
Merekapun masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran jam pertamanya dengan begitu riang, karena pelajaran jam pertama mereka hari ini adalah Kesenian yang dilakukan di lab kesenian sekolah.
Sementara itu, Tim menjemput Andi dan Ariel yang lagi manja minta dijemput karena mereka yakin kalo dijemput pasti Tim akan membawa mereka makan siang dan di mobil Tim pasti mamanya akan memberikan banyak makanan dan minuman. Tiba-tiba bunyi klaksonpun terdengar, “Tim datang Dee,” kata Ariel sambil menyiapkan tas dan memasang sepatunya. “sambil berlari dari kamar Andi mengambil tas dan pamitan dengan kedua orang tuanya,”iya gw denger”. Dengan segera Ariel teriak, “tante kami berangkatnya,” dengan nyaring karena rumah Andi sangat besar. Tubuh Andi yang tinggi besar dengan wajahnya yang tampan kerap membuatnya dipanggil Andi bear. Mereka segera masuk mobil Tim, Tim membuka kaca mobilnya dan berkata, “berangkat tan,”. Orang tua Andi berkata,”hati-hati sayang”.
__ADS_1
Dala perjalanan, Andi berkata, “kepseknya SMU Internasional School bilang, pemaparan materi dimajuin jadi jam 12.00 WIB, karena yang rapat hanya orang-orang yang diplilih oleh Club Science, Club Social dan Club bahasa, dewan guru dan Komite sekolah yang di dalamnya hanya terdiri dari 4 orang, dan yang pertama kali memaparkan proposal proses pelaksanaan pendampingan, materi, target dan strateginya adalah Cub Science yang pasti orangnya adalah loe tahu kan Riel siapa?”sambil tersenyum manis dan sangat bersemangat. Sementara Ariel berkata,”kalo gw seh yakin pasti muka papan catur yang maju, cewe yang tanpa ekspresi, gw ingat Dee, waktu kita sama-sama ke Villa loe pas kegiatan Reat-reat, dia masak coy, masakannya enak, pas ke dufan dia naik bianglala, ontang-anting sama roller coaster tanpa teriak, cewe gila, tapi gila ya, mukanya cantik banget, cantik banget, orang Batak apa semua secantik dia ya,” Ariel seolah mengidolakan gadis ini.
Dengan kebingungan Tim, bertanya, “elo semua jangan ngomong yang sia-sia siapin materi, hubungi mahasiswa bahasa, sosial yang paling berkompetensi dibidangnya, kita harus buat sekolah yang kita dampingi mendapat prestasi yang terbaik. Ngomong-ngomong cewe yang tadi gw lihat anak SMU perempuan, pakai celana panjang, naik motor cowo dan yang paling gila temennya laki semua, pas dia buka helm rambutnya panjang banget, gw nggak lihat mukanya tapi kog cowok-cowok meluk dan rangkul dia seenaknya ya?” Tiba-tiba Ariel dan Andi bertatapan kemudian tertawa lepas. Tim tidak membahasnya karena mereka sudah sampai di depan sekolah. Mereka segera masuk ke ruang guru dan berbicara secara intensif dan begitu serius.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar pengumuman dari ruang dewan guru, “kepada setiap tim segera masuk keruang pertemuan umum untuk memaparkan proposal pendampingannya, dengan segera karena rapat akan segera dimulai dengan segera Moscha dan rekan-rekannya berdiri dan berjalan keluar kelas, tiba-tiba Moscha kembali ke kelas dan berkata, “Mbak Irul, gw titip tas gw ya, jam pulang elo tunggu gw di ruang pertemuan ya, jangan pulang duluan, awas loe, Deb, gw titip Irul ya, jangan dimusuhin.” Debby, meras seolah perlakuan Moscha ke Irul persis seperti perlakuan Moscha ke Scarlet.
Moscha, gadis yang begitu aneh, sikapnya yang hangat, cuek, cutek, gagah seperti seorang laki-laki tapi anggun seolah merupakan target bagi setiap lelaki yang ada di sekolahnya. Jika mengingat saat dia masuk sekolah pertama kali, semua mata tertuju padanya, gadis cantik yang mendaftar bersama dengan teman-temannya dengan menggunakan celana sekolah milik laki-laki. Scarlet yang dulu selalu ada disampingnya seperti bayangan selalu meletakkan tangannya di lengan Moscha. Gadis yang berambut panjang tapi selalu tidak pernah menghargai rambutnya. kulitnya yang mulus membuatnya bebas bergaya seperti apa saja. Seluruh sekolah terkejut melihat Moscha yang mendaftar 3kstrakurikuler Karate, Silat dan Matematika club'. Sementara Scarlet hanya tersenyum ketika memandang para lelaki meragukan kemampuan Moscha. Moscha adalah manusia paling cuek terhadap apapun, bahkan ketika orangtuanya menyampaikan kepada pihak sekolah mengenai keadaannya. Jika melihat Moscha sekarang berbeda dengan Moscha yang dulu, Moscha yang dulu adalah Moscha yang bisa tidur saat upacara berlangsung, gadis yang setiap pagi dijemput dan diantar orang tuanya ke sekolah. Scarlet seperti saudara bagi Moscha. Sering menginap dirumah Moscha, selalu bercerita mengenai hidupnya ke Moscha.
__ADS_1
Rekan- rekan Moscha selalu melindungi Moscha, ketika pertama kali masuk sekolah, setiap perempuan di sekolah selalu memandang Moscha iri, buat Moscha sekolah adalah sekolah, dan dia adalah dia. Ciput juga menjadi tangan bagi Moscha dalam berbagai hal, Ciput dan Scarlet selalu bersama, mereka selalu menemani Moscha bahkanengikuto ekstrakulikuler yang diikuti Moscha, karena tanpa mereka Moscha akan bertindak sesuka hati tanpa memikirkan perasaan orang lain. saat di kelas karate, Moscha masuk dengan baju karatenya lengkap, ban yang digunakan adalah merah. Para senior yang menggunakan ban merah melakukan sparing partner seperti biasa yang jatuh 3 kali dia mundur. Moscha hanya memandang mereka tanpa tatapan. Hal ini membuat mereka kesal dan meminta Moscha masuk, dengan seizin Shensei. Ciput mengatakan, "saya saja Shensei". Namun permintaan Ciput ditolak. Moscha memegang pundak Ciput dan berkata, "tenang tendangan mutar sekali beres" (sambil berwajah tenang). Scarlet hanya diam dan tahu Moscha pasti akan mengalahkan mereka. ketika Moscha memberi hormat, dia dan lawannya mengambil kuda-kuda saat wasit mengangkat tangan, Moscha meloncat dan membuat tendangan memutar dan menendang lawan jatuh keluar arena. Lawan langsung terjatuh dan memegang pelindung kepalanya yang terputar akibat tendangan Moscha.