
Fanluojia akhirnya bisa menghirup napas lega, ia berhasil kabur dari gechen. Dengan rasa senang Fanluojia berencana untuk pulang dan istirahat. Tapi belum juga ia bisa tenang, sebuah tangan menepuk bahunya Dan.....
"Kyyyaaaaa😱😱😱!!!" Teriak Fanluojia yang langsung jatuh pingsan.
Ternyata itu adalah Ash. Ash yang melihat Fanluojia jatuh pingsan pun kaget plus bingung dibuatnya.
"ini anak, katanya badboy digituin aja udah jatuh pingsan, hadueh" Ash menepuk jidatnya.
Ash lalu mengendong Fanluojia di punggungnya dan membawanya pulang.
**
Pagi ini Fanluojia terlihat kacau, bagaimana tidak setelah sadar dari pingsan ia langsung di sambut oleh amukan Ash.
Ini sih keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya:)
Entah karena kurang fokus atau apa Fanluojia tanpa sadar mengoleskan saus ke rotinya
Dan saat masuk kemulut tuh lumer didalem enak diperut
ko kayak iklan ya:]
"PEDASSSSSS!!!!!! "
"AIR.... AIRRRR!!!" teriak Fanluojia sambil berlari kesana-sini.
"fan ini minumnya" SuoRuixi menyodorkan segelas jus kepada Fanluojia dan langsung saja menyambarnya bahkan dengan tekonya sekalian.
"Kau nggak fokus hari ini, apa kau sakit? kalo sakit lebih baik ngak perlu pergi sekolah hari ini" kata SuoRuixi yang terus menatap wajah kusut Fanluojia.
"Enggak, aku nggak apa-apa ko aku cuma kurang tidur... "
"Udah ya, aku berangkat" Kata Fanluojia seraya pergi dari ruang makan.
SuoRuixi hanya dia dan kembali menyantap sarapan pagi nya.
Ash Membuka matanya perlahan, rasa pegal di belakang leher langsung menyambutnya. Ya semalaman dia tidur dikursi kerjanya. Sembari memijit-mijit leher belakangnya, Ash merapikan meja kerja yang penuh dengan dokumen-dokumen yang dikirimkan oleh Albert semalam.
Setelah selesai merapikan meja kerjanya, ia pergi menuju kamarnya Yuejian.
__ADS_1
***
Castila mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, bahkan beberapa kali ia hampir menabrak. Ia terlihat sangat terburu-buru saat ini, apalagi ditambah wajah gelisah di wajahnya.
Setelah perjalanan yang cukup menegangkan, ia tiba disebuah hutan yang berada agak jauh dari kota internal. Sambil menyalakan senter, ia berjalan masuk kedalam hutan yg gelap itu.
"Aku harap, belum terlambat..." gumam Castila seraya ia berjalan masuk lebih dalam.
Hingga ia sampai disebuah tempat yg dikelilingi dengan pagar berduri dgn pintu yg digembok. Dengan mudahnya ia membuka pintu pagar itu, rupanya ia memiliki kuncinya sehingga dgn mudahnya ia bisa masuk.
Didalam tempat itu, ternyata ada sebuah peti mati yang tidak Castila langsung mengali lagi sehingga muncul sebuah peti kaca. Didalam sana terlihat sesosok tubuh yang masih utuh dan tidak membusuk sama sekali. Kenyataannya orang yang berada didalam peti itu sudah meninggal sekitar 100 tahun.
Castila lalu membuka tutup peti kaca itu, dan sekarang terlihat jelas. Sosok yang berada didalam sana adalah seorang wanita.
Castila hendak mengambil batu permata yang berada di dahi wanita itu. saat tangannya hampir menyentuh dahi wanita itu. jasad wanita itu kemudian terbuka dan menampakan matanya yang tidak memiliki bola matanya.
Castila langsung terjungkal ke belakang karena saking kagetnya. Tidak lama jasad wanita itu terbang sebelum akhirnya terpecah menjadi beberapa cahaya dan terbang ke langit .
"sial! " gumam Castila yang merasa gagal.
Fanluojia mengemudikan mobilnya masuk ke dalam area parkir Guide. Saat mobil Fanluojia masuk, semua mata langsung memandang ke arah mobil mewah miliknya.
"ck, Dasar Ash...gara-gara dia aku sarapan hanya sedikit, dan sekarang aku lapar sekali" gumam Fanluojia kesal ia kemudian memukul setir mobilnya.
Teng... Teng... Tengggg
Suara lonceng gereja guide yang berarti adalah waktu untuk berdoa atau kegiatan rutin tiap minggu nya. Fanluojia yang mendengar suara lonceng yang dibunyikan, keluar dari mobil nya dengan menenteng ransel merah nya ia masuk ke dalam guide.
Gechen, Fraser dan Kelaien sedang berjalan di lorong guide saat ini, mereka tidak ikut berdoa pagi ini. Ya sejak kejadian semalam perasaan gechen jadi kacau. Ia sering melamun.
" Fras apa cuma aku yang merasa kalo gechen agak aneh hari ini?" tanya Kelaien sambil berbisik.
"mana aku tahu....apa jangan2 dia marah karena semalam kita meninggalkan dia?" ucap Fraser sambil mencoel lengan kelaien.
Buukkkk...
Gechen menabrak tiang sekolah dan membuat memar di wajahnya, Bukannya merasa berhenti untuk memeriksa memar diwajahnya. Gechen terus berjalan.
__ADS_1
"Astaga, dia baru saja menabrak tiang dan dia tidak merasakan sakit"
Fanluojia saat ini tengah mencari ruang guru guide, ia lupa kalo ia belum punya kelas. Saat ia sedang berjalan sambil memainkan smartphone miliknya, ia bertabrakan dengan seorang pria berambut biru.
"sorry, tadi aku nggak liat" maaf Fanluojia kepada pria itu.
"nggak, nggak apa2" balasnya sambil mengambil bukunya yang jatuh.
"kau ternyata suka membaca novel ya?" Fanluojia sempat melihat judul novel yang dipegang oleh Lin Xuanchi yaitu 'LUCIFER'
"ah.. ini, aku cuma membaca novel saat aku sedang bosan saja" jawab Lin yang melihat ke arah Fanluojia.
"kelihatannya kau juga murid baru guide" Kata Lin sambil memasukan novelnya ke dalam tas.
"ya, kau juga ya? " tanya balik Fanluojia.
"ya baru kemarin aku mendaftar" jawab Lin.
"kalo begitu, salam kenal namaku Fanluojia" Fanluojia mengulurkan tangannya kepada Lin.
"kau tidak menyebutkan nama keluarga di namamu" kata Lin yang heran.
"ahhh, aku lupa perkenalkan namaku Fanluojia Vincent "
Deg...
Lin Tersentak saat Fanluojia mengucapkan nama belakang keluarga nya yaitu 'Vincent'.
"Vin.. Vincent.."
***
Tempat itu sangat gelap, ada banyak darah yang berceceran bahkan hampir setiap bangunan terdapat noda darah. Semua orang disana mati, Tunggu tidak semua mati disana ditengah-tengah kota ada seorang gadis yang menari.
Yuejian mendekat kearah gadis itu, lama kelamaan ia semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat, dekat dan dekat.
"Aku dimana? dan siapa kamu?" tanya yuejian mendekat kepada gadis itu.
"hei Jaw___" Kedua mata yuejian membulat sempurna saat gadis itu berbalik dan menampakan wajahnya.
__ADS_1