Princess Nightmare

Princess Nightmare
Izekiel Bangkit


__ADS_3

Castila berada didalam kamarnya, Botol Alkohol berhamburan di mana-mana, Aroma alkohol yang pekat tercium dari dalam. Castila mabuk karena merasa frustasi, istrinya Roxy meninggal didalam kamar yang saat ini ia berada.


cleck


pintu kamar terbuka, izekiel berdiri didepan Castila. Ia menatapnya dengan dingin. Bagaimana tidak saat adiknya meninggal, Castila juga menatap dingin dan tidak terlalu mempedulikan kematian adiknya 'jadi anggap saja ini karma' Bentak batin Izekiel. Setelah puas melihat keadaan Castila, ia pergi meninggalkannya.


***


Izekiel sudah berpakaian lengkap dengan senjata, entah ia akan pergi kemana. Alex dan beberapa temannya tengah menunggu dilapangan parkir. Izekiel datang menghampiri mereka.


"zek, lo yakin mau buat perjanjian damai sama zenith?" tanya Alex dengan ragu-ragu. Izekiel menatap langit sebentar dan kembali menatap teman-temanya.


"Iya..." jawab izekiel.


"jika kita hanya menunggu sampai ia datang apakah kedamaian akan datang?, paling yang ada hanya nyawa orang yang tidak bersalah akan menghilang..."


"lebih baik mencarinya dan melakukan perjanjian damai dengannya" kata Izekiel melanjutkan perkataannya sambil berbalik.


***


Ash berjalan menuju lapangan parkir. Ia melirik ke sekitar, kalo-kalo ada pemburu yang sedang menyamar. Tiba-tiba handphone nya berdering, membuat Ash kaget sejenak.


"siapa sih?" tanya Ash sambil membuka handphone nya, yang meneleponnya adalah nomor yang tidak ia kenal. Ash tanpa rasa takut mengangkat telpon itu.


"Halo Ash, ini aku Albert" ternyata nomor yang tidak dikenal itu adalah nomor Albert.


"Albert?, darimana kau dapatkan nomor ku?"


"Ah..itu dari SuoRuixi " kata Albert dari telpon sambil tertawa cekikikan.


"jadi kenapa kau menelpon ku?"


"aku cuma mau tanya kau sudah bertemu dengan anggota pemburu darah yang berkhianat itu?


"belum"


"begitu...ngomong-ngomong sekarang kau ada dimana? kedengaran ramai ditempati itu"

__ADS_1


"Aku berada di guide"


"Apa?!, kau di guide"


"memangnya kenapa?"


"kau tidak bertemu dengan pemburu darah yang berkhianat itu?"


"apa?...tunggu-tunggu maksudmu dia berada di sini juga?"


"iya, dia sempat mengirimi ku pesan kalo dia hari ini datang ke guide untuk mengurusi masuk sekolahnya"


"....."


"Halo Ash, Ash...kau masih disana?"


"Akan ku telpon lagi"


"eh Ap_" Ash menutup telpon, ia kembali masuk kedalam guide.


Dengan langkah yang semakin cepat, Ash mendobrak masuk kedalam ruang kepala Academy. Sekertaris sekolah dan Sentika terkejut melihat wajah Ash yang ngos-ngosan seperti baru dikejar-kejar hantu.


"orang...orang tadi kemana?" tanya Ash sambil mengatur nafasnya yang kehabisan.


"orang? yang mana ya?"


"orang yang baru mendaftar tadi dan berpapasan dengan ku, dimana?"


"oh dia baru saja pergi"


"pergi?! pergi kemana?"


"kalo tidak salah, kearah sana" kata sekertaris sekolah sambil menunjuk ke arah lorong sekolah.


Ash langsung saja berlari ke arah yang ditunjukkan oleh sekertaris sekolah. Ash melewati lorong sekolah yang sepi karena para siswa sedang berada didalam kelas. Ia melihat sekitar tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan orang yang ia cari. Padahal bangunan Academy guide rata-rata terbuat dari kaca jadi seharusnya bisa terlihat walau dari jarak sejauh pun. Ash sempat melihat kalo Lin Xuanchi naik taksi, tapi ia kehilangan jejak.


"tsk...sial" bentak batin Ash.

__ADS_1


Akhirnya karena sudah tidak mungkin mencarinya, ia memilih untuk pulang dan besok ia akan menyuruh Fanluojia untuk mencarinya lagi.


~Kota Glory~


Izekiel dan teman-temannya tiba di kota Glory. Ia datang ke Academy Lancelot, izekiel yang baru saja masuk kesana tiba-tiba merasakan hawa keberadaan Zenith(Yue jian). Sambil menelisik sekitar Izekiel berjalan masuk ke aula sekolah dan berdiri tepat di tempat Zenith(Yue jian) berdiri saat itu.


"Zenith apa kamu pernah berada di sini?" tanya batin Izekiel kepada dirinya.


Lama-kelamaan hawa keberadaan Zenith(Yue jian) mulai memudar. Izekiel mengerutkan dahinya. Alex menghampiri Izekiel, dengan ragu-ragu ia memanggil Izekiel. Alex tahu soal izekiel yang masih sangat mencintai Zenith(Yue jian), karena itu izekiel semakin masuk kedalam jurang kesuraman. Alex yang merasa tidak mungkin izekiel bisa kembali bersama dengan Zenith, apalagi saat ia menembaknya dulu.


"zek"


"....."


"Zek!"


"Apa?! ada apa?"


"anggota yang lain menemukan petunjuk di lain tempat" kata Alex sambil menggerakkan tangannya ke belakang dan menunjuk jari jempolnya.


"Ok"


***


Mereka tiba di sebuah pulau kosong dengan menggunakan motor bot. Saat turun Izekiel kembali merasakan keberadaan Zenith(Yue jian) juga hawa yang lain. Izekiel berjalan tanpa arah, hingga ia sampai ditempat dimana elsa meninggal. Masih ada noda darah disana. lebih mengerikkan lagi, Alex melihat sesuatu dibalik batu karang. Saat didekati samar-samar tercium bau yang sangat busuk semakin dekat bau itu tercium sangat tajam. Alex sungguh tidak bisa tidur dengan tenang malam ini, Bau busuk itu berasal dari jasad Elsa yang dalam keadaaan mengenaskan. Bagaimana tidak, bagian bawah tubuhnya sudah tidak ada, bagian atas tubuhnya juga seperti habis dimakan binatang yang ukurannya lebih besar dari manusia.


Kalo kalian memakan sebuah roti atau sandwich dan kalian hanya makan satu gigitan, kira-kira bekas gigitan dijasadnya elsa seperti itu. bagian kanannya dimakan dan tersisa bagian kiri saja, juga hanya kepala yang tidak dimakan alias masih utuh.


"Uwekkkk....." Alex muntah karena melihat isi perut yang keluar.


"Gila!, apa para vampire itu makan manusia juga?" kata Fei Niao yang juga baru saja muntah.


"Tidak mereka hanya menghisap darah untuk saja dan menggunakan darah untuk sihir boneka...."


"palingan, ini ulah peliharaan mereka" kata Izekiel sambil menatap ke hutan yang berada didepan mereka.


"ada apa izekiel?" tanya Fei Niao yang peka terhadap tatapan memburu izekiel.

__ADS_1


"Bersiap!" kata Izekiel sambil mengeluarkan revolver nya dan membuat waspada teman-temannya.


Sebuah bayangan hitam muncul dari hutan itu dan betapa terkejutnya mereka. Bentuk tubuhnya seperti manusia tapi ukuran tubuhnya seperti seekor gajah dan juga memiliki tiga kepala. Kepala kanan dan kirinya memiliki sepasang mata merah tidak punya mulut dan yang berada ditengah tidak memiliki mata jamu mempunyai mulut. Monster itu menghadapkan kepala kanannya kearah para pemburu, setelah itu menghadapkan kepala tengahnya dan berlari menyerang para pemburu.


__ADS_2