Princess Narkolepsi

Princess Narkolepsi
Diam diam cinta


__ADS_3

Sementara dalam perjalanan menuju bandara Soekarno Hatta, Timothy mendapat telpon dari Theo dan Ariel teman kuliahnya yang ternyata alumni dari SMU Internasional School tempat adiknya, Ernest bersekolah, Tim menggunakan handsfreenya sambil mengendarai mobilnya dengan perlahan, “Ya ada apa?gw dijalan jemput ade gw, ngomong yang penting aja, soalnya takut tabrakan, ntar gw nggak sempat nikah bingung malaikat!!!”sambil tertawa. Theo bicara sambil tertawa, “bro, elo masuk Tim pendampingan pembinaan ISTO dan Saitechi Competitionkan di SMU Internasional School tempat adek loe sekolah, surat permohonan mereka sudah lama masuk dan sudah di acc dosen bro.”


Ariel melanjutkan, “ gw sama Theo kan alumnus tuh sekolah ya, jadi besok elo wajib hadir ya, kata pak Dosen Akong elo ketua tim bro, jam 09.00 WIB ya bro, tampil yang ganteng ya disono semua bening dan smart-smart, ntar kalo elo ketemu musuh abadi gw jangan naksir ya wkwkkwwk,”.


Theo mengetahui siapa yang di maksud Ariel, “kalo gw sih bagus kita fokus, anak disana kritis-kritis, kalo elo asal-asalan habis loe, dihajar mereka, ya kalo bisa kita standby jam 08. 00 WIB disana bro,”


Timothy sudah mengetahui perihal ini karena dia terlebih dahulu dihubungi Akong perihal ini jadi dia tidak fokus mengenai percakapan yang disampaikan oleh Theo dan Andi. Menutup telpon dengan berkata, “sudah dulu ya, gw sudah sampai, ntar lagi”.


Ernest menunggu diruang kedatangan dan berkata, “gw pikir besok loe jemput gw mas, sampai gw dibilang anak terlantar, gw tuntut neh negara supaya gw dipelihara mas, lalat aja bosan hinggap dibadan gw,” Dengan santai Tim memeluk adiknya dan berkata, “ngomong aja beo rumahan, gimana dapat pacar di negara kincir angin nggak, wih banyak amat oleh-olehnya, buat pacar loe di sekolah ya,” sambil memasukan barang-barang Ernest ke bagasi, sementara Ernest sudah duduk dengan handsfree ditelinganya dan menutup matanya.

__ADS_1


“kita mulai dari nol ya mas”, sambil menghidupkan mobil dan berjalan. “kenapa dari nol kak orang dari bandara, sudah deh, bercanda aja, cepat gw mau minum jus alpukatnya bi Darsih yang enak banget tuh, cepat kak”. Melanjutkan dengan menutup mata.


Dirumah bi Darsih pergi ke dapur, membuka kulkas dan membuatkan jus alpukat yang dipilihnya dengan seksama, memasak air gula dengan campurannya dan menyiapkan susu kental manisnya, membuat jus tersebut menjadi begitu menggiurkan bahkan menghias gelasnya dengan bagitu indah. Tiba-tiba mama datang, “Bi, terima kasih buat kasihnya atas kami sekeluarga, bibi yang terbaik,”sambil menyandarkan dagunya dipundak bi Darsih, yang sudah seperti ibunya sendiri. “sama-sama ndok, bibi mau buat jus buat mas Ernest dulu, dia pasti rindu ini.”sambil menuangkan jus alpukat ke dalam gelas yang sudah disiapkannya. “aku tunggu mereka kog lama ya bi,” tidak lama ibu berbicara klakson terdengar. “Bi Atun bantu yuk,” kata mama kepada bi Atun yang berusia sekitar 30 tahun. Mama langsung keluar dan memanggil suaminya, “pi, pi, Ernest pulang lho, bantu bawa kopernya yuk,” dengan tergesa-gesa ayah keluar dari ruang kerjanya,”wah bujang elit papi sudah pulang,”sambil memeluk Ernest dan melihat tubuh anaknya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


“kenapa pi, lengkap semua tuh pi, paling hatinya yang berkurang 0,8 persen karena meninggalkan Helen di Belanda wkwkkwkwkwk, wanita yang mengawal dia kesana sini,”sambil tertawa terbahak-bahak,


“sssttt, diam ah, tiba-tiba Ernest mencium mamanya yang menangis karena rindu, apa kabar mah, kangen ya ma, segitunya, nanti malam aku tidur sama mama ya pi, wkwkkwkwk,”


Berlari ketangga tapi tiba-tiba kembali lagi, “bi Darsi, bi Darsi, bi mana ya wanita terseksi dirumah ini?”mendatangi bi Darsi di dapur yang sedang menyiapkan makan malam memeluknya dan mencium kening bi Darsih. “jusnya mana bi?”sambil membuka kulkas, mengambil sendok dan duduk di dapur khusus masak diruang belakang. Bi Darsi tersenyum melihat Ernest yang dulu cengeng luar biasa sekarang sudah besar dan lebih tinggi darinya, “apa kabar mas?tambah ganteng, tambah keren, tambah pintar, baik-baik ya mas, belajar yang benar, biar bisa bahagiakan keluargamu,” sambil melihat dan menghapus air matanya. “bi, jangan nangis ah, kan pangeran sudah pulang, gila bi, jusnya mana kog tinggal gelasnya?aduh bibi neh, aku mandi ya bi, habis itu makan, terus tidur besok ke sekolah bi, kegiatannya padat banget, bi aku kangen sekolahku,” sambil terdiam menghadap jendela dan bergegas naik ke kamarnya di atas, dan berhenti sejenak berbicara dengan Tim dari tengah anak tangga yang besar.

__ADS_1


“Mas Tim, besok ke sekolah berangkat bareng atau sendiri-sendiri, gw dengar pengajuan ketua TIM science ke sekolah mas di ACC, besok datang loe, jangan buat aku malu ya mas,” sambil melangkah berlahan menunggu jawab.


“iya, Ariel sama Theo juga sudah tahu, berangkat sama-sama ajalah, habis mas antar kamu, gw juga harus jemput si Ariel dan Theo, ada yang mau dibicarakan, mandi sana, lapar neh, gw makan duluan ya dek,” sambil makan dan membawa makanannya ke dalam kamarnya di atas.


Keesokan harinya jam 05.00 WIB mama, bi Darsih dan bi Atun sudah bangun menyiapkan makan, sepatu dan buah-buahan, jus Alpukat untuk Ernest dan jus mangga untuk Tim, memasukannya ke dalam mobil, yahh sudah bangun dan berolah raga, dengan berlari di taman depan rumah dan senam-senam ringan. Sesekali minum air putih.


Mereka makan pagi bersama-sama, dan segera berangkat ke sekolah dan ke kantor.


Dalam perjalanan ke sekolah, “Mas, kenapa baru tahun ini mas, mau gabung dengan tim pendamping sekolah gw mas?tahun kemarin kenapa nggak?perasaan gw tahun kemarin peserta lho mas, jangan-jangan elo ngincer sesuatu ya di sekolah gw?”sambil melihat gawai mewah ditangannya seolah memperhatikan status media yang selama ini dihiraukannya. Wanita acak jadul dengan genknya, seksi, pintar dan montok tapi ngeselin, itulah yang dicarinya. Nafas dan duduknya seolah berburu, melihat wajah perempuan itu.

__ADS_1


Sambil memperhatikan jalan dan sesekali menoleh ke spion samping kanan, kiri, depan dan tersenyum, “ya tahun lalu kan gw juga harus bela sekolah gw dong dek, masa mas nggak ingat almamater mas, ya paling nggakan puji Tuhan meskipun nggak juara kaya sekolah kalian, tapi gw seh bersyukur kalo gw bisa jadiin sekolah gw juara runner up, meskipun di belakang layar.”


__ADS_2