bingung, papanya menjawab, sebaiknya kamu jangan menemui Moschaatau keluarganya papa yakin mereka tidak akan menerima kamu,”


 Sambil berlalu menuju kamar dan menepuk punggung Kevin, Kevin menangkap tangan papanya dan berkata, “alasannya apa?kenapa?aku nggak temani dia karena akukan melakukan wawancara dengan pegawai baru RS pah,kenapa?” papa hanya berlalu dan menunduk, “kamu cari tahu saja, tapi papah pastikan jangan mencari tahu dengan teman-temannya atau kamu akan dihajar mereka, “ GM semakin bingung dan dengan cepat dia pergi ke sekolah tempat dia dulu mengajar dan menemui ibu Dania dan memohon bantuannya agar  mencari tahu apa yangterjadi, Ibu Dania berjanji akan memberi tahu jika dia mendapatkan info. Namun setelah beberapa lama tidak ada kabar apapun dari bu Dania, sampai pada akhirnya dia berhasil menemui Irul dirumahnya, dia memohon Irul memberi tahunya, kenapa Moscha begitu marah, dia memohon dengan sangat, Irul menunjukan foto-foto yang ada di hp nya, “ini pak, saat kami di Thailand ada orang misterius kirim ini ke hp Moscha saat dia tertidur, syukur Citra tahu pasword Moscha dan dengan cepat mengirimnya kepada kami dan menghapus foto-foto ini dari hp Moscha atas perintah mas Tim, namun saat di pesawat ketika kami akan pulang menuju Jakarta nomor tersebut kembali mengirimkan foto itu ke mbak Moscha, dan tidak ada yang menghalanginya,” Tim mengingat bagaimana Rischa mendaftar menjadi sekertaris pribadinya dan dia membuatkan kopi bagi GM, dia berkata kepada Irul, “kejadiannya tidak seperti itu, Rischa melamar menjadi sekertaris di RS kami dan dia diterima, aku nggak tahu, tanpa melewati wawancara dia langsung saya terima dan dia membuatkan saya kopi, saat itu saya tidak tahu dan saya mengetahui bahwa saya sedang tertidur di meja kerja saya dan kepala HRD membangunkan saya, karena dia bilang saya sudah tidur kurang lebih 2 jam sementara yang saya wawancarai masih banyak,” dia menjelaskan kepada Irul sambil berjalan bolak balik dan meremas kepalanya seolah mengingat apa yang sebenarnya terjadi, dia memohon kepada Irul sampaikan pesannya kepada Moscha, Irul hanya berkata, “saya bantu pak, tapi sepertinya untuk sekarang ini jangan pak, mbak Moscha sekarang berubah menjadi pendiam bahkan dia sekarang menjadi sosok yang mudah marah, bahkan kemarin Nanang saja, dilawannya seolah dia tidak pernah mengenal Nanang, sekarang dia menyendiri, jadi bapak jangan dulu datang ke tempatnya, “ GM menatap Irul seolah tidak percaya apa yang dia alami. Rupanya Moscha muak dengan perjodohan atau kisah pariban yang menempel diantara mereka. Moscha jika sudah marah maka seluruh hal yang ada dihadapannya adalah samsak. Pribadi cantik yang unik, jalannya yang semrawut, gayanya yang tomboy, caranya menatap.ketika asing, caranya bertanding dengan rambut indahnya menunjukkan bahwa dia berbeda.


__ADS_2