Princess Nightmare

Princess Nightmare
Julian Venus


__ADS_3

Sebentar lagi akan gelap.Tinggal menunggu matahari terbenam di ufuk barat saja maka gelap akan sepenuhnya menelan langit.Warna-warni jingga telah pudar berganti dengan warna biru bercampur kemerahan yang transparan.Menit-menit berikutnya,langit sudah berubah menjadi biru keruh.Gedung-gedung pencakar langit yang sudah dibangun sekian rupa di kota tua ini terasa semakin banyak.Lampu-lampu remang di tiap jalan pun sudah mulai hidup.


~Dalam Museum~


Yue jian mau tidak mau harus menahan malu,Ash membawanya masuk kedalam museum dengan cara menggendong nya.Dari tadi Yue jian merasa risih,setiap mata selalu melihat ke arah mereka.


"Ash cepat turunkan aku!!" seru Yue jian yang wajahnya merah.


"kalo aku turunkan kau,kau akan kabur" balas Ash yang terus berjalan sampai akhirnya tiba disebuah lukisan.


"eh lukis...lukisan apa ini?" tanya Yue jian sambil menatap Ash.


"coba kau baca" kata Ash sambil menurunkan Yue jian secara perlahan.


"Julian Venus" Yue jian berhenti membaca dan menatap Ash.


"aku searching di internet,Julian adalah seorang jendral perang kota Salmier,ia telah melindungi kota ini dengan segenap jiwa dan raganya.Julian sebenarnya putra mahkota keluarga bangsawan Venus.Walaupun begitu masyarakat kota Salmier ini sangat menghormati dia" jelas Ash kepada Yue jian


"apa hubungan julian Venus dengan red prince" tanya Yue jian sambil memeluk tangan Ash.


"Julian Venus tergila-gila kepada seorang gadis berumur muda bernama Mizuki fortune dan menodainya" kata Ash sambil duduk di bangku yang disediakan didalam museum.


"Apa!!!" balas Yue jian yang kaget


"Ia menikah dengan Mizuki dan mengekangnya,tapi keluarganya tidak menerima mizuki bergabung dengan keluarga Venus hanya karena Mizuki bukan lah bangsawan.Ibunda Julian pernah menyuruh agar Julian menikah dengan bangsawan lain,dan langsung saja julian marah dan mengancam keluarganya.Walaupun begitu Julian sangat lembut dan penuh kasih sayang kepada Mizuki.Beberapa bulan berlalu Mizuki akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki,anak itu diberi nama Seidon Venus" jelas Ash sambil menyentuh rambut Yue jian.


"apa yang terjadi setelah itu?" tanya Yue jian sambil menarik rambutnya.


"Seminggu setelah Mizuki melahirkan,ia ditemukan meninggal didalam kamar dengan pisau menancap di leher" lanjut Ash


"lalu apa yang terjadi setelah itu?" tanya Yue jian yang mulai betah.


"Julian Venus tidak rela Mizuki mati begitu saja tanpa tahu siapa pembunuhnya,akibatnya semua pelayan di rumahnya ia bunuh"

__ADS_1


"si...siapa yang sebenarnya membunuh Mizuki?" tanya Yue jian yang mulai merinding.


"Adik angkat julian yang diam-diam menyukainya" balas Ash sambil mengulurkan tangannya kepada Yue jian.


"sudah mau pulang"


Yue jian berdiri dan langsung memegang tangan Ash.mereka keluar dari museum.Ash menyuruh Yue jian untuk menunggu sebentar karena dia ingin pergi ke Wc dulu.Yue jian menunggu di dalam mobil,tidak lama seorang anak kecil menghampiri mobilnya.


"kak-kakak...kakak" panggil anak kecil itu sambil mengetuk kaca mobil.


"ada apa dik?" tanya Yue jian sambil tersenyum manis kepada anak kecil itu.


"kakak ini untukmu" kata anak kecil itu sambil menyerahkan setangkai mawar merah.


"oh terima ka__" Yue jian kaget karena anak kecil yang berada didepan nya tiba-tiba hilang.


"adik...adik kecil...kau dimana?...dik...adik" Yue jian mencari-cari dan memanggil-manggil anak kecil yang hilang itu.


"Yue jian!!" panggil seseorang yang memanggil namanya.


"Tidak dan aku tidak mau tahu,sekarang kita pulang ayo cepat" Ash yang marah menarik tangan Yue jian sehingga membuat Yue jian kesakitan.


~Mansion~


Yue jian turun dari mobil dan membanting pintu mobil,Ash yang masih didalam mobil hanya menghela napas.Yue jian terlihat sangat kesal,ia sama sekali tidak menghiraukan pelayan-pelayan yang menanyakan keadaannya.Ia langsung saja masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu kamar.


Ash yang baru masuk mansion mendengar suara bantingan pintu.


"Tuan muda apa yang terjadi?" tanya kepala pelayan.


"hah...cuma masalah pribadi,tolong siapkan bahan-bahan untuk membuat cake blood !!!!" perintah Ash kepada para pelayan.


"Tuan muda apa anda akan membuat cake blood untuk no__"

__ADS_1


"iya,aku akan membuat cake blood untuknya jadi segera siapkan bahannya" kata Ash sambil masuk kedalam kamarnya untuk mandi.


~Kamar Yue jian~


Yue jian duduk termenung di balkon kamarnya,sambil memegang dua tangkai mawar merah.Di dalam hatinya ia bertanya-tanya siapa yang ingin ditemukan.


Terdengar suara pintu kamar terbuka,Yue jian menoleh kebelakang dan melihat Ash.


"sebaiknya kau masuk sekarang,angin malam sangat tidak baik untuk mu" kata Ash sambil memakaikan selimut kepada Yue jian.


"Ash apa yang terjadi setelah itu?" tanya Yue jian bersandar di dada Ash.


"baiklah,sekarang kau makan dulu...aku telah buatkan cake blood untuk mu" kata Ash sambil memotong cake blood untuk Yue jian.


"kau masak?" tanya Yue jian terkejut.


"iya" jawab Ash singkat.


"serius kau masak?...dia masak?" tanya Yue jian kepada pelayan nya.


Para pelayan hanya mengangguk dan kemudian pergi di suruh oleh Ash.Sekarang hanya ada mereka berdua di balkon.Yue jian yang kedinginan langsung saja duduk di paha Ash dan memeluknya.Ash yang melihat Yue jian kedinginan membalas nya.


"apa sebaiknya kita masuk?" tanya Ash yang memeluk tubuh Yue jian.


"Tidak!!!,aku masih mau melihat bintang" seru Yue jian yang tidak mau masuk.


"kau sebenarnya bukan tidak mau masuk kan atau mendengarkan lanjutan kisah Julian Venus,melainkan kau ingin meminta aku melakukan sesuatu kan?" tanya Ash yang sudah curiga dari tadi.


"eh i...itu..sebenarnya..." Yue jian sudah ketahuan dia tidak tahu harus melakukan apa sekarang.


"jadi apa?, kau ingin aku melakukan apa sekarang?" tanya Ash sambil membelai kepala Yue jian.


"mandi kan aku dan tidur kan aku dengan cerita lanjutan kisah Julian Venus" jawab Yue jian yang manja.

__ADS_1


"Baiklah,itu artinya aku adalah orang yang pertama melihatnya" balas Ash sambil menggendong Yue jian masuk kedalam kamarnya.


__ADS_2