Princess Narkolepsi

Princess Narkolepsi
Pengetahuan ditambah Cinta dibagi sayang dikali aku dan kamu


__ADS_3

Sementara di ruang pertemuan umum Dewan guru, Komite Sekolah, Mahasiswa pendamping sudah ada di posisi mereka menghadap kepada para tim Science, Social dan bahasa. Saat itu dibuka oleh pemaparan ketua Dewan guru yang diwakilkan oleh oleh pak Priyo, guru Fisika yang bujangan yang gantengnya ga ketulungan. “Kita akan memulai program pendampingan, pembinaan untuk kompetisi Isto dan Saitechi Competition, Pendanaan sudah disepakati ditanggung oleh sekolah dan donatur yang secara sukarela dari Komite sekolah. Kegiatan pendampingan akan dipegang oleh guru Fisika, Kimia, Biologi, bahasa Inggris dan para Mahasiswa/i yang berprestasi dan terbukti memiliki kualitas dan kompetensi yang sudah teruji, seluruh biaya selama pembinaan akan ditanggung oleh sekolah dan komite sekolah, baik makan, minum maupun seluruh material yang akan digunakan, jadwal pebggunaan laboratorium secara penuh akan dijadwalkan padat untuk kegiatan pendampingan, oleh sebab itu diharapkan setiap ketua Tim memajukan pion-pion dalam strateginya karena hal ini akan menentukan keberhasilan kita dalam mencapai goals kita yaitu “sukses”. Demikian terima kasih,” saat berbicara mata pak Priyo terhenti pada Tim Science tidak tahu, siapa yang dia lihat.

__ADS_1


Giliran Ketua Komite angkat bicara dalam hal ini ayahnya Ernest dan Tim memulai pembicaraan,” Saya ucapkan terima kasih kepada TYME, dewan guru, para mahasiswa yang salah satunya adalah putera saya, dan para ketua Tim dan rekan-rekannya, kami dewan komite sekolah tanpa ragu akan mendukung anak-anak kami untuk berprestasi dan terus meningkatkan kompetensinya. Kami tidak memaksa kalian meraih juara 1 kami menghimbau kalian memberikan yang terbaik dan berusaha sama seperti kami meyakini kalian adalah atom-atom yang jika dikembangkan secara optimal akan menjadi sebuah nuklir yang begitu sangat ampuh, oleh sebab itu majulah dengan pati dan yakinlah, kalian luar biasa,”. Sambil berjalan dan duduk, dengan mata mengarah pada Ernest yang berada ditengah ketua-ketua tim selanjutnya, Ketua tim pendamping maju ke depan dan berbicara, “selamat siang, terima kasih kepada dewan guru, dewan komite, rekan-rekan tim pendamping dan para adek-adek yang luar biasa, kami mendapat proposal dari sekolah ini 6 bulan yang lalu, dan meresponnya, kami bersemangat dan berharap melalui pendampingan ini kami bisa bersinergi dan mengoptimalkan pendampingan ini seoptimal mungkin. Terima kasih,” segera duduk dengan tenang tanpa ekspresi. Ibu Nayla maju ke depan, “selanjutnya kita akan mendengarkan proposal pendampingan dari Group Science, yang di pimpin oleh Moscha”Ibu Nayla kembali duduk dan tersenyum bangga, Moscha maju ke depan, namun ini agak aneh karena dibelakangnya ada 6 siswa lain yang mengikutinya, Ariel dan Andi terkejut melihat Moscha yang hari ini begitu cantik, apalagi dia mengurai rambutnya dan menggunakan rok span milik almarhum Widya, Ariel berkata,” Ya Tuhan neh bidadari tambah cakep aja ya Dee,” sambil menyolek Andi dengan sikutnya. Tim baru sadar, bahwa gadis ini adalah gadis yang kemarin diruang parkir dipeluk dan dirangkul oleh rekan-rekan dibelakangnya, dengan muka datar dia berkata, “Moscha, oh dia yang dibicarakan Ernest selama ini,kenapa dia jadi ketua tim Science bro?”sambil mengamati Moscha yang berjalan menuju Microphone, seluruh tim tahu siapa Moscha anak perempuan yang sangat pintar, antusias, perhatian, ramah, jago silat dan tomboy akut. Andi menjawab, dia punya IQ 295 bro, jarang bawa buku, tasnya itu isinya makanan, permen, buah untuk dia bagi-bagi di jalan dan mencegah dia ga tidur, jangan macam-macam dia beonya sekolah ini, ratu debat dalam bahasa inggris dan Jerman, gw pernah nembak dia, tapi ditolak, sakitnya dalam,” terdiam ketika Ariel berkata, “ssssstttt, diam loe,”.

__ADS_1


Moscha mulai bicara dengan kata-kata demikian, “selamat siang para guru, komite dan mahasiswa yang dulunya alumni sekolah ini, lama juga proposal kami ditanggapi oleh Universitas tempat kalian melanjutkan pendidikan, syukur seh kalo masih ada waktu buat sekolah dimana dulu kalian menerima pendidikan yang keren yaitu sekolah ini.” Sambil mengarahkan wajahnya kepada Ariel dan Andi, yang dari kejauhan hanya bisa tertunduk malu. “terima kasih untuk setiap orang tua yang sudah dengan kasihnya mendukung kami, terima kasih. Terima kasih untuk dewan guru yang senantiasa mendidik kami dengan begitu penuh kasih, kami sangat mengagumi didikannya. Hari ini kami akan memaparkan mengenai trik, strategi kami mencapai kata “sukses” dalam ISTO dan Saitechi Competition. Kami sudah memilih rekan-rekan yang akan maju dalam ISTO dan Saitechi Competition, bagaimana cara kami memilihnya?pertama kami melibatkan guru terkait, kami melakukan test IQ dan menyorkan soal-soal yang sudah terlebih dahulu kami sepakati bersama dan 8 orang ini akan mengikuti ISTO dan 12 lainnya akan mengikuti Saitechi Competition, namanya terlampir di dalam proposal yang ada di meja bapak/Ibu sekalian, dan tidak lupa juga ada di meja kakak-kakak A lum ni sekalian. Dari kesepakatan kami, maka kami akan menciptakan tim Fisika, Kimia, biologi dan matematika putera dan puteri pada ISTO dan 4 tim yang sama pada Saitechi Competition yang masing-masing tim terdiri dari 3 anggota, Untuk Saitechi kami telah menyiapkan produk apa yang akan kami hasilkan pada kompetisi tersebut, diharapkan setiap pendamping menuangkan idenya yang lebih dari sekedar inovatif karena kami pastikan kami sudah inovatif mengenai waktu pendampingan, kami berharap setiap haritapi kami yakin ga akan optimal dengan setiap hari maka kami menuntun seminggu 3 kali, Rabu, Kamis dan Sabtu, dari pukul 08.00 – 12. 00 WIB, kenapa sepadat itu?karena waktu kita nggak lama Cuma 4 bulan, selama 4 bulan Cuma ada 10 Minggu efektif. Sementara kami baru dapat respon dari kampus saat kami sudah hilang harapan dan mengajukan proposal pendampingan baru dari Universitas lain yang kami yakin bisa lebih baik dari Universitas tempat alumni sekolah ini menempuh pendidikan tinggi, satu lagi, kami juga ingin 1 hari menggunakan laboratorium milik universitas tempat pendamping kami menempuh pendidikan yang skala kelengkapannya lebih lengkap dan jika bisa, dalam sebulan ada dosen Fisika, kimia dan biologi turun tangan mengajar kami jadi pendamping-pendamping kami juga bisa mendapat review dari hasil pendampingannya terhadap kami, jangan-jangan ada metode yang lebih baik daripada yang pendamping ajukan,” saat Moscha meledak-ledak tiba-tiba dia tertidur dan jatuh seperti orang pingsan, rekan-rekannya menangkap Moscha, Ibu Moscha yang ada di kursi komite berlari mengejar Moscha, tiba-tiba,”tim Moscha jangan pergi lanjutkan yang Moscha katakan, Tim lari ke depan dan membantu Ernest yang menahan tubuh Moscha, Ariel dan Andi mendampingi Moscha, Tim menggendong Moscha, sementara Ernest, Andi dan Ariel yang sudah tahu apa penyebabnya santai aja, “ruang kesehatan sebelah mana dek?”sambil berlari, karena Tim tidak mengetahui apa yang terjadi,”sebelah kanan, masuk aja mas, santai aja mas, ga apa-apa kog dia,” sambil menahan kepala Moscha, Tim meletakkan Moscha, memeriksa denyut nadi dan matanya, mengukur tekaan darahnya, mengeluarkan stetoskopnya, lalu mengukur suhu tubuhnya, memang Moscha demam 38 derajat Celcius. Tiba – tiba Irul dan Debby masuk, diikuti oleh mamanya Debby, Tim Menyiapkan komress, mama masuk dan langsung duduk disamping Moscha, Irul memijat kaki Moscha dan melepaskan kaos kakinya, kaki Moscha yang putih segera ditutupinya dengan selimut. Ruangan terasa ramai, Tim berkata mohon hanya 2 orang saja disini, tiba-tiba Enest berkata, “aku disini,” sambil mengganti kompress Mocha, bibir Moschamerah dan pecah-pecah, Debby berlari ke kelas mengambil madu yang dibawanya dari Bima, kemudian berlari keruang kesehatan dan mengoleskannya pada bibirnya, Tim bingung melihat adiknya begitu cekatan merawat Moscha, gadis ini sangat cantik, tiba-tiba mama bicara,”Moscha sudah satu Minggu ini bangun sangat pagi, bahkan tidurnya bisa dimana-mana, 2 hari lalu, mama nemuin dia tidur di wc, di dapur, bahkan digarasi, tadi dia minta naik motor, tante takut Debby, sambil memegang tangan Debby, takutnya dia pas jalan tidur, makanya tante daritadi telponin Nanang, tapi nggak diangkat, akhirnya tante hadir rapat tutup toko,”sambil nangis, Debby yang memahami maksud mamanya Moscha berkata, tenang tante, Moscha cerdas, kog,”. Irul angkat bicara, “tante, nanti aku jaga mbak Moscha, tante jangan sedih,”. Sambil mengurut kaki Moscha, Tim bertanya, “badan Moscha demam tante, karena keletihan, setelah minum obat dan multi vitamin pasti sembuh, jangan kuatir, Moscha pingsan, karena letih,” sambil menatap Ernest yang tidak menghiraukan dia, tiba-tiba langkah kaki orang berlari kencang dalam jumlah banyak terdengar dengan cepat, pintu ruang kesehatan terdengar dengan sangat kencang, satu ruangan langsung menoleh ke pintu, Nanang, Martin, Nala, Jono, Meiyanto langsung menggeser posisi mereka yang ada di dalam ruangan tersebut termaksud mamanya Moscha, “ga apa Moschanya Cuma tidur aja, jangan takut kan sudah biasa, nak Tim sudah periksa, Mos, Cuma demam karena kelelahan katanya,” sambil mengelus pundak Nanang.

__ADS_1


__ADS_2