Princess Nightmare

Princess Nightmare
Death, Little Sister


__ADS_3

Castila baru saja kembali ke kota internal dan langsung mendapat kabar tentang kematian putri angkatnya Izekia Clinton di kota Salmier. Di taman markas pemburu darah, terlihat Roxy Lord, istri Castila, sedang termenung wajahnya pucat beberapa hari ini, ia tidak makan sedikit pun. Izekiel beberapa hari ini ia terus berlatih sangat keras. Masih terbayang jelas di ingatannya, saat adiknya terbunuh tepat didepan matanya. Izekiel langsung menjadi sangat kesal saat mengingatnya. Fei Niao dan Alex khawatir melihat keadaan izekiel yang sekarang, apalagi disaat-saat yang genting. Seluruh penduduk kota Salmier sudah mengetahui tentang zenith yang hidup kembali, dan ingin balas dendam kepada mereka.


"apa yang sebenarnya ia pikirkan?" bisik alex dengan hati-hati agar tidak ketahuan izekiel.


"mungkin almarhum adiknya"


"kalian hanya akan menjadi penonton?" izekiel berjalan ke arah mereka berdua. Tubuh Fei Niao dan Alex langsung menegang.


"eh-eh, itu..itu..kami-kami" Fei Niao dan Alex langsung menjadi gagap dan tidak tahu harus bicara apa.


Izekiel mendengus melihatnya, ia tanpa pamit pergi meninggalkan kedua temanya itu.


Saat di lorong, Izekiel berpapasan dengan Castila. Ia hanya lewat tanpa menyapa ayah angkatnya itu, Castila hanya diam, ia tahu saat ini Izekiel sedang tidak ingin diganggu.


Izekiel masuk kedalam kamarnya, ia langsung merebahkan diri di atas tempat tidur karena lelah. Beberapa hari ia memang tidak tidur setelah kematian Izekia. Seberkas air terlihat keluar dari matanya.


"Izekia...apa kau sudah bahagia disana? kau pasti bahagiakan sekarang?"


"kakak..kakak...kakakmu ini sudah gagal, gagal..ga-gal..GAGAL" Izekiel masih belum bisa menerima kematian adiknya. Sangat jelas, saat tubuh adiknya tercabik-cabik dan dimakan oleh mahluk setengah vampire dan zombie itu.


sudah 5 jam lebih izekiel tidak keluar dari kamarnya. Apalagi,tidak ada suara dari dalam.


Tok..Tok..Tok...


Suara pintu kamar yang diketuk dengan hati-hati, berhasil membuat Izekiel terbangun dari alam mimpinya. Izekiel yang masih lelah dan malas untuk bergerak, duduk di tempat tidurnya.


"siapa?!" tanya izekiel sambil memegang kepalanya yang terasa berat.


"ini mama izekiel" suara yang sangat ia kenal itu langsung membuat izekiel bergerak dan membukakan pintu kamar untuk sang ibu angkatnya.


"mama ada apa?" tanya izekiel yang terlihat pucat, bahkan lebih pucat dari orang yang sedang berdiri didepan nya, bahkan ada lingkaran hitam dikedua kelopak matanya.


"mama khawatir dengan keadaan mu, ternyata...." kata Roxy sambil menyentuh wajah pucat putra angkatnya itu.


"mama, apa cuma ingin tahu keadaan ku saja?" tanya izekiel yang mulai kesal dan menepis tangan Roxy.


"tidak, mama cuma ingin ajak kamu makan malam bersama papa" Roxy memang sengaja mengajak Izekiel untuk makan bersama.

__ADS_1


"TIDAK, terima kasih" jawab izekiel geram sambil membanting pintu kamarnya. Roxy tidak tahu harus melakukan apa sekarang, ia mengerti kalo izekiel sedang ingin sendiri saat ini.


"Roxy" panggil suara berat, roxy menoleh dan mendapati Castila yang sedang berdiri dibelakangnya. Castila mendekat kepada roxy dan merangkulnya.


"kita biarkan dia dulu, sekarang sebaiknya kau perhatikan dirimu" Castila membawa roxy pergi ke ruang makan.


~Di lain Tempat~


"Kyaaaa!!!.....imutnya" Yue jian berteriak kegirangan, saat melihat vampire darah campuran yang baru saja ia dandani.


"di-dia menganggapnya seperti bo-boneka" kata Yisai yang geleng-geleng kepala, melihat vampire campuran memakai pakaian serba pink . Ash dan Fanluojia hanya diam membatu melihat kelakuan Yue jian.


"tadi namamu siapa?" tanya Yue jian kepada vampire campuran itu.


"suo ruixi" jawab vampire campuran itu sambil menundukkan kepala nya.


"nah, sekarang bagaimana kalo kalian bertiga juga" kata Yue jian sambil menatap ketiganya, langsung membuat tubuh ketiganya menegang.


"Yue-Yue jian i-ini..."


"kenapa?... tidak mau ya..hiks...hiks"


"Yue jian coba lihat"


"kyaaaa!, kawaiiii" kata Yue jian sambil mencium satu persatu pipi vampire tampannya.


"hah...Yue jian sudah ya?" pinta Ash yang sudah merasa risih karena memakai pakaian serba pink yang ia pakai.


"iya, ya" pinta Fanluojia yang sama keadaannya dengan Ash, hanya saya ia punya pita besar di pinggangnya.


"kali__" tiba-tiba rasa sakit menyerang Yue jian dan langsung Yue jian terjatuh di lantai kamar. Hal itu langsung membuat keempat vampire tampan itu mengerubunginya.


"segera panggil dokter hotel ini" kata Yisai yang mulai khawatir. Fanluojia baru saja ada didepan pintu.


"tunggu dulu, kita adalah vampire, dan vampire tidak punya detak jantung kali kau minta dokter memeriksa bisa-bisa _" kata suo ruixi yang berpikir.


"jadi BAGAIMANA?" Ash segera mencengkeram kerah baju Suo Ruixi.

__ADS_1


"Ash tahan emosi mu, dia benar, bisa-bisa kita di laporkan kepada pemburu darah" kata Yisai sambil memegang Ash.


"biar aku lihat dulu"


"kau.."


"ibuku adalah seorang dokter, jadi aku sedikit tahu beberapa penyakit"


"ya sudah cepat"


SuoRuixi memeriksa keadaan Yue jian, ia mengerutkan dahinya. Ia merasa aneh saat ia menyentuh ************ Yue jian.


"ada sesuatu yang berdetak" gumam SuoRuixi, ia sedikit membuka pakaiannya Yue jian dan tanpa terkejutnya mereka. Saat melihat bunga kecil tumbuh di ************ Yue jian.


"bu-bunga itu?" Ash bersusah payah menelan salivanya.


"kau tahu Ash?" tanya Yisai yang merasa curiga, dengan perkataan Ash. Ash mengangguk, Yue jian memang menceritakan tentang bunga itu semalam.


"apa kau tahu darimana dia mendapatkan bunga ini?" tanya SuoRuixi dengan tatapan serius.


Ash menceritakan tentang bagaimana Yue jian mendapatkan bunga itu dan rasa sakit yang dirasakan oleh Yue jian selama ini.


Kondisi Yue jian terlihat lebih pucat dari biasanya. SuoRuixi dengan hati-hati menggunakan sedikit sihir kepadanya.


Wajah khawatir mulai menyelimuti diri mereka masing-masing.


Sekitar 2 jam setengah SuoRuixi memeriksa keadaan Yue jian, keadaan Yue jian juga sudah kembali normal walaupun dia masih belum sadar, tapi nafasnya sudah teratur kembali.


"syukurlah" gumam Ash yang bisa bernafas lega sekarang.


"Aku pikir dia akan mat__" tatapan membunuh langsung menoleh kepada Yisai.


"Ma-maksudku mat..mat..matador" sambung Yisai yang menjawab asalan.


"ngak nyambung" sanggah Fanluojia yang terlihat menahan emosi.


"ya sudahlah" kata Yisai yang mengaku kalah.

__ADS_1


"tapi mungkin akan ada sedikit masalah" kata SuoRuixi sambil menatap Yue jian.


*****


__ADS_2