
Diatas Moscha terbangun, dia terkejut menggunakan gaun tidur yang dia sembunyikan, kemudian Moscha berteriak, “Corry ... Corry, kakak hajar kamu,” Corry yang sudah mengetahui hal tersebut akan terjadi segera kabur, memilih kabur dari rumah dan berkata, “ma, aku mandi dirumah debora, hancur aku dismack down kakak mah,”, dia segera berlari kencang dan menyalakan motor lelaki miliknya. Mama dan Bapak bersiap menerima amukan Moscha, di atas Moscha membaca diary nya dia menangis, ketika Irul masuk ke kamarnya, Moscha memeluk Irul dan berkata, “terima kasih, aku jadikan ini diari terbaikku ya, yang ditulis dengan tanganmu,” Irul memeluk Moscha dia merasakan sakitnya hidup Moscha dengan kekurangannya, “maaf mbak, nanti aku belajar steno, supaya tidak ada yang baca,”. Moscha hanya menganggkan kepalanya, Moscha meminta Irul mandi terlebih dahulu karena Moscha harus membaca Alkitabnya dan berdoa.
__ADS_1
Waktu jam 06. 00 Wib, Moscha dan Irul turun ke bawah, mereka makan, Irul mulai deg-degan, rupanya, Moscha tidak marah karena di diary yang ditulis Irul, bapak berjanji akan membatalkan pertunangannya, bapak dan mama yang diam dan tertunduk menunggu Moscha bersuara, “pak, hari ini tepati kata-kata bapak, aku nggak mau jadi boneka, aku bisa memilih ke kasihku sendiri,” bapak meneguk makanannya, minum kopinya dan berkata, “bapak janji kak,” dengan tersenyum, mama menangis meminta maaf, “maafin mama ya kak, maaf ya sayang,” Moscha dengan dinginnya makan dan berkata, “jika bapak tidak menepati janji maka aku pastikan, aku nggak akan tinggal disini, Mos akan tinggal di tempat panti sosial atau dimanapun asal tidak dirumah ini, yag penuh dengan kepalsuan,” Moscha menghentikan makannya, meletakan sendoknya, dia berdiri dan berkata, “ma, mana surat-surat sial yang pernah dibuat Kevin?” mama segera berdiri dan masuk ke kamarnya, rupanya ini pertama kali Moscha marah sambil menangis dan mengancam, kasih mereka ke Moscha begitu besar, mereka sadar Moscha demikian karena selama ini Moscha sedikitpun tidak pernah melawan dan selalu menuruti apa yang diinginkan mama dan bapaknya. “ini suratnya nak,” mama memberikan suratnya kepada Moscha, Moscha dengan dingin mengucapkan, “terima kasih ma, aku pergi” sambil mencium tangan mamanya, ayah yang berpikir akan dicium tanganya oleh Moscha cepat-cepat berdiri dan membersihkan tangannya, namun rupanya Moscha tidak memperdulikan bapaknya, Irul segera tertawa ke arah ayah dan memberikan jempolnya, rupanya Moscha juga membawa semua hadiah yang pernah diterimanya dari Kevin, hari ini Moscha naik motor karena dia sudah meminum obatnya, motor Yamaha Yzf R25, berwarna hitam digunakannya dengan mantap, menggunakan alat-alat keselamatan bermotor, Irul duduk di belakang, Moscha sengaja datang terlambat, ketika dia masuk parkir, Irul turun terlebih dahulu, rupanya sahabat-sahabat Moscha sudah berdiri ditempat parkir dan melihat Moscha, tiba-tiba mobil GM berplat cantik dengan mobil mewahnya masuk, dia melihat Moscha yang sedang memarkir motornya, dia memperhatikan Moscha dengan seksama, ketika Moscha membuka helmnya, rambutnya yang panjang terurai dan terjatuh begitu rapi, dia membuka pelindung lututnya, sikutnya dan jaketnya, meletakkannya dia atas parkir, Moscha melihat tempat parkir melihat mobil di sebelah kanannya, dan itu adalah mobil GM, dia menghampiri mobil tersebut, GM seolah tidak perduli, dia membuka pintunya, Moscha membuka pintu mobil GM sebelahnya, dia duduk, GM hanya tersenyum sinis dan berdiri sambil berkata, “ngapain kamu, tempat itu bukan untukmu, apa kamu mau aku gendong kamu seperti teman-temanmu?atau mencium keningmu?”belum sempat GM habis bicara, Moscha melempar surat-surat yang pernah ditulis oleh GM dulu, ke belakang mobil GM, dia juga melempar, kalung, cincin, anting yang diberi oleh GM ke depan muka GM, Ciput dan Debby dipanggil Jono untuk mendampingi Moscha, Ciput berdiri dibelakang mobil GM, Debby berdiri disamping pintu Moscha, GM terkejut Moscha melempar semua yang dia berikan, Moscha berkata, “dengar Kevin, GM, atau siapapun nama anda, saya harap anda membaca sendiri apa yang anda tulis, dan saya sudah muak dengan surat-surat sial itu, dan sampai saya mati saya tidak akan menerima apapun dari Anda,” Moscha segera menutup tasnya dan ketika dia membuka pintu mobil GM, GM masuk dan menyalakan mobilnya, mengunci mobilnya secara automatis, Moscha yang terkejut berteriak, “berhenti, aku bilang berhenti, berhenti brengsek,” GM membuka pintu jendela mobilnya, melihat teman-teman Moscha yang segera menyalakan mobilnya, namun GM meminta pak Sitompul menutup gerbang. Mereka tidak bisa keluar tanpa izin guru piket hal ini sulit, rupanya Debby dan Ciputpun terkejut karena mobil GM dengan cepat pergi dan nyaris menyerempet mereka.
__ADS_1
Dalam perjalanan Moscha diam, GM yang rapi dengan kemeja yang tergulung disikutnya dan celana bahan hitamnya menatap wajah Moscha, “kenapa diam?ngomong, cepat ngomong,” dengan tenang Moscha bicara, “ diam dan berhenti, sekarang,” sambil menatap ke depan. GM berhenti di depan taman, dengan sombong dia berkata, “surat-surat itu ditulis oleh tangan anak kecil yang lemah dan bodoh, aku hafal semuanya, dengar baik-baik, aku nggak akan mau dijodohkan sama perempuan liar seperti kamu, satu lagi sekarang ada Rischa, orang yang cantik, pintar, baik dan kaya raya, sesuai dengan saya,” seolah tidak memperdulikan kata-kata GM Moscha menjawab, “kamu yang dengar baik-baik, sekarang juga bapak dan mamaku ada di rumahmu, mereka akan membatalkan pertunangan sialan, dengan pariban brengsek yang egois, terima lasih sudah tunjukin brengseknya elo yang baunya kaya kotoran manusia, kamu pikir saya suka dijodohkan dengan anda?nggak sedikitpun nggak, oh iya satu lagi, aku juga kembalikan semua pemberian mama dan papamu lewat orang tuaku, satupun belum ada yang kupakai, bahkan merknyapun masih ada,” seolah tidak percaya GM menghubungi orang tuanya, dan ternyata tidak diangkat, dia menelpon rumahnya dan bibi yang mengangkatnya, bibi mengatakan bahwa orang tua GM menangis mendengar permintaan Moscha, saat GM lengah, Moscha membuka pintu manual dan melarikan diri, GM mengikutinya sambil berteriak, “masuk ke mobil sekarang, cepat,” Moscha berlari namun tiba-tiba Rubicon hitam menghampiri Moscha, meminta Moscha naik dan ternyata itu Tim, GM begitu marah, dia tidak menyangka Moscha yang dulu begitu baik berubah, GM menghubungi Moscha karena tidak diangkat dia mengirim foto saat Moscha tertidur dimobilnya dan bagaimana dia tidur dipangkuan GM, sambil berkata, “kamu turun dari mobil sial itu atau aku sebarkan foto ini sekarang,” dengan santai Moscha menjawab, “sebarin aja, bagus dong supaya pacarmu tahu busuknya kamu,” Tim memperhatikan senyum sinis Moscha yang begitu sadis. GM kembali mengirim pesan, “kamu bilang aku egois?selama 2 tahun aku kirim surat tulisan tangan, yang tidak pernah kamu balas, ataupun kamu sent by surel, jadi kamulah yang paling egois disini!!!!!!” Moscha dengan santai menjawab, “kamu jangan mengarang kisah baru dan menyudutkan saya, aku ga perduli,”
__ADS_1