Princess Nightmare

Princess Nightmare
Sakit


__ADS_3

Awan-awan mulai menutupi sinar matahari,dibelakang ruang kepsek academy Cross seorang pria dan wanita sedang bertemu dan terlihat bahwa sang wanita tidak suka melihat sang pria.


"hai zenith!!!" sapa valac ramah.


"valac!!!,kenapa kau berada disini?" tanya Yue jian yang tidak suka valac berada diacademy Cross.


"ayolah Zenith...bisakah kau bersikap manis dan lembut,seperti...yang kau lakukan kepada si rambut putih " balas valac santai.


"kau tidak memiliki hak untuk mengurusi aku dan juga aku peringatkan jangan panggil aku zenith,karena sekarang aku adalah Yue jian" Tegas Yue jian sambil pergi meninggalkan valac.


"baik-baiklah" kata valac kepada Yue jian yang sudah jauh "izekiel saat ini sedang mencarimu!!!" Teriak valac


Yue jian pergi meninggalkan valac dengan perasaan kesal tetapi air matanya tiba-tiba keluar dan membasahi pipinya.Yue jian tanpa sadar sampai di lintasan balap academy Cross,ia duduk sambil memandangi lintasan balap yang sudah sepi.Ternyata ada orang lain selain dirinya disana.


"kau sendirian disini?" tanya seseorang dari belakang.


"eh...lucifer" kata Yue jian sambil mengelap air matanya dengan cepat.


"kau,tahu namaku dari mana?" tanya Lucifer sambil memegang balon berwarna hitam.


"dari kepala sekolah" jawab Yue jian singkat.


"kenapa kau disini?" tanya lucifer sambil mendekat dan duduk disamping Yue jian.


"hanya...mencari udara segar" balas Yue jian sambil menundukkan kepala.


"kau habis menangis" kata lucifer.


"tidak" jawab Yue jian berusaha membela diri.


"jangan mengingat masa lalu,rasanya sangat sakit apalagi jika itu tentang seseorang yang pernah singgah dihatimu" ujar lucifer sambil bangkit berdiri.


"apa kau pernah merasakannya?" tanya Yue jian yang memperhatikan lucifer .


"iya...tapi kau tidak akan pernah bisa merubahnya,karena itu sudah takdir" kata lucifer sambil melepaskan balon berwarna hitam itu.


Yue jian terkejut mendengar perkataan lucifer,dan memperhatikan balon berwarna hitam itu terbang menuju keatas langit.Yue jian yang tadi jatuh, langsung saja seperti mendapatkan kekuatan untuk bangkit lagi dari jurang keputus asaan.


"Yue jian!!!" panggil seseorang dari belakang mereka.


"Ash" panggil Yue jian yang terkejut melihat Ash yang wajahnya pucat.


"sebaiknya aku pergi" kata lucifer yang hendak pergi.

__ADS_1


"hei tunggu dulu!!!" teriak Yue jian sambil memegang tangan Lucifer.


Lucifer yang melihat Yue jian memegang tangannya langsung saja berhenti dan berbalik.


"sekarang kau tidak sendirian" kata lucifer sambil melepaskan tangan Yue jian.


"Yue jian ingin berterima kasih" kata Ash menyela pembicaraan mereka.


"apa??" tanya Lucifer singkat.


"jika Yue jian memegang tangan seseorang atau tidak membiarkan orang itu pergi,artinya ia ingin berterima kasih" jelas Ash yang sudah berada disamping Yue jian.


"iya" timpal Yue jian sambil tersenyum.


Lucifer yang melihat Yue jian tersenyum, langsung seperti mengingat sesuatu dan ekspresi langsung berubah menjadi datar dan dingin.


"maaf yang mulia Pangeran Ash Vincent dan yang mulia putri Yue jian Vincent,saya terlalu lancang...kalo begitu saya permisi" kata lucifer yang tiba-tiba berubah.


Yue jian dan Ash saling bertatapan melihat kelakuan lucifer yang tiba-tiba pergi dan berubah menjadi dingin.


~Gudang olahraga academy~


Academy Cross saat ini sedang dalam keadaan yang kurang baik,hari ini jam setengah dua siang telah ditemukan tiga jasad siswi academy yang mati mengenaskan didalam gudang olahraga.


Yue jian dan Ash melihat hal itu dari jauh sambil mereka berdua tersenyum licik dan pergi.


"Yue jian kau benar-benar pintar,kau membuat seolah-olah itu adalah pembunuhan berencana" puji Ash kepada Yue jian.


"terima kasih" balas Yue jian sambil memeluk tangan Ash.


"oh ya,tadi di lintasan balap kunci dimensi bereaksi" kata Ash kepada Yue jian.


"benarkah!!!" seru Yue jian kepada Ash


"iya,apa harus kita ambil senjatanya sekarang?" tanya Ash.


"tidak bisa,jika punya lebih dari satu senjata bisa-bisa tubuh pemiliknya hancur" jelas Yue jian yang memberhentikan langkahnya.


"kenapa berhenti?" tanya Ash dengan tenang.


"tapi lucifer wang bisa" kata Yue jian tiba-tiba.


~Mansion Vincent~

__ADS_1


Yue jian terlihat sedang menonton televisi,hari ini seluruh siswa academy Cross dipulangkan lebih awal sekaligus diliburkan selama tiga hari sampai kasus pembunuhan selesai.


Ash turun dari tangga menuju kebawah dan masuk kedalam dapur,Yue jian melihat Ash masuk kedalam dapur mengikutinya dan masuk kedalam dapur.Yue jian melihat Ash yang sedang membuat Rose tea langsung saja Yue jian memeluk Ash.


"ada apa?" tanya Ash singkat.


"Ash tidak asik" kata Yue jian kesal dan melepaskan pelukannya.


"apa kau ingin aku buatkan Rose tea?" tanya Ash yang tidak menghiraukan kelakuan Yue jian yang sudah kesal.


"sudah lah,aku mau kekamar" kata Yue jian kesal dan pergi meninggalkan dapur.


~Kamar Yue jian~


Yue jian duduk ditempat tidurnya dan membaca buku tentang senjata khusus.


Tiba-tiba seseorang membuka pintu dan ternyata itu adalah Ash yang membawakan teh untuknya.


"ini dia tehmu" kata Ash sambil meletakkan teh di meja samping ranjang Yue jian.


"makasih" jawab Yue jian singkat dan langsung fokus lagi membaca buku itu.


Ash duduk disamping Yue jian,Yue jian yang tahu Ash duduk di sampingnya langsung menyandarkan dirinya kepada Ash.Ash tahu apa yang dimaksud oleh Yue jian,Ash langsung saja membelai kepala Yue jian dengan lembut dan sesekali mencium rambutnya Yue jian.


Yue jian hanya menikmatinya.Tiba-tiba handphone Rumah berbunyi dan langsung mengejutkan mereka bahkan Yue jian hampir terjatuh dari tempat tidur.


"siapa sih ganggu aja!?" kata Yue jian yang marah karena sudah mengganggunya.


"Pelayan,dimana kalian cepat angkat telponnya!?" teriak Yue jian dari dalam kamarnya.


"sudahlah Yue jian sebaiknya aku saja yang angkat" kata Ash sambil mengangkat telpon dan Yue jian langsung duduk disamping Ash dan memeluknya.


"halo?" sapa Ash sambil membelai kepala Yue jian.


"*halo namaku izekiel,apa zenith ada?"


"maaf mungkin anda salah sambung disini tidak ada yang bernama zenith*" ujar Ash yang masih membelai Yue jian,sedangkan Yue jian terkejut mendengar orang dalam telpon itu adalah Izekiel.


"Ash cepat mati kan telponnya" kata Yue jian sambil merebut telpon rumah dari Ash.


Ash yang melihat kelakuan Yue jian yang aneh menjadi kesal dan mendekat kepada Yue jian.


"Yue jian apa yang kau sembunyikan dari ku?" tanya Ash sambil mengangkat wajah Yue jian.

__ADS_1


"Ash aku..aku...aku..." Yue jian tidak bisa berbohong kepada Ash,akhirnya ia memberitahu Ash rahasianya.


__ADS_2