
Isabella mendengus melihat pesan di handphone nya. Ia lalu membuang handphone nya dengan sembarang ke tempat tidur dan duduk diatas kasur. Pandangannya tertuju lurus pada foto seorang pria. Bingkai Putih yang berisi seorang pria sedang bersandar di pagar sekolah. Ia mengambil foto pria itu secara diam-diam dan mencetaknya.
Isabella mengambil tas yang berada di sisi kiri tempat tidur. Di dalam tas, ada banyak uang yang ia curi dari brankas ayahnya. Isabella menghela napas panjang dan pergi bersiap untuk acara lelang, yang tinggal beberapa belas menit lagi.
"Tunggu aku...aku pasti akan medapatkan dirimu" gumam isabella dengan tatapan memburu.
~Ditempat Yue jian~
Yue jian mengeringkan rambutnya yang sedikit basah sehabis mandi seraya duduk di tepi tempat tidurnya dan mengambil iphone nya. Baru saja ia ingin membaca berita, cewek itu mendengar suara ketukan pintu kamarnya.
"siapa?"
"Ash, Yisai dan Fanluojia kami datang untuk menjemput, ke tempat lelang"
Yue jian segera menata rambutnya dengan cepat dan membuka pintu kamarnya.
"Bagaimana?" tanya Yue jian sambil menunjuk gaun putih polos nya.
"cantik" jawab Ash.
"ya, benar-benar cantik" tambah Yisai.
"benar sangat cantik" kata Fanluojia yang terus jepret sana jepret sini.
"Aku rasa kau lebih cocok dengan warna-warna seperti ini dari pada warna yang biasanya" Yisai mulai mengungkapkan argumennya.
"Tidak-tidak justru aku lebih cocok dengan warna itu" kata Yue jian sambil tersenyum manis.
"Yue jian, kami tidak ikut lelang ya" kata Fanluojia sambil menghidupkan rokok.
"lho kenapa?"
"kami hanya akan menemani mu saja, ok"
"ta-tapi,tap__"
"sudah-sudah,ayo kita berangkat ke tempat lelang" Ash mengulurkan tangannya kepada Yue jian,dan langsung Yue jian memegang tangan Ash.
Mereka berempat segera menuju ke tempat lelang yang disembunyikan di ruang bawah tanah hotel, karena ada sebagian orang yang tidak tahu soal lelang.
~Tempat Lelang~
Para peserta sudah duduk dan memakai topeng untuk menutupi identitas. Yue jian dan tiga vampire yang lain, terlihat duduk dibarisan depan. Isabella Berada dibelakang mereka masih dengan tatapan memburu. Tidak begitu lama Panitia lelang masuk keatas panggung.
"PARA TAMU YANG TERHORMAT, TERIMA KASIH SUDAH MENYEDIAKN WAKTU UNTUK MENGJADIRI ACARA LELANG KAMI—"
__ADS_1
"HARGA DASAR UNTUK SETIAP TAWARAN ADALAH 2 JUYA, SEMOGA ANDA SEMUA DAPAT MENEMUKAN BARANG YANG COCOK!"
"LELANG AKAN KITA MULAI SEKARANG!"
"Barang pertama lelang adalah ini, spesies burung beo xxx yang sudah dinyatakan punah__"
"spesies jenis ini sudah dinyatakan punah, ini disediakan oleh anggota khusus kami dan didunia ini hanya tersisa 2 ekor burung beo jantan ini!"
"harga dimulai dari dua puluh juta!"
"InI?! barang seberharga ini bisa dimunculkan disini?!" Gumam Isabella yang terkejut dengan barang lelang pertama.
"hehe, tidak hanya ini..." Yisai ternyata mendengar gumam isabella dan refleks menoleh kebelakang.
Isabella merinding saat melihat tatapan merendahkan dari Yisai. Tubuhnya terasa tidak bisa digerakan. Bulu judulnya berdiri, keringat dingin mulai mengalir.
"Barang lelang Berikutnya adalah organ tubuh, kabarnya merupakan salah satu vampire dari suku zhongli, seorang anggota dari malkavian..."
"....karena sesuatu hal, ia dibunuh oleh sesama anggota sukunya dan kepalanya dipenggal!"
" kabarnya, tubuhnya membusuk dan berubah menjadi asap saat dia mati—"
"walaupun tubuhnya membusuk, ada satu bagian yang tetap utuh dan tidak terlihat berubah—"
"Barang yang dilelang adalah—"
"harga dasar untuk kepala ini, tujuh puluh juta"
"LELANG DIMULAI SEKARANG!"
"75 juta"
"82 juta"
"86 juta"
"90 juta"
"APAKAH ADA lAGI!? MASIH ADA YANG INGIN MENAWAR?! SEMBILAN PULUH JUTA PANGGILAN PERTAMA!"
"SEMBILAN PULUH JUTA, KEDUA!"
"hoammmm...tidak ada barang yang menarik dilelang ini" celetuk Fanluojia yang bosan.
"lelang seperti ini walau disebut penelitian pasar terbuka, Tapi sebenarnya barang yang dilelang adalah barang Gelap." kata Ash sambil bersandar di pundak Yue jian.
__ADS_1
"Faktor pendorongnya hanya satu, yaitu kepuasan diri yang susah dipenuhi, maka barang seperti ini selalu akan mendatangkan pasar yang menguntungkan" kata Yue jian dengan tatapan sinis.
"baik manusia atau makhluk apa pun, akan menyembunyikan sisi kejamnya dan rakusnya untuk keegoisan dirinya sendiri." tambah Yisai sambil menutup buku kecil yang ia baca.
"Namun setelah memaki topeng, keegoisan dalam hati akan terpancar keluar!" tambah Fanluojia yang melirik setiap orang dilelang.
"SEMBILAN PULUH JUTA, TERJUAL!"
#skip#
Lelang hampir berakhir, tinggal satu barang lagi. Yue jian sama sekali tidak tertarik selama lelang yang sudah-sudah. Begitu juga dengan tiga temanya yang itu-itu tuh...., Tapi ini barang lelang ini adalah barang yang jadi incaran isabella selama lelang.
"BARANG LELANG BETIKUTNYA—"
"Yang sangat misterius, yang indah, yang mengesankan, Membuat orang tergila-gila akannya—"
"Wajah yang cantik bagaikan malaikat—"
"VAMPIRE DARAH CAMPURAN YANG CANTIK TAPI BERBAHAYA!"
"itu dia" batin isabella bergejolak saat melihat pria yang ia sukai.
"mata itu!?" Yue jian berdecak.
"TAPI ANCAMAN BAHAYANYA SUDAH DIHILANGKAN, KARENA DIA TERLALU LEMAH, DIA HANYA PERLU MEMINUM DARAH HEWAN ATAU MAYAT."
"DITAMBAH DENGAN LUKA BERAT DARI PEMBURU VAMPIRE, DENGAN MENGIKUTI CARA YANG DITETAPKAN, VAMPIRE DARAH CAMPURAN INI BISA MENJADI PELIHARAAN KALIAN!"
"HARGA DIMULAI DARI 70 JUTA!!!"
"Akan aku dapatkan" gumam batin isabella.
"700 JUTA" Yue jian mengangkat tongkat nomornya.
"*yang benar saja, baru mulai langsung 700 juta?!"
"apakah vampire darah campuran itu begitu berharga*?"
Semua peserta lelang berdebat, karena Yue jian langsung menawar dengan harga tinggi. Sedangkan Isabella terpaku ditempat duduknya. Uang yang ia bawa hanya 300 juta saja.
"maaf, untuk nona nomor 2, karena harga yang anda tawarkan terlalu tinggi, mohon anda mengikuti anggota kami ke ruang sebelah untuk mengecek dana anda"
"Tidak perlu, Cek disini saja"
Yue jian memberi isyarat mata, Ash, Yisai dan Fanluojia naik keatas panggung dengan membawa koper hitam.
__ADS_1
"Mohon dibuka tuan"
Dan isinya adalah uang cash yang berwarna merah. Isabella semakin terpojok karena ia kalah. Dengan wajah marah dia segera pergi dari tempat lelang.