Princess Narkolepsi

Princess Narkolepsi
cancer


__ADS_3

“Buat kamu yang berada jauh


Tak perlu mengirim bunga untuk nyatakan luruh


Buat kamu yang berada dekat


Apakah perlu kata dalam pekat?


Aku sunyi disini ...


Menyibukan diri dalam simbol dalam rangkai


Aku rindu kecupan dari kamu

__ADS_1


Namun jarak membungkus rinduku


aku rindu semua ...


rindu tatapan hangatnya ...


Rindu pelukan eratmu


Aku rindu kamu 730 hari


Apa mungkin?”


Moscha dan sahabat-sahabatnya sudah terpisah selama 2 tahun, seluruhnya menempuh pendidikan sesuai dengan yang sudah direncanakan oleh mereka dan keluarganya. Moscha sendiri menempuh pendidikan tingginya disebuah Universitas ternama dengan menempuh jalur prestasi yang sangat memuaskan, tidak heran dia dengan cepat menjadi asisten dosen yang begitu terkenal killer tapi sangat tampan. 

__ADS_1


Dalam laboratorium kimia, Moscha terlihat sibuk dengan tabung-tabung silinder, pipet dan cairan berwarna-warni, dia menggunakan kacamata pengaman dan perlengkapan lainnya didampingi oleh 2 mahasiswa lain seolah sibuk mengikuti komando dari Moscha, tiba-tiba seseorang mengetok kaca laboratorium dengan bahasa isyarat mengatakan “ada telpon amat penting untuk kamu Mos,” mereka tidak akan berani mengganggu Moscha diruang laboratorium karena yang dikerjakan Moscha biasanya digunakan oleh beberapa perusahaan untuk keperluan bisnis mereka terutama dibidang kesehatan, industri dan lingkungan hidup. Dengan cepat Moscha keluar dan melepas perlengkapannya dan berkata, “kalo nggak penting awas ya pak,” sambil mengepal tangannya kea arah penjaga laboratorium dan tersenyum. Tiba-tiba Bonnie berkata, “kak, mama pingsan setelah mengerang dan menangis berteriak kepalanya sakit, bapak dengan cepat mengantar mama ke Internasional Hospital kak, mama sekarang diruang Elisabet kak,” tanpa panjang lebar, Moscha mematikan hp dan berlari dengan cepat dan berteriak, “stop jangan lanjutkan, aku pergi,” kedua rekan Moscha tidak berani melanjutkan, mereka segera keluar namun Moscha seolah hilang ditelan bumi, Moscha yang masih menggunakan seragamnya berlari ketempat parkir, menghidupkan motor besar miliknya yang baru dibelinya dari hasil penelitiannya, dengan cepat dia melajukan motornya, dengan alat keamanannya, tiba-tiba hampir saja dia menabrak mobil yang masuk ke arah parkir laboratorium, Moscha seolah tidak perduli, orang tersebut memencet klakson mobilnya ternyata Moscha benar-benar tidak perduli, pemilik mobil tersebut bertanya kepada satpam parkir laboratorium, “siapa lelaki gila yang ada ditempat parkir khusus itu pak Jon?” sambil menunjuk motor Moscha yang sudah terlihat lagi, pak satpam yang mengetahui pria tersebut berkata, “itu mbak Moscha pak,”, pria tersebut yang mengenal Moscha sebagai asistennya berkata, “motor siapa yang dia pakai?, dengan cepat pak satpam berkata, “motor mbak Moscha pak, tadi pagi sebelum jadwal masuk laboratorium mbak Moscha kasih tahu kalau si mbak beli motor dari uang hasil hak legalitas hak ciptanya pak,” dengan senyum dosen tersebut berkata, “sombong banget ya anak itu,” lalu berlalu dan meminta pak satpam memarkir mobilnya.


Sampai di RS Moscha dengan cepat berlari dan dia bertanya dimana ruang Elisabet, para suster mengantarnya dan menunjukan kamar tempat mama Moscha dirawat, ternyata disana sudah ada amang bou GM dan Bonnie, rupanya bou dan bapaklah yang mengurus semua keperluan mama, Moscha hanya melihat amang bou memegang tangan mama, Bonnie mengelus-elus kepala mama, Moscha dengan cepat memeluk dan mencium pipi papahnya GM, “duduk nak, meminta Moscha menggantikan posisinya duduk, Moscha berkata, “terima kasih amangbou,” mama masih belum tersadar, “bapak dan bou lagi pergi pulang ambil pakaian mama dan perlengkapannya inang,” Moscha hanya diam dan bertanya kepada Bonnie, opung Tobing mana ya amangbou?” sambil menghapus air mata dipipinya, “ada inang, opung lagi memastikan hasil citiscan mama dan hasil tes lainnya, nanti opung ke sini, sebentar papa telpon,” tiba-tiba prof. Tobing datang bersama dokter lainnya, dan suster kepala, “sudah datang jagoan opung,” sambil memeluk dan mencium kening Moscha, Moscha segera berdiri mencium dan memeluk opungnya, dokter-dokter yang semuanya laki-laki memandang wajah Moscha yang begitu cantik dan menawan, “perhatikan pasienmu, jangan kau lihat anak pasien,” Moscha hanya diam tanpa ekspresi, “mana bapak inang?” papa GM menjawab, “pergi dengan kakaknya ambil pakaian adikku ini ke rumah among,” Prof Tobing mencek mata, infus, denyut nadi dan dada keponakannya. “besok pagi kita harus bicara, temui saya dengan cepat esok jam 07.00 Wib, terutama kamu Moscha,” Prof Tobing segera berlal, mencium kening mama Moscha, Bonnie dan Moscha. Dengan cepat Moscha mengejar prof. Tobing dan berkata, “pung, kenapa besok?aku mau sekarang,” opung tersenyum dan memeluk Moscha sambil berkata, “sayang, opung tahu kamu kuat, kapanpun berita itu disampaikan kamu pasti orang yang paling bisa mengambil keputusan,” Moscha hanya terdiam ditinggal oleh Prof dan dokter-dokter lainnya. Tim sedang menempuh pendidikan spesialisnya di Jerman, sementara GM sedang membangun Internasional Hospital di tiga lokasi yang ada pada 3 propinsi. Ayah menghubungi GM, GM meminta agar papanya untuk mengubah ke video call, GM mengkuatirkan nantulangnya dan erkata, “apa kata dokter-dokter pa?kenapa di ruang Elisabeth?pindahkan ke ruangan VVIP, Moscha mana?gimana dia?dek, jangan nangis, kita rawat mama sama-sama ya,” Moscha yang mendengar pembicaraan mereka terduduk dan terdiam tanpa disadari air matanya menangis, dia mengirim status di IG nya dengan “#akuperlukalian#”. Tiba-tiba hp nya berbunyi GM menelponnya dengan video call, Moscha mengangkatnya wajahnya yang basah dan merah jambu membuat GM mengerutkan wajahnya dan berkata, “nggak usah nangis kita hadapi sama-sama ya, terus kenapa satusnya “tagar aku perlu kalian, apa nggak sebaiknya diganti, aku perlu kamu Kevin,” Moscha semakin memerah dan mematikan hpnya, tiba-tiba Kevin mengirimkan chat, “dihapus ya, kita hadapi berdua,”. Moscha yang saat itu hendak menghapus ternyata sudah lebih dari 340 komentar dalam waktu 15 menit dengan jumlah like 230, sekilas Moscha melihat Irul, Ciput dan Martheen yang ada pada komentar dengan komen yang begitu panjang,


Irul, “mbak, esok subuh aku ke sana, mbaknya sudah makan, aku lek ngomong karo si mbok masak krecek buat mbak,”


Ciput berkata, “kenapa Mos?besok gw jemput Irul buat ke rumah loe ya,” Irul dan Ciput satu kampus.


Martheen, “why?just wait me a while”


Moscha menghapus postingannya dan masuk ke kamar, tiba-tiba sebuah chat datang, “terima kasih sudah menghapusnya, aku janji ada disampingmu,”.


Bapak Moscha dan bounya datang, bou segera memeluk Moscha dan berkata, “sabar boru ya, kita hadapi sama-sama,” tiba-tiba petugas medis datang dan berkata, “mohon maaf, pak Kevin baru saja menelpon agar pasien atas nama Ibu Kemuning dipindahkan ke VVIP, mama dan papa GM dengan sigap berkata, “iya ayo segera pindahkan,” rupanya Kevin dengan cepat menangani semua yang diperlukan. Mama dan Papa GM terlalu bingung karena peristiwa yang begitu cepat. 

__ADS_1


Ketika semua beristirahat diruangan yang seperti hotel, setelah papa GM meminta kasur tambahan pada pihak rumah sakit membuat ruangan tersebut persis seperti hotel, Moscha tidak sadar bahwa dia masih menggunakan seragam putih laboratoriumnya, rupanya kelelahan Moscha membuat penyakit putri tidurnya tidak terelakan, dia tertidur sambil terduduk, disebelah mamanya, orang tua GM melihat hal tersebut dan berkata, “diapun akan menjaga kita seperti itu, percayalah,” papa GM mengangguk dan tersenyum, sementara onnie tertidur di sofa karena letih dan bapak pun tertidur di sebelah tempat tidur mama berhadapan dengan Moscha, suster setiap sejam sekali atas perintah Kevin memeriksa mama Moscha, orang tua GM tertidur dikasur tambahan, tiba-tiba pintu ruangan terbuka berlahan, GM dengan wajahnya lelah, tubunya yang begitu atletis dan pakaiannya yang rapi, ditambah aroma tubuhnya yang harum, berlahan masuk dia berdiri dan mencium mama Moscha dengan mengelus wajahnya, GM mandi di rymah sakit dan mengganti pakaiannya, dia membangunkan Bonnie, Bonnie terkejut, Kevin berkata, “sssstttttt, kamu sudah makan dek?” sambil meletakan jari telunjuknya dibibirnya, Bonnie terkejut dan berkata, “belum bang, abang gila ya kog tiba-tiba sampai sini,” Kevin senyum dan berkata, “masa mertua sakit ga perduli,” dengan cepat GM mengeluarkan kunci mobilnya dan berkata, “beli makan sana ini atm mas paswordnya tanggal bulan lahir kakakmu dek,” Bonnie segera berangkat dan berkata, “ok kak,” jam menunjukan pukul 01. 23 wib, Kevin menatap wajah mamanya menciumnya dan berkata, “ma, i love u,” mama dengan cepat terbangun dan berkata, “datang rupanya kau bang, urus dulu anak perempuan mama tuh, kasihan kau tengok lha, baju lab nya saja dan namanya tidak dilepasnya, daritadi belum makan dan menangis saja, coba kau tengok tumbun dia pakai baju terusan seperti perempuan, kasihan dia,” GM memeluk mamanya dan berkata, “mama nggak lihat aku capek juga,” saat mama ingin membalas perkataan GM, dengan cepat GM menutup mulut mamanya dan bekata, “sudah tahu mom, sudah tahu,”


__ADS_2