Princess Nightmare

Princess Nightmare
Without Yue jian


__ADS_3

SuoRuixi baru saja membuka pintu ruang kamar Yue jian ketika isabella memanggilnya. SuoRuixi pun menutup pintu yang sudah sedikit terbuka itu agar pembicaraan privasi yang isabella sampaikan kepadanya tidak sampai terdengar masuk kedalam.


"Lama tidak berjumpa SuoRuixi? bagaimana kabar mu?"


SuoRuixi tidak menjawab. Ia malah memalingkan wajahnya kearah yang lain. Isabella mengerutkan dahinya melihat SuoRuixi yang acuh kepadanya. Ia terus berusaha bicara dengan manis kepada SuoRuixi, tapi SuoRuixi tidak menanggapinya. Tiba-tiba ada beberapa orang berpakaian rapi menghampiri mereka dan langsung memegangi Isabella.


"Ayah apa-apaan ini?!" Tanya Isabella yang terus memberontak untuk dilepaskan.


"ISABEL DIAM!" Bentak Ayah Isabella dengan darah yang sudah naik ke atas ubun-ubunnya.


Clek


pintu kamar terbuka dan Ash berdiri tepat di mulut pintu. Fanluojia dan Yisai berada di belakang Ash,mereka terlihat bingung dengan apa yang terjadi.


"Apa-apaan ini? menganggu orang saja" kata Ash sambil melipat kedua tangannya didepan.


"Tuan ini..." SuoRuixi terhenti berbicara saat Yisai menariknya untuk berdiri di sebelahnya.


"kalian?!" kedua mata ayah Isabella langsung membulat dan Tubuhnya seperti tertahan saat ia melihat Ash, Yisai dan Fanluojia.


"APA?!" tanya Yisai yang curiga terhadap tatapan terkejut Ayah Isabella kepada mereka.


"kalian? kalian adalah__" belum selesai ayah Isabella menyelesaikan perkataannya, Isabella berteriak dengan keras untuk dilepaskan.


"CUKUP!!!" Teriak ayahnya sambil menatap kesal kepada putrinya. Isabella langsung terdiam dan menundukkan kepala nya.


"segera bawa nona kembali ke kamarnya" perintah Ayah Isabella kepada bawahannya. Isabella pun dibawa oleh mereka dan kali ini ia tidak memberontak lagi.


sekarang hanya ada mereka berlima yang sedang berdiri didepan kamar Yue jian. Ash menyuruh SuoRuixi untuk masuk kedalam dan menemani Yue jian yang masih belum sadar. Setelah SuoRuixi masuk, ketiga vampire itu langsung saja mengelilingi Ayah Isabella dengan tatapan memburu, mata mereka berubah menjadi warna merah yang menyala.


"kelihatannya kau tahu siapa kami?" kata Yisai dengan angkuh.


"apa kalian tidak takut ketahuan?" tanya pria itu dengan santai sembari tersenyum.


"katakan saja, kau mau mati membeku, kehabisan darah atau tersambar petir?" kata Fanluojia yang sudah siap untuk membunuh.


"saya tidak ingin membuat kalian terlibat dalam masalah"

__ADS_1


"jadi apa yang ingin kau lakukan?" tanya Ash sambil mendekat kepada ayahnya isabella.


"apakah saya boleh menemui gadis itu?" tanya pria itu sambil mengulurkan tangannya kepada Ash dan terdengar memohon. Mereka melihat satu sama lain.


***


Yue jian masih belum sadar juga dari pingsannya. SuoRuixi yang sedang duduk disamping tempat tidur Yue jian, terkejut saat melihat Ayahnya Isabella masuk kedalam. Ayahnya Isabella bernama albert king itu langsung saja mendekat ke tempat tidur Yue jian.


"itu memang benar-benar dia! " teriak girang albert melihat Yue jian yang terbaring di tempat tidur.


"tuan albert? kenapa anda bisa masuk? dan yang anda panggil 'dia' adalah nona Yue jian ya?" tanya SuoRuixi yang mencegah Albert untuk lebih dekat lagi Yue jian. Albert terus mendekat ke tempat tidur.


"Tuan sebaiknya anda jaga sikap dan jawab pertanyaan dari SuoRuixi" kata Yisai yang sudah menarik tangan Albert.


"dia? " kata Albert sambil menatap sebentar kepada Yue jian.


***


Albert membawa mereka ke ruang makan hotel, agar pembicaraan mereka bisa lebih leluasa. Mereka berempat menatap Albert dan menunggu pembicaraan yang akan di sampaikannya.


"Tuan, sebaiknya anda bicara sekarang!" Kata Fanluojia terdengar mengancam.


"ya,kami sudah tahu" kata Ash sambil menatap satu-persatu temanya itu.


"tapi kalian tidak tahu kalo bunga itu adalah media untuk menyempurnakan penyatuan jiwa dan raga" kata Albert sambil memanggil pelayan.


"media penyempurna?" gumam Yisai pada dirinya sendiri.


"maksudnya apa?" tanya Ash dengan suara pelan tatapan dingin sambil menundukkan kepala nya kebawah.


"mak_"


"maksudnya adalah_sejak awal jiwa Yue jian dan raganya terpisah, dan membutuhkan kekuatan yang sangat kuat untuk menyempurnakannya agar jiwa dan raganya tidak terpisah lagi dan menyatu sempurna_"


"bunga itu... itu adalah bentuk jiwa kekuatan sakura"


"sebab sakura sudah membuat permohonan kepada ten seraph untuk membalaskan dendamnya"

__ADS_1


"dan bayaran yang harus ia bayar adalah memberikan kekuatan jiwa miliknya untuk menyempurnakan jiwa dan raga milik Yue jian" jelas Yisai dengan menatap sinis Albert yang sedang mengaduk kopi pesanannya.


"tapi kenapa ten seraph meminta bayaran yang seperti itu?" tanya Fanluojia sembari menatap ke arah albert.


"aku tahu, SuoRuixi kau pasti tahu alasannya?" tanya Albert balik menatap SuoRuixi.


"karena Yue jian adalah putri vincent yang sudah meninggal bertahun-tahun dan dihidupkan kembali oleh ayahnya, ketua ten seraph, Vincent Butler" kata SuoRuixi yang menatap Albert dengan tatapan sendu.


"itu dia jawabannya" sahut albert sambil bertepuk tangan dengan riang.


"tapi jika, Yue jian memang putri vincent kenapa dia tidak tahu soal itu?" tanya Fanluojia.


"karena semuanya berada didalam bunga kecil itu..."


"itu lah, yang membuat Yue jian tidak sadarkan diri sekaligus efek sampingnya" kata SuoRuixi dengan kepala menunduk.


"it-itu, beberapa waktu ini kita tidak bisa bertemu dengan Yue jian, tanpa Yue jian" sanggah Fanluojia yang mulai muram.


"benar" jawab Yisai singkat.


" berapa lama Yue jian akan bangun kembali?" tanya Fanluojia yang sudah berdiri. Albert tidak menjawab dan meminum kopinya dengan santai tapi kedua matanya melirik kepada SuoRuixi.


"sampai bunga itu mekar" jawab SuoRuixi sembari melihat Kepada Ash.


jawaban itu, membuat suasana berubah. Bagaimana mereka bisa melewati hari tanpa kehadiran Yue jian. Ash terus menundukkan kepalanya, sebelum akhirnya ia mengangkat kepalanya dan pergi meninggalkan ruang makan hotel.


***


Ash kembali duduk termenung di samping tempat tidur Yue jian. Di sayapnya erat wajah Yue jian yang tidak sadarkan diri itu, di belainya wajah Yue jian dengan lembut. Pintu kamar terbuka dan itu adalah Yisai, Fan dan SuoRuixi.


"kita harus melanjutkan rencana Yue jian" kata Fanluojia sambil menepuk bahunya Ash.


"bagaimana pun itu adalah hal yang bisa kita lakukan untuknya" timpal Yisai yang menatap sedih kepada Yue jian yang terbaring.


"Oke" jawab Ash sambil menoleh kepada SuoRuixi.


"SuoRuixi, nanti aku ingin bicara denganmu" kata Ash sambil berdiri.

__ADS_1


"pertama kita antar Yue jian ke mansion Vincent, karena tidak mungkin kita membawanya terus" Ash memegang ganggang pintu kamar dan membaca mantra. Saat pintu terbuka, bukan lorong kamar yang menyambut mereka melainkan sebuah taman yang indah.


Mereka berempat sambil membawa Yue jian masuk kedalam dan meninggalkan check dengan jumlah yang cukup besar di kamar hotel.


__ADS_2