
Cahaya Mentari baru saja muncul. Terlihat, Aston Martin Vulcan, Ferrari LaFerrari, Lamborighini Reventon dan SSC Tuatra sedang melewati hutan yang lebat dengan cepat. Ash dan tiga vampire lainya sedang bergerak menuju kota kasa.
Dua jam Sebelumnya*
Ash datang ke tempat Albert seorang diri. Ketika ia masuk, ia langsung disambut oleh Albert seolah-olah ia tahu kalo Ash akan datang kepadanya.
"terima kasih karena sudah memberi tahu soal Yue jian" kata Ash yang mulai membuka pembicaraan.
"itu sudah sewajarnya, untuk membayar kesalahanku di masa lalu"
"aku sama sekali tidak tertarik dengan masa lalu mu itu, aku kesini karena ada hal yang ingin aku tanyakan kepadamu"
"apa itu?"
"apakah vampire yang pernah diberi darah langsung dari sang ratu bisa membuat seseorang menjadi vampire knight?"
"tentu....TUNGGU jangan-jangan kau—"
"ya, Yue jian memberikan darahnya kepadaku"
"tidak kusangka" gumam Albert dengan memegang kepalanya dan menatap Ash.
"apa aku harus mengigit untuk membuat seseorang menjadi vampire knight seperti Yue jian?"
"tidak, kau hanya perlu memasukkan darahmu ke knight dan tinggal di minum, cukup itu saja"
"baiklah kalo begitu kami pamit"
"tunggu ada,satu hal lagi—"
Sekarang*
Perjalanan Mereka terhenti di perbatasan kota kasa. Sekelompok Pemburu sudah menunggu mereka di sana. Mereka turun dari mobil dan menyimpan mobil mereka di wadah tersembunyi, untuk membuat mereka tidak ketahuan.
"mereka semua memiliki senjata yang tidak biasa" kata SuoRuixi yang memperhatikan senjata pemburu yang tiba-tiba berubah dari lepengan perak menjadi senjata yang sangat besar.
"itu knight Silver" Ash tahu kalo itu adalah knight silver yang sudah di bagi menjadi pecahan. Dan itu juga artinya mereka sudah mulai melakukan persiapan untuk mencegah rencana Yue jian.
"kita akan menyelinap masuk" Ash berdiri dan melempar sebuah batu kearah semak-semak sehingga membuat suara untuk mengalihkan perhatian pemburu.
__ADS_1
Saat perhatian pemburu itu teralihkan, keempat vampire itu berlari dengan kecepatan yang tinggi sehingga hanya terlihat seperti bayangan hitam yang lewat.
"eh yang tadi barusan apa?" kata penjaga yang sekilas melihat bayangan hitam.
Setelah berhasil melewati para pemburu yang berjaga mereka kembali melanjutkan perjalanan ke kota kasa.
"nanti dikota kasa ada seorang anggota pemburu darah yang berkhianat, menunggu kalian, dia memiliki buku Valac dan salah satu senjata khusus"
"siapa orang itu?, daripada itu senjata yang dimiliki albert tidak cocok dengan knight yang dimiliki SuoRuixi_"
"hah.. sudahlah, berharap saja senjata yang dimiliki orang yang dikatakan albert cocok dengannya" gumam batin Ash sambil berlari dengan cepat.
~Markas Pemburu Darah~
Izekiel berjalan menuju ruang perpus markas pemburu darah dengan membawa revolver. Suasana markas masih ramai menunggu giliran tugas. Izekiel baru saja mau membuka pintu ruang perpus saat gagang pintu bergerak dan pintu terbuka.
"Lin Xuanchi!" panggil Izekiel yang berpapasan dengan nya didepan pintu perpus.
"apa yang sedang kau lakukan didalam?" tanya Izekiel sambil menatap pria yang ia panggil Lin Xuanchi itu.
"saya hanya membaca sebentar didalam, sekalian menunggu giliran tugas tuan" jawab Lin Xuanchi sambil tersenyum.
"oh, begitu..."
"aneh, kenapa aku merasa ada yang ia sembunyikan dari ku" gumam batin Izekiel, sebelum akhirnya ia masuk kedalam perpus.
****
Lin Xuanchi sedang berada di dapur, disana hanya ada dirinya dan seorang pelayan. Lin Xuanchi yang sedang duduk di dekat hidangan yang akan diantar untuk Roxy. Istri Castila. Menyenggol piring makan, sehingga terjatuh dan pecah.
"Lin!?, apa yang kau lakukan sih?!" teriak pelayan yang akan mengantar makanan untuk Roxy.
"Maaf-maaf, aku tidak sengaja, Sorry.." Lin Xuanchi dengan polos nya meminta maaf dan berpura-pura merasa bersalah.
"huh, kau ini ceroboh sekali" gerutu pelayan itu sambil membersihkan pecahan piring dengan hati-hati.
Setelah selesai memunggut pecahan piring, pelayan tersebut pergi menuju lemari piring untuk mengambil piring yang pecah tadi. Saat itulah, Lin Xuanchi memasukkan racun kedalam kopi untuk Roxy. Setelah berhasil melakukan aksinya itu, ia langsung pergi meninggalkan dapur.
Tidak lama pelayan itu datang dengan membawa beberapa piring. Ia nampak bingung, Lin Xuanchi sudah tidak ada disana. Karena merasa sudah terlambat untuk menghidangkan makanan, Pelayan itu langsung membawa hidangan itu kepada Roxy.
__ADS_1
***
Roxy sedang duduk di dekat jendela kamarnya sambil menunggu sarapan.
Ia bersenandung untuk mengusir kebosanan, karena pelayan yang biasanya ditugaskan mengantar makanan datang terlambat.
Roxy berhenti bersenandung saat pelayan mendobrak pintu kamarnya dengan wajah lesu habis dikejar hantu.
"nyonya, maaf saya terlambat" kata pelayan itu sambil bersujud didepan Roxy.
"tidak,tidak apa-apa" balas Roxy dengan senyuman bak bidadari dalam negeri dongeng.
Pelayan itu menaruh Hidangan di atas meja.Tidak lama salah seorang pelayan lain datang menghampiri pelayan itu dan mengatakan kalo ia dipanggil oleh kepala pelayan. Pelayan itu meminta izin kepada Roxy. Setelahnya ia pergi meninggalkan kamar roxy. Kebiasaan Roxy di pagi hari adalah selalu meminum kopi dalam menyambut harinya.
Roxy meminum kopi yang berada di dekat steak sapi. Awalnya ia merasa baik-baik saja, tapi lama kelamaan ia merasa tenggorokannya terasa panas dan semakin panas.
"ada apa ini?, kenapa tenggorokan ku terasa panas? tolong..to-tolong"
Roxy menjatuhkan hidangan yang di depan nya. Sehingga membuat suara yang cukup berisik, berharap ada yang mendengarnya. Namun, tidak ada satu pun orang yang datang. Ia mulai merangkak menuju pintu kamarnya dengan menyeret tubuhnya. Kesadaran Roxy mulai pudar, penglihatannya menjadi gelap.
***
Pelayan yang menghidangkan makanan untuk Roxy berjalan dengan wajah kesal. Ia sama sekali tidak dipanggil oleh kepala pelayan, ia telah dibohongi.
"benar-benar deh, aku kesel banget. kalo aku ketemu sama dia lagi ngak akan aku lepasin" gumam pelayan itu tanpa melihat jalan dan akibatnya ia menabrak pohon besar.
"dasar pohon, halangi jala orang aja" pelayan itu memukul pohon itu dengan kesal.
"kamu yang salah, malah menyalahkan pohonnya" kata Suara yang sangat akrab.
"Lin!?, bukannya kamu punya tugas?"
"iya, tapi sudah selesai"
"begitu, ya sudah bye"
Pelayan itu melewati Lin Xuanchi dan...
Doorrrr...
__ADS_1
Sebuah peluru berhasil menembus dada pelayan dan seketika itu juga ia tewas.
"selesai, sampai jumpa" gumam Lin Xuanchi sambil menghilang dalam kegelapan.