Princess Narkolepsi

Princess Narkolepsi
Beo MIPA XI


__ADS_3

Rumah Moscha terlihat sangat santai dan tenang, Moscha dan Bonnie bergegas berangkat sekolah sementara ayah juga sudah siap pergi ke kantor, biasanya Moscha diantar ayah ke sekolah, tapi karena Moscha hari ini tahu dia akan pulang lambat, “ma, hari ini aku pakai motor ya, soalnya aku hari ini rapat ma, sampai sore ma, jadi aku harus pakai motor, takut merepotkan orang,”. Dengan terkejut mama langsung keluar dari kamar mandi, berlari menemui Moscha, memeriksa apa yang harus digunakan oleh Moscha. Saat itu ayah dan Bonnie sudah berangkat. “tunggu, Moscha, kalau kamu pakai motor pasang karet dikakimu ya nak, terus jangan lupa dengar lagu rock ya nak, supaya kamu ga tidur nanti, mama takut kak, nanti kamu tidur, sambil memeriksa semuanya dengan seksama.” Dengan santai Moscha menjawab dan menunggangi motornya, “iya ma, tahu aja Mos ma, tenang aja Mos, pasti jalan pelan-pelan”, mencium mamanya dengan cepat, ketika mama menyodorkan keningnya. Di depan mama , Moscha mengendarai motornya dengan berlahan, tapi ketika sudah berjarak kira-kira 100 meter Moscha mulai melaju motornya dengan cepat, Moscha menggunakan motor CBR 150 terbaru, hingga dilampu merah dia bersebelahan dengan sebuah mobil berwarna hitam, dengan ban yang besar dan bodyyang mengkilat, tepat disebelah kanan. Karena Moscha menggunakan jaket, helm laki-laki dan sepatu laki-laki, membuat pengemudi tidak mengetahui bahwa pengendara motor di sebelahnya adalah perempuan, ternyata mobil itu adalah milik Timothy dan Ernest, Ernest tiba-tiba melewati ke kanan dan memandang pengendara motor di sebelahnya dengan seksama dan tersenyum. Timothy yang ada disebelahnya mendorong kepala Ernest dan mulai curiga, “kenapa loe dik?temen loe yang naik motor disebelah kita dik?badannya kecil ya kaya perempuan wkwkwkkw”sambil menjalankan mobilnya,”.


Ketika lampu mulai hijau, Moscha berjalan mendahului, mobil Ernest dan Tim, sepanjang perjalanan Ernest memperhatikan motor Moscha, Tim memperhatikannya, “kamu jangan bilang naksir cowo yang diatas motor dek, kaya nggak ada cewe aja loe,”.


Dengan santai Ernest menjawab,”dia Moscha kak, manusia yang kaga pernah tahu orang suka nggak sama dia, biar muka kita sedekat satu jari dari muka dia, dasar manusia muka pualam,”

__ADS_1


Ketika sampai di depan halaman sekolah, mereka memarkir mobil mereka, sementara Moscha turun dan memarkir motornya ditempat parkir motor yang berada tepat di depan parkir mobil. Dengan sigap Moscha melepas pelindung kaki, tangan dan jaketnya dan memasukannya dalam tas khusus. Timothy dan Ernest tidak sadar memperhatikan Moscha, Ernest karena ingin lihat apa dia tertidur, Tim memperhatikan siapa sebenarnya sosok yang dari tadi tidak lepas dari pandangan adiknya. Tim terkejut ketika Moscha melepas jaketnya karena sosok yang dia pikir laki-laki menggunakan seragam perempuan dengan celana laki-laki, dia tambah terkejut lagi ketika Moscha membuka helm nya dan mendapati sosok gadis yang begitu cantik dan manis yang berambut panjang, lebat dan tebal berhambuan terurai. Tiba-tiba Ernest bicara, “dia Moscha ketua Tim Science, jangan macam-macam dia beo XI MIPA 1, dia tomboy, ngeselin, ribet, tukang tidur, yang jelas dia Genggis Khannya kelas dan sekolah ini mas, dia musuh gw yang paling tangguh, dia ketua Tim Litbang.”sambil senyum meringis dan sinis.


Rumah Moscha terlihat sangat santai dan tenang, Moscha dan Bonnie bergegas berangkat sekolah sementara ayah juga sudah siap pergi ke kantor,  biasanya Moscha diantar ayah ke sekolah, tapi karena Moscha  hari ini tahu dia akan pulang lambat, “ma, hari ini aku pakai motor ya, soalnya aku hari ini rapat ma, sampai sore ma, jadi aku harus pakai motor, takut merepotkan orang,”. Dengan terkejut mama langsung keluar dari kamar mandi, berlari menemui Moscha, memeriksa apa yang harus digunakan oleh Moscha. Saat itu ayah dan Bonnie sudah berangkat. “tunggu, Moscha, kalau kamu pakai motor pasang karet dikakimu ya nak, terus jangan lupa dengar lagu rock ya nak, supaya kamu ga tidur nanti, mama takut kak, nanti kamu tidur, sambil memeriksa semuanya dengan seksama.” Dengan santai Moscha menjawab dan menunggangi motornya, “iya ma, tahu aja Mos ma, tenang aja Mos, pasti jalan pelan-pelan”, mencium mamanya dengan cepat, ketika mama menyodorkan keningnya. Di depan mama , Moscha mengendarai motornya dengan berlahan, tapi ketika sudah berjarak kira-kira 100 meter Moscha mulai melaju motornya dengan cepat, Moscha menggunakan motor CBR 150 terbaru, hingga dilampu merah dia bersebelahan dengan sebuah mobil berwarna hitam, dengan ban yang besar dan bodyyang mengkilat, tepat disebelah kanan. Karena Moscha menggunakan jaket, helm laki-laki dan sepatu laki-laki, membuat pengemudi tidak mengetahui bahwa pengendara motor di sebelahnya adalah perempuan, ternyata mobil itu adalah milik Timothy dan Ernest, Ernest tiba-tiba melewati ke kanan dan memandang pengendara motor di sebelahnya dengan seksama dan tersenyum. Timothy yang ada disebelahnya mendorong kepala Ernest dan mulai curiga, “kenapa loe dik?temen loe yang naik motor disebelah kita dik?badannya kecil ya kaya perempuan wkwkwkkw”sambil menjalankan mobilnya,”.


Ketika lampu mulai hijau, Moscha berjalan mendahului, mobil Ernest dan Tim, sepanjang perjalanan Ernest memperhatikan motor Moscha, Tim memperhatikannya, “kamu jangan bilang naksir cowo yang diatas motor dek, kaya nggak ada cewe aja loe,”.

__ADS_1


Dengan santai Ernest menjawab,”dia Moscha kak, manusia yang kaga pernah tahu orang suka nggak sama dia, biar muka kita sedekat satu jari dari muka dia, dasar manusia muka pualam,”


Ketika sampai di depan halaman sekolah, mereka memarkir mobil mereka, sementara Moscha turun dan memarkir motornya ditempat parkir motor yang berada tepat di depan parkir mobil. Dengan sigap Moscha melepas pelindung kaki, tangan dan jaketnya dan memasukannya dalam tas khusus. Timothy dan Ernest tidak sadar memperhatikan Moscha, Ernest karena ingin lihat apa dia tertidur, Tim memperhatikan siapa sebenarnya sosok yang dari tadi tidak lepas dari pandangan adiknya. Tim terkejut ketika Moscha melepas jaketnya karena sosok yang dia pikir laki-laki menggunakan seragam perempuan dengan celana laki-laki, dia tambah terkejut lagi ketika Moscha membuka helm nya dan mendapati sosok gadis yang begitu cantik dan manis yang berambut panjang, lebat dan tebal berhambuan terurai. Tiba-tiba Ernest bicara, “dia Moscha ketua Tim Science, jangan macam-macam dia beo XI MIPA 1, dia tomboy, ngeselin, ribet, tukang tidur, yang jelas dia Genggis Khannya kelas dan sekolah ini mas, dia musuh gw yang paling tangguh, dia ketua Tim Litbang.”sambil senyum meringis dan sinis.


Seperti biasa anak-anak XI MIPA 1 nongkrong di depan kelas sambil bernyanyi dengan gitar, sebelum pukul 07.00 Wib, Moscha dan teman-temannya membahas materi rapat dan strateginya, “Mos, loe sudah hafalkan mengenai apa yang sudah kita masukin ke buku biru loe itu, supaya nanti ga ada cela atau cacat dalam pembahsan yang akan loe sampaikan di depan OSIS, Dewan guru dan pendamping Science ya,” Jono memotivasi Moscha dengan memegang tangannya dan Moscha menjitaknya dengan keras. Dilanjutkan dengan pemaparan dari Nanang, “Mos 

__ADS_1


mengenai materi dan penemuan baru elo juga wajib menyampaikan bahwa hasilnya ini harus diproduksi dan bermanfaat bagi manusia kalo bisa berkaitan antara teknologi, inovasi.”


Dengan santai Moscha menjawab,”siayap boz, doain ya, biar direspon bagus dan waktu pembinaannya bisa semakin cepat dilaksanakan, diintensifkan dan didukung orangtua dalam hal doa, daya dan dana pastinya, terutama bokapnya Ernest, Martin, Nala dan elo ya Put,”. Tiba-tiba  Ernest melewati, kelas mereka dengan santai dan cool diikuti gadis-gadis cantik kelas lain yang cari perhatian, tiba-tiba Ciput membuka mulutnya dan berkata, “meong ... meong ... meong ...” sontak Jono memasukan daun ciplokan yang ada dipot tempat mereka duduk ke mulut Ciput, “kampret loe Jon, ga bisa lihat orang senang,” sambil memuntahkan daun yang ada dimulutnya dengan berlari ke toilet sekolah. Sementara Moscha melihat Ernest tanpa ekspresi seolah mati rasa, Martheen membisiki telinga Moscha dan merangkulnya dengan berkata,”masuk yuk sayang,” dengan wajahnya yang mirip dengan Jun Kook, hal ini membuat Ernest mengepal tangannya seolah kesal, mengetahui hal tersebut Nanang menarik Moscha berdiri dan membawanya masuk ke dalam kelas, rupanya Nanang menarik tangan Moscha dengan keras sehingga membuat Moscha teriak dan berkata, “jangan modus om, gw keplak kepala loe ya,”.


__ADS_2