Princess Narkolepsi

Princess Narkolepsi
liar kissing


__ADS_3

Tim dan Moscha kembali ke sekolah dan hari ini hari terakhir mereka pendampingan 2 hari sisanya para siswa diajak refreshing mereka pergi ke dufan tempat kesayangan Mosccha. GM mengajak Rischa juga ke Dufan, seolah-olah tidak tahu bahwa murid-muridnya refreshing ke Dufan juga, tiba-tiba Debby dan Ciput berteriak, “Irul, perasaan kita baru aja keluar dari rumah hantu, eh ternyata, kuntilanaknya ikutin kita ya, “ sambil tertawa terbahak-bahak, Irul melihat kebelakang dan berbisik, “oalah lah kog niat banget ya mbak, mereka ikutin kita, “ Debby memgacak-acak kepala Irul dan berkata, “bukan kita dek, tapi Moscha,” merekapun kembali tertawa, Debby begitu mencintai Martheen, Moscha tahu itu, dan Moscha minta maaf untuk hal itu, Debby yang mengetahui perasaan Moscha begitu kasihan dengan Moscha, Debby adalah model terkenal dari sebuah majalah remaja dan dia sering berjalan di catwalk, tidak heran dia ingin sekali mendandani Moscha, namun selalu gagal.

__ADS_1


Rischa menggandeng GM dengan begitu lembut, sesekali mencium pundak GM dn memeluknya dari belakang, Jono dan Meyantopun mempraktekan hal tersebut, hal ini membuat mereka tertawa senyaring-nyaringnya seolah Dufan milik mereka, Gm melepaskan pelukan Rischa. Nalapun berteriak, “jangan sayang kenapa engkau melepaskan aku,”sontak Martheenpun marah karena Nala berakting sebagai seorang wanita. Moscha dengan santai berkata kepada teman-temannya kita naik ontang-anting yuk,” Moscha seperti anak kecil jika soal Dufan, kali ini Nanang tidak ikut karena dia diminta mamanya untuk mengantar Catering pernikahan ke Bandung, mereka mengantri diontang anting, kali ini Tim berada di depan, Moscha, Ernest, Jono, Meiyanto, Nala, Martheen, Debby, Irul, Ciput. Melihat GM diam saja dirangkul oleh Rischa, Moschapun tiba-tiba berbisik kepada Tim dan berkata, “kak, aku peluk kakak dari belakang ya?” Tim menoleh ke arah kanan, dan Tim tahu Moscha sedang memanfaatkannya, Ernest begitu sakit melihat pemandangan itu, Jono berbisik kepada Ernest, “bro, Moscha lagi buat GM cemburu, jangan kuatir, loe pasti sudah dengar dari Nala kisah sesungguhnyakan?”Ernest tetap tidak bergeming, Moscha yang memeluk Tim membuat Tim menarik tubuh Moscha ke depannya dan memeluk tubuh Moscha dari belakang, ini membuat Moscha bingung, rupanya Tim memanfaatkan momen ini sebagai sebuah kesempatan, Tim memeluk erat Moscha dan mencium rambutnya, Moscha bersyukur kejadian itu hanya berlangsung satu menit dan merekapun segera menempati tempat masing-masing, Moscha naik tepat disamping Ernest, lemparan tali yang begitu kencang membuat mereka berteriak nyaring, Moscha begitu gembira. 

__ADS_1


Dari kejauhan GM memperhatikan Moscha dan meminta Rischa untuk tinggal sebentar, setelah ontang anting berhenti rupanya Moscha terlihat agak pusing, dia memilih jalan yang berbeda dengan teman-temannya dan dia tersadar ternyata yang disekelilingnya bukan sahabatnya, dengan cepat GM menarik tangan Moscha, membawanya ke lokasi yang begitu tenang, Moscha yang merasa tidak enak diperhatikan orang mengikuti kemana tangan GM menariknya, GM menghentikan jalannya ditempat parkir, Moscha mulai memposisikan kakinya terbuka, “kamu mau apa?”sambil meletakan tangannya di dada, GM mendekati Moscha dan berkata, “kamu mau fotomu yang setengah telanjang dimobilku kukirim ke mamamu?” sambil menundukan kepalanya ke telinga Moscha, Moscha terkejut dan berkata, “kamu pikir, mama percaya dengan apa yang kamu katakan?lagi pula ya, kamu sudah punya pacar yang aku yakin kalian sudah tidur bersama setiap hari, “sambil tersenyum sinis dan membuka kacamata hitamnya, GM memegang keras tangan Moscha kemudian dengan kasar membawa Moscha menempel kesebuah mobil yang terparkir dan berkata, “kenapa?kamu cemburu?sekarang aku akan melakukannya ke kamu seperti yang kamu pikirkan ke Rischa,” tiba-tiba GM mencium bibir Moscha dengan begitu ganasnya, mengangkat tubuh Moscha, menahan kedua tangan Moscha dengan tangannya, GM menikmati ciuman yang dia lakukan dengan Moscha, Moscha seolah tidak berdaya, namun karena amarahnya pada GM kaki kanannya menendang dengan keras kaki GM, Moscha menggigit lidah GM dengan, GM terkejut dam berkata, “kamu suka main kasar rupanya,” GM melanjutkan ciumannya kali ini, Moscha seolah mengikuti gerakan GM, Moscha teringat, di dada GM ada luka, dia mencubit luka itu dan GM melepaskan Moscha karena nyeri yang masih terasa, Moscha berlari seolah dia tidak memiliki ilmu bela diri, kacamatanya terjatuh, GM tersenyum puas, 

__ADS_1


Dengan segera dia memfoto surat-surat GM untuk Moscha, Fel mengenal Moscha saat latihan Muathai internasional di Thailand, Moscha orang yang begitu akrab, dia ramah, baik, namun ketika berada di ring, Moscha berubah menjadi lawan yang begitu sangar, kakinya merupakan kekuatannya, tinju-tinjunya begitu kuat, banyak perempuan yang diluar ring ingin berkompetisi dan sombong, namun tidak dengan Moscha, oleh sebab itu Fel begitu menyukai Moscha, dan terkejut mengetahu bahwa Moscha dan GM yang menjadi kakakny adalah pasangan, dan semuanya dirusak oleh Rischa.

__ADS_1


__ADS_2