
Setelah mengantar Irul ke rumahnya, Moscha pulang ke rumahnya, di rumahnya ada namboru dan amangborunya yang menyambut Moscha dengan begitu senang, Moscha tersenyum kaget, dia dipeluk, dicium, oleh orang tua GM, Moscha terkejut dengan barang-barang yang di bawa oleh orang tua GM, Moscha terkejut ketika GM datang dan masuk ke rumahnya, dia melihat bibir GM yang luka akibat gigitannya, GM dengan sopan mencium orang tua Moscha, Moscha bingung, mama menyuruhnya duduk, Moschapun duduk, dia tertunduk ketika matanya tiba-tiba melihat mata GM yang menatap matanya seolah ingin mengantonginya, tiba tiba dia memegang dadanya, “kog deg-deganya,” dalam hatinya, bapaknya Moscha berbicara, “dek, mas dan kakakmu minta maaf kami bukan tidak perduli, tapi saat itu kakakmu stroke dia tidak mau memberitahu kamu sehingga kami sibuk merawat mamanya Kevin disana, Kevinlah menjalankan usaha sementara mas, jaga kakakmu, dia terapi selama setahun sampai akhirnya bisa pulih sedikit demi sedikit.” Mendengar hal tersebut, bapak terkejut, mamapun begitu sangat menyesal dan menghampiri mama GM, Moscha memaafkan orang tua GM dan mohon maaf atas perbuatannya saat di tempat pertandingan.
__ADS_1
Bapak memohon maaf atas kesalahpahaman selama ini karena mereka tidak mengetahui apa yang terjadi. Ayah memulai pembicaraan, “kami, atas permintaan Kevin Andreas Priyoga memohon agar ikatan pernikahan anak kita kembali terjalin, karena kami ingin sekali menjadikan Moscha menjadi anak kami,” sambil memegang tangan ayah Moscha dengan muka memelas dan memegang tangan mama Moscha, GM memohon maaf atas perbuatan kasarnya, karena dia berpikir Moscha tidak membalas suratnya yang ternyata tidak pernah dikirim oleh Richa, dan menyerahkan surat-surat 2 tahun lalu yang diberikan Fel adik Rischa kepadanya, Moscha seolah enggan membacanya, mama GM memohon kepada Moscha agar memberi kesmpatan kepada Kevin, bahkan Kevin mendekati Moscha dan berlutut memohon kepadanya agar diberi kesempatan untuk kembali menjalin pernikahan tersebut, namboru mendekati Moscha, “dear, mama minta tolong, beri kami kesempatan,” sambil memelas. Ayah GM memohon, sambil berkata, “ayah nggak akan berikan apapun kepada GM jika dia berselingkuh dari kamu,” sambil mengangkat kedua tangannya sebagai bukti berjanji, “jika perlu sekarang juga ayah akan berikan 50% harta kami sama kamu dear, tapi tolong kasih kami kesempatan,” Moscha tertawa sinis melihat wajah GM dan berkata, “bou dan amangbou, aku sayang sekali sama kalian, sama seperti ke mama dan papa, tapi maaf aku masih sekolah, kemudian aku mau kuliah, aku mau kerja, aku mau terus belajar sampai aku bosan, jadi bagaimana mungkin aku menepis masa depanku dan menikah dengan orang yang aku nggak kenal?” Namboru kembali menangis memegang tangan Moscha, “bou memohon dear, janji meskipun 3 tahun lagi kamu sudah menikah, bou janji akan mengizinkan kamu kuliah, bekerja, bahkan kamu kuliah setingginya, bou temanin kamu, bou mohon, bou takut, bou ga ada umur lagi, bou hanya ingin melihat kamu dan Kevin menjadi keluarga dan menikah selagi bou masih hidup inang,” rupanya Moscha menangis mendengar perkataan bounya, mama Moscha juga memohon kepada Moscha agar memberi kesempatan, “boru, mama mohon beri kesempatan sekali lagi, tolong inang, kan masih lama kamu masih bisa lihat dan menguji cintanya, kan ada peluang untuk kamu membuktikan diri Kevin kak,” sambil memegang pundak Moscha. Moscha berdiri dan berjalan ke kamarnya, sambil bicara, “aku setuju, tapi 3 tahun lagi, dan aku harap semua menepati janjinya,” rupanya Moscha berjalan sambil menangis, GM meminta izin mengikuti Moscha, Bapak memberikan izin, Moscha yang masuk ke dalam kamar, langsung melempar didrinya ke atas kasur, memeluk gulingnya dan menangis, rupanya Moscha tidak menyadari GM masuk ke dalam kamarnya dan mengunci kamar Moscha, GM menghampiri Moscha dan berkata, “abang minta maaf dear, abang kesal, marah tanpa tahu kejadian sebenarnya, abang pikir kamu lupa sehingga ga membalas semua surat abang, katamu, kamu lebih suka tulisan tangan dari pada chat atau surel, makanya abang terus menulis dengan tangan selama setahun dan kamu bisa lihat, suratnya seperti itu,” sambil berbaring menghadap ke arah Moscha. Moscha terduduk dan cepat-cepat berdiri karena pandangan mata GM yang begitu menusuk sampai kehati, keharuman tubuhnya membuat suasana kamr menjadi berubah romantis, dengan cepat dia memeluk bantalnya dan berkata, “karena terlalu percayanya kamu kepada perempuan cantik, kamu yang pintar lupa meminta bukti pengiriman, kenapa?karena nafsumu yang liar bereaksikan, aku jijik lihat kelakuan kalian berdua, berciuman seperti binatang dimana-mana bisa,” sambil menjauhi kasur Moscha berbicara, jantungnya berdebar debar, pipinya memerah, “di jalan, dimobil, berciuman seperti binatang, dalam waktu 3 tahun aku akan buktikan kamu tidak akan pernah bisa setia,” sambil memeluk gulingnya dengan erat, Bapak dan mama berteriak dari bawah dengan nyaring, “Mos, mama, bapak, bou dan amang bou pergi sebentar ke mall beli perlengkapan makan malam disini ya,” sambil berjalan beriringan dengan mama GM, GM menjawab, “iya nantulang,” dengan nyaring sambil menatap mata Moscha, Moscha ingin berteriak ikut, namun GM dengan cepat terduduk dan berdiri didrpan pintu dan berharap Moscha menjauh, Moscha terdiam dia menutup wajahnya dengan guling, GM mencabut kunci dari pintu kamar Moscha dan melihat apakah mereka sudah jalan, Moscha mulai berpikir, “dasar otak mesum,” dalam hatinya. Dia segera memegang tongkat baseballnya, setelah GM mendengar suara mobil berjalan, GM berjalan ke arah Moscha sambil berkata, “kamu pikir kamu siapa?aku baca seluruh diarymu waktu kamu tertidur di laboratorium,” ruang kamar Moscha yang luas seolah sempit, Moscha melepas tongkat baseballnya dan berkata, “awas kamu, kamu pikir aku takut?” GM berhenti dan menatap mata Moscha dengan tajam dan melipat kedua tangannya didada, “aku tahu kamu ga akan takut, aku tahu kamu masih memikirkan aku, aku tahu bahwa saat kamu di laboratorium kamu mengunci pintu dari dalam tapi kamu lupa ada kunci cadangannya, kamu masih mengingat aku, dan berpikir menerima cinta Nanang, orang yang menyatakan cintanya ke kamu, saat itu, aku ga akan ceritakan lanjutan diarymu, karena aku sudah membakarnya,” GM maju berlahan, Moscha berkata, “kamu jahat, sambil menangis, kamu nggak berhak berbuat itu,” GM maju selangkah dan berkata, “sekarang aku calon suamimu, dan kamu sudah menyatakannya secara jelas, kamu pikir aku gak punya alasan membebaskan Rischa menyentuh tubuhku?satu tahun aku mengamati kamu, kamu bebaskan orang menatap wajahmu dari dekat, membiarkan mereka menggendong tubuhmu, bahkan seperti monyet digendong dibelakang punggung laki-laki secara sadar, kamu izinkan mereka mencium keningmu, kamu pikir aku tidak cemburu? GM membuka sepatu dan kaos kakinya, Moscha yang deg-degan berkata, “mereka sahabatku dari kecil, mereka bagian dari hidupku, aku percaya mereka tidak akan berpikir mesum saat aku tertidur, mereka semua baik,” sambil menghindari GM ke arah ruang belajarnya, ketika dia hendak menutup pintu ruang belajarnya tangannya menahan pintu, Moscha terkejut melihat tangan GM yang berdarah, namun mata GM seolah hendak menerkamnya, dan membuat dia takut, GM berkata, “aku nggak suka itu, aku gak suka dear, ga suka,” GM dengan cepat menarik tubuh Moscha dengan tangannya yang berdarah memeluk Moscha dengan kencang, “sakit, lepas bang, Kevin ...lepas....sakit ....” sambil sekuat tenaga melepaskan diri dari GM, namun rupanya kemampuan GM dalam hal bela diri ada diatas Moscha, “di Jepang aku berusaha latihan bela diri karena kamu menyukainya, sekarang aku akan melampiaskan seluruh rasa rinduku, cintaku dan sayangku kekamu dengan caraku, diam dan rasakan, apa yang sudah kutahan selama ini,” GM mulai memeluk Moscha, membuat mendorong tubuh Moscha ke sofa baca Moscha yang besar, menindihnya, dengan cepat dia mencium bibir Moscha dengan begitu berlahan, Moscha yang berontak, tiba-tiba mulai terdiam karena tubuh Kevin yang menindihnya dengan begitu keras, melihat Moscha mulai diamtangan Kevin mulai ikut bergerak, dia mulai menjamah wajah Moscha, lehernya dan mencium leher dan meninggalkan banyak jejak, Moscha menikmati ciuman dan membalasnya, namun rupanya GM menghormati dan menyayangi Moscha, dia tidak mau melampaui harga diri Moscha, gerakan bibir dan tangan yang nakal seolah terhenti, GM memeluk Moscha dari belakang dengan posisi tidur di sofa ruang belajar Moscha, Moscha memegang tangan GM yang berada tepat didadanya, “jangan biarkan lagi mereka memeluk kamu, menggendong kamu, mencium keningmu atau menggandeng tanganmu, aku mohon,” Moscha hanya diam dan mengangguk.
__ADS_1
GM meminta maaf atas ketidakjujurannya, “maafin aku ya hasian, ternyata luka dipunggungmu masih ada, aku minta, maaf, mulai hari ini setiap sahabatmu memeluk, mencium, menggendong maka hari itu juga kamu akan kutarik dan kucium didepan umum seperti tadi,” Moscha langsung duduk dan cepat-cepat sambil memegang bantal kecil sofanya, dengan cepat GM duduk dibelakang Moscha dan memeluknya dari belakang, rupanya GM merupakan pria dengan keinginan yang besar terhadap Moscha.
__ADS_1
ISTO, Saitechi dan O2SN
__ADS_1
Moscha yang berada di Padang, mengejar waktu untuk mengikuti Saitechi di Thailand, rupanya GM sibuk dan tidak bisa menemani Moscha, Tim mengejar Moscha ke Padang, sementara rekan-rekannya sudah berada di Thailand, Tim berhasil menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan mengejar Moscha, Moscha yang sudah menyelesaikan pertandingannya, dan merebut juara 1, langsung kabur dan menyerahkan tugas penerimaan piala, piagam kepada pihak sekolah, Tim membawanya ke Thailand dengantiket yang sudah di pesannya karena Moscha lusa akan bertanding dalam karya inovasi molekul kimia bagi lingkungan hidup dan dunia kesehatan. Tim dan Moscha seolah seperti sepasang kekasih, Tim membawa tas Moscha dan menggandengnya, di pesawat Moscha tertidur dipundak Tim. Transit di Jakarta, Moscha merasakan tangan Tim begitu hangat, entah mengapa dia merasa deg-degan, Tim seolah datar, menunggu jam mereka memilih makan Pizza kesukaan Moscha, “aku pesan kamu tunggu disini ya sayang, kita makan supaya kamu minum obat,” Tim dengan cepat memberi Moscha makan obatnya dan setelah makan mereka dengan cepat masuk ke ruang tunggu pesawat, tiba-tiba Moscha menerima chat dari Kevin, “hasian aku sibuk nanti setelah selesai aku ke sana,” namun Moscha dengan santai menjawab, “iya”. Namun kemudian tidak ada balasan chat dari Kevin alias GM, Tim menggandeng Moscha dan segera masuk ke pesawat, setelah beberapa saat mereka sampai di lokasi tempat pelaksanaan kegiatan Saitechi diumumkan, Nanang, Martheen, Ernest, Nala, Nanang, Jono, Ciput, Irul dan rekan-rekan lainnya menyiapkan materi, perlengkapan, karena lusa mereka akan terbagi dalam 4 tim yang masing-masing terdiri dari 4 siswa, tanpa tunggu lama Moscha berbaur dan mulai mendengarkan pengarahan dari Nanang sebagai ketua Tim yang menggantikan Moscha, mereka berlatih hingga tengah malam, namun sepertinya tubuh Moscha menolak karena letih, Irul, Ciput memahaminya, Tim segera menangkat Moscha dibelakang pundaknya, ditemani Irul dan Ciput mengantar Moscha kekamar mereka, sepertinya tanpa disadari akibat menerima beberapa pukul dan tendangan tangan dan kaki Moscha memar, baru kali ini Moscha bertanding sampai habis waktu yang ditentukan panitia. Tiba-tiba ada chat masuk ke hp Moscha, Ciput yang biasa membuka hp Moscha mengetahui sandinya terkejut melihat pesan gambar yang ada, Irul mengambil hp Moscha dan menutup mulutnya, Tim yang mengolesi salep kebagian tubuh Moscha bertanya, “ada apa?lihat apa kalian?suka ya lihat isi chat orang?” tanpa melihat ke arah Irul dan Ciput. Namun tanpa diduga Ciput berkata, “gila kali neh cewek, kaya ga punya hati, atau mungkin ga punya malu kali ya, kalo ketemu gw gibeng neh orang,”tiba-tiba Tim menarik hp dari tangan Irul dan melihat foto-foto yang berada di hp Moscha, dengan cepat dia mengepal tangannya dan berkata, “kurang ajar,”dengan cepat dia mengirim foto-foto tersebut ke hpnya, Ciput dengan cepat merampas dan mengirim foto-foto tersebut ke hp nya, Irul merasa kuatir dan berkata,”mas Tim, piye iki?kalo mbak Moscha tahu bakal terganggu pikirannya dan kami akan kehilangan juru bicara yang handal, karena ini kan ide dari mbak Moscha,” sambil berjalan bolak-balik. Tim segera berkata, “kamu Ciput jangan kamu sebar foto tersebut ke teman-temanmu karena itu akan jadi masalah besar dan yang fatal kalian akan merusak kesempatan kalian untuk menang, sekarang juga pindahkan foto-foto tersebut ke drivenya, dan hapus fotonya chat yang ada, sekarang!kamu dengar sekarang!kamu mau sebar atau apapun nanti setelah kompetisi ini selesai!” rupanya Ciput takut karena nada bicara Tim begitu keras dengan menatap mata Ciput begitu tajam.
__ADS_1